timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Cek Disini. Fakta Laporan Pemerasan Oknum Anggota Polisi yang Dinilai Tak Terbukti

Kombes Ibrahim Tompo 
TIMURKOTA.COM, BONE-


Belum lama ini Kepolisian Resort Bone jadi sorotan setelah adanya kerabat pelaku narkoba mengaku diperas oknum polisi dari Satuan Narkoba Polres Bone, Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pelapor, Ika Radiatna mengaku dirinya bersama, Lemang (tersangka kasus narkoba) menyerahkan uang sebesar Rp10 juta ke Kanit Opsnal Sat Narkoba, Ipda AL. Bukan hanya satu orang, pada penyerahan itu menurut pelapor terdapat tiga oknum anggota Opsnal lain yakni Dg, JS, RE.

Korban didampingi salah satu organisasi kepemudaan kemudian memilih melaporkan kasus tersebut ke Propam Polda Sulsel.

Polda Turun Tangan Melakukan Penyelidikan


Kasat Narkoba Polres Bone, AKP Zaky telah membantah bahwa anggotanya tak terlibat dalam pemerasan seperti dilaporkan korban. 

Bahkan dirinya mengaku telah memanggil anggotanya yang disebut menerima uang namun hasilnya tak ada yang mengakui hal itu.

Rupanya, bantahan dari Kasat Narkoba tak cukup bagi pihak Propam Polda. Hingga akhirnya, tim propam datang melakukan pemeriksaan di Mapolres Bone. Termasuk menemui Lemang yang saat itu masih ditahan di Rutan Mapolres Bone.

"Anggota turun melakukan pemeriksaan statusnya masih penyelidikan," kata,  Kanit Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Adi Kurniawan.

Laporan Korban Tak Cukup Bukti


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengonfirmasi bahwa laporan tersebut tak terbukti setelah tim Polda melakukan proses penyelidikan.

“Iya, Tim Propam telah memeriksa semua anggota operasional Sat Narkoba Polres Bone, dan delapan saksi kasus tersebut, dari pemeriksaan itu tidak ditemukan adanya bukti pemerasan," ungkapnya menjelaskan.

Menurutnya, hasil yang diperoleh penyidik ada beberapa keterangan pelapor yang tidak jelas. Bahkan tak sesuai dengan situasinya saat terjadi penangkapan.

"Seperti,  tempat, waktu, dan saksi. Juga saat ditanyakan uang nominal berapa yang diberikan ternyata pelapor tidak bisa menyebutkan jumlahnya, dan  juga dari mana uang tersebut diambi. ltu juga tidak bisa disebutkan oleh pelapor.  Sehingga disimpulkan bahwa laporan tersebut tidak dapat dibuktikan,”terang Kabid Humas lagi.

Kabid Humas menyebut Pelaku kejahatan Narkoba yang ditangkap anggota Sat Narkoba Polres Bone tersebut berusaha untuk lepas dari jerat hukum. Sehingga mereka melakukan upaya-upaya  untuk mendiskreditkan Satuan Narkoba Polres Bone

“Namun kita juga bekerja obyektif untuk mencari fakta dan kebenaran dari informasi tersebut dan hasilnya apa yang dilaporkan tersebut tidak benar. Hal seperti ini seharusnya tidak pantas terjadi, karena sudah salah malah membuat cerita yang  dikarang-karang,”ungkap Ibrahim.

Tim Propam Polda Sulsel telah melakukan pemeriksaan secara profesional terhadap anggota Sat Narkoba Polres Bone  dan beberapa saksi terkait. Namun hasilnya,  tidak ditemukan bukti sesuai laporan tersebut.

Sebaliknya kata Ibrahim, Kasat Narkoba Polres Bone beserta anggotanya telah bekerja dengan Profesional, dan patut di apresiasi, dalam upayanya membendung bahaya Narkoba di Wilayah Kabupaten Bone.

"Maka dari itu, masyarakat diminta untuk tidak percaya atas tudingan tersebut," kata Ibrahim menutup pembicaraan.

Dirugikan, Kasat Narkoba Enggan Melapor Balik

Dalam rilis yang diterima media ini. Kasat Narkoba Polres Bone, AKP Zaky memilih untuk tidak melaporkan pihak Ika Radianti bersama organisasi pemuda yang mendapinginya usai laporannya dianggap cukup bukti.

Pihak Sat Narkoba memilih memaafkan pelapor meski beritanya sempat viral terkait dugaan pemerasan melibatkan anggotanya.

Pelapor Ika Radianti Belum Memberi Tanggapan

Terkait laporannya di Mapolda Sulsel yang dianggap tak cukup bukti. Ika Radianti belum mau berkomentar.

"Nanti setelah ketemu sama ketua (ketua organisasi pemuda yang mendampinginya) baru mau komentar," ungkapnya.


(win/as)



Berita Populer

close