timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Warga Tutup Jalan dan Mengungsi Demi Tolak Rapid Test di Makassar dan Serang

Warga asal Kampung Masigit, Kelurahan Masjid Priyai, Kecamatan Kasemen Kota Serang, rela mengungsi demi hindari rapid test (dok)
TIMURKOTA.COM, MAKASSAR-
Demi menghindari rapid test massal yang akan dilakukan tim gugus Covid-19. Warga asal Kampung Masigit, Kelurahan Masjid Priyai, Kecamatan Kasemen Kota Serang, rela mengungsi.

Warga mengungsi diketahui terjadi sekira pukul 02.30 WIB, masyarakat yang didominasi oleh perempuan dan juga anak-anak berbondong-bondong meninggalkan lingkungannya untuk menghindari rapid test massal.

Berdasarkan pengakuan salah satu warga yang mengaku bernama Andi mengatakan, hal tersebut terjadi di kampungnya lantaran masyarakat merasa panik setelah diisukan akan ada rapid test massal di kampung mereka. Mereka mengaku tidak mau ikut rapid test karena khawatir akan diboyong ke rumah sakit.

“Memang ada informasi bahwa disini akan ada rapid test pada Senin pagi. Tapi ternyata jam 2 sampai jam 3 subuh itu warga pada kabur. Ada yang ke rumah saudaranya di Ciceri, pokoknya pergi dari rumahnya,” katanya, Senin (15/06/20).

Andi mengatakan, kepanikan tersebut terjadi setelah ada oknum RT yang meminta ibu-ibu dan anak-anak untuk mengungsi karena kalau sampai terkonfirmasi positif, semua warga akan diboyong ke rumah sakit.

“Isu-isu dari warga, itu memang ada dari pak RT yang bilang perempuan dan anak-anak diungsikan dari sini. Karena mau ada rapid test. Nanti kalau ada yang terindikasi, semuanya nanti dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Masjid Priyai, Titin Kurnia menjelaskan, ratusan warga yang melakukan aksi tersebut hanya menolak diadakan Rapid Test. Maka itu, kata Titin, pihak tetap mengadakan Rapid Test pada Kamis 18 Juni 2020.

“Tapi ini hanya untuk tenaga aparatur pemerintah dan kader posyandu maupun Puskesmas. Bagi masyarakat yang mau, dipersilahkan. Karena Rapid Testb ini gratis,” ucapnya.


Warga Kota Makassar, Beramai-Ramai Menolak Rapid Test


Terlihat di depan lorong-lorong disegel warga kemudian dipasangani spanduk yang bertuliskan ketegasan warga menolak rapid test.

Ada beberapa coretan tulisan berwarna putih bahkan melontarkan tudingan bahwa Covid-19 adalah kerjaan oknum tak bertanggungjawab.

Seperti yang tertulis di salah satu lorong dengan mengatakan "menolak keras rapid test Covid-19 Barukang 6" tulisan tersebut dimuat dalam spanduk warna putih kemudian terpasang pas di depan lorong.

Di bagian bawah terlihat meja yang digunakan menutup jalan masuk bertuliskan "Corona Virus Mafia".

"Kami sudah muak dengan isu Covid-19. Ada kesan sengaja dibesar-besarkan," ungkap, Rian warga, Barukang.

Sederet kasus yang menunjukkan bahwa ada upaya dari oknum tertentu memanipulasi pasien menjadi alasan warga Kota Makassar mulai muak dengan isu Corona.

"Orang sakit biasa saja bahkan korban kecelakaan dimasukkan sebagai pasien Covid-19. Ada apa sebenarnya ini, kenapa ada kesan untuk menambah-nambah jumlah pasien," kata Rian lagi.

Sementara itu info terbaru Sulawesi Selatan masuk salah satu daerah terbanyak Pasien Covid-19 setelah Pulau Jawa.

(rill/as)

Berita Populer

close