![]() |
| Kang Pipit (dok) |
TIMURKOTA.COM, BANDUNG- Sosok pemeran Kang Pipit dalam sinetron Preman Pensiun kembali menjadi perbincangan publik.
Aktor yang dikenal lewat perannya sebagai preman lugu tersebut mengungkap kisah hidup yang jarang diketahui, yakni pernah menjalani masa hukuman di penjara dan dipercaya menjadi Ketua RT oleh sesama warga binaan.
Dalam sebuah pengakuan, pemeran Kang Pipit menyebut dirinya mendapat amanah sebagai RT karena dinilai mampu menjaga ketertiban serta menjadi penengah antar penghuni lapas.
Peran tersebut dijalaninya dengan penuh tanggung jawab, mulai dari mengatur kegiatan warga binaan hingga membantu menyelesaikan persoalan internal agar suasana tetap kondusif.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan hidupnya.
Ia mengaku masa lalu kelam itu justru membentuk kedewasaan dan komitmen untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Kini, namanya dikenal luas lewat dunia hiburan, dan kisah hidupnya menjadi inspirasi bahwa setiap orang memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki diri.
Bagi penggemar sinetron Preman Pensiun sudah tidak asing lagi dengan sosok Kang Pipit. Pipit sendiri merupakan tokoh preman dalam film Preman Pensiun.
Namun siapa sangka jika di kehidupan nyata, pria bernama asli Icaa ini memang seorang preman sungguhan.
Pipit bahkan sempat merasakan hidup di balik jeruji besi di Lapas Kebonwaru Bandung. Namun kini Pipit telah dikenal sebagai artis berkat sinetron Preman Pensiun. Berikut ulasannya seperti dilansir channel youtube TYSONISME CHANNEL. Dikutip meredeka.com
Sempat Masuk Penjara
Kang Pipit mengungkapkan jika dirinya sempat masuk penjara. Dia sempat merasakan hidup di Lapas Kebon Waru.
"Ya kita rasakan dulu di polsek itu keluar masuk ya sebetulnya mah. Kang Pipit di LP Kebonwaru," kata Pipit.
Jadi RT di Lapas
Kang Pipit menceritakan jika dirinya pun sempat menjadi RT di dalam penjara.
"Kalau di LP satu kamar itu ada RT. RT itu yang mengurus rekan-rekan di dalem. Ya alhamdulillah lah pernah mengalami kitu. Jadi namnya RT teh bisa ngajejehkeun mun aya besukan dari orang lain ke rekan bisa dimanfaatkan, bisa dipake 'ulah diseepkeun kabeh atuh keur isukan'. Jadi nyuhunkeun ka RT dipasihan meser bala bala," kata Pipit.
Kehidupan di Dalam Sel
Menjalani hidup sebagai napi sudah dirasakan betul oleh Pipit. Hidup di dalam penjara kata dia begitu prihatin.
"Hidup di bui itu prihatinnya lebih lebih wah luar biasa daripada hidup di luar. Jadi merasakan betul," ungkap Pipit.
Petik Hikmah
Meski demikian, Kang Pipit memetik banyak pelajaran dari kejadian yang dialami di masa lalu. Dia selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Salah satunya, Pipit pun kini terjun ke dunia hiburan. Dia menjadi salah satu pemeran di sinetron Preman Pensiun.
Sempat Dipindahkan
Kang Pipit sempat dipindahkan dari Lapas Kebon Waru. Hal ini karena saat itu jumlah napi yang menghuni disana mengalami kelebihan kapasitas.
"Kapasitas LP itu 1000 orang, ternyata lebih dari 1000. jadi dioper ke Nusakambangan, Cirebon, Kuningan, Cipinang, Sukamiskin," ucapnya
(rill/as)


