timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Kisah Pemeran Kang Pipit di Sinetron 'Preman Pensiun' Sempat Jadi RT di Penjara

Kang Pipit (dok)

TIMURKOTA.COM, BANDUNG-
Bagi penggemar sinetron Preman Pensiun sudah tidak asing lagi dengan sosok Kang Pipit. Pipit sendiri merupakan tokoh preman dalam film Preman Pensiun.
Namun siapa sangka jika di kehidupan nyata, pria bernama asli Icaa ini memang seorang preman sungguhan. 

Pipit bahkan sempat merasakan hidup di balik jeruji besi di Lapas Kebonwaru Bandung. Namun kini Pipit telah dikenal sebagai artis berkat sinetron Preman Pensiun. Berikut ulasannya seperti dilansir channel youtube TYSONISME CHANNEL. Dikutip meredeka.com

Sempat Masuk Penjara
Kang Pipit mengungkapkan jika dirinya sempat masuk penjara. Dia sempat merasakan hidup di Lapas Kebon Waru.
"Ya kita rasakan dulu di polsek itu keluar masuk ya sebetulnya mah. Kang Pipit di LP Kebonwaru," kata Pipit.

Jadi RT di Lapas

Kang Pipit menceritakan jika dirinya pun sempat menjadi RT di dalam penjara.

"Kalau di LP satu kamar itu ada RT. RT itu yang mengurus rekan-rekan di dalem. Ya alhamdulillah lah pernah mengalami kitu. Jadi namnya RT teh bisa ngajejehkeun mun aya besukan dari orang lain ke rekan bisa dimanfaatkan, bisa dipake 'ulah diseepkeun kabeh atuh keur isukan'. Jadi nyuhunkeun ka RT dipasihan meser bala bala," kata Pipit.

Kehidupan di Dalam Sel

Menjalani hidup sebagai napi sudah dirasakan betul oleh Pipit. Hidup di dalam penjara kata dia begitu prihatin.

"Hidup di bui itu prihatinnya lebih lebih wah luar biasa daripada hidup di luar. Jadi merasakan betul," ungkap Pipit.
Petik Hikmah

Meski demikian, Kang Pipit memetik banyak pelajaran dari kejadian yang dialami di masa lalu. Dia selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Salah satunya, Pipit pun kini terjun ke dunia hiburan. Dia menjadi salah satu pemeran di sinetron Preman Pensiun.

Sempat Dipindahkan

Kang Pipit sempat dipindahkan dari Lapas Kebon Waru. Hal ini karena saat itu jumlah napi yang menghuni disana mengalami kelebihan kapasitas.

"Kapasitas LP itu 1000 orang, ternyata lebih dari 1000. jadi dioper ke Nusakambangan, Cirebon, Kuningan, Cipinang, Sukamiskin," ucapnya
(rill/as)

Berita Populer

close