timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Alasan Datangkan Jodoh, Dukun Cabul Perdaya Biduan Dangdut

Ilustrasi (dok)
TIMURKOTA.COM, DEPOK-

Bermodalkan iming-iming dapat menambah daya pikat dan mendatangkan jodoh, dukun paslu AS alias CA (49) memperdaya empat wanita seorang diantaranya merupakan biduan dangdut.

AS dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok  di kediamannya di kawasan Cipayung, Depok.

Hasil pemeriksaan penyidik terungkap, pelaku memandikan korban dengan air kembang tujuh rupa yang kemudian dilakukan ritual dengan membaca mantra.

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah ritul tersebut dapat meningkatkan daya pikat serta  mensucikan para korban dari aura negatif.

"Di mana pencabulan menggunakan operandi mandi kembang ya, dengan membujuk para korban seakan-akan dia memiliki kemampuan mensucikan para korban. Kemudian para korban itu datang ke tempat si pelaku ini," kata Azis menjelaskan.

Kepada penyidik, CA mengaku mendapat kemampuan mistis itu dari keluarga yang telah berlangsung secara turun temurun.

"Katanya dia mendapat kemampuan turun menurun mensucikan orang dengan mandi kembang. Tapi ketika mandi kembang korban diminta buka baju untuk lebih suci, begitu," ujarnya lagi.

Namun polisi menduga kuat itu hanyalah akal-akalan CA untuk melampiaskan nafsu bejatnya. Sebab, pada saat buka baju, tubuh korban dijamah.

"Bahkan, mohon maaf, diperlakukan tidak wajar di bagian intimnya. Itu berjalan sudah satu setengah tahun," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, korbannya berjumlah empat orang. Salah satu di antaranya ada yang terjebak adalah biduan dangdut. Dia ingin terkenal sebagai penyanyi dangdut.

"Biasanya setelah ritual itu pelaku akan berkata pada korban jangan bilang siapa-siapa, nanti kena tulahnya (akibatnya). Setelah itu pelaku pun keluar dari kamar mandi," imbuh menambahkan.

Atas perbuatannya itu, CA diancam dengan jeratan pasal 289 tentang pencabulan yang ancamannya 9 tahun kurungan penjara. Kasus kini dalam penyelidikan lebih lanjut.

(ril/as)

Berita Populer

close