TIMURKOTA.COM, TAKALAR- Pemerintah Kabupaten Takalar membuka ruang kolaborasi dengan kalangan mahasiswa dalam mendorong pembangunan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., saat menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Takalar di Rumah Jabatan Wakil Bupati, Minggu (08/11/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan organisasi mahasiswa untuk membahas sejumlah persoalan strategis, khususnya terkait kepemudaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta arah pembangunan Kabupaten Takalar.
Ketua PC PMII Kabupaten Takalar, Ahmad Nyonri, menegaskan bahwa kehadiran organisasinya bukan semata-mata untuk membangun hubungan formal dengan pemerintah daerah.
"PMII, memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah" Ungkapnya.
Menurut Ahmad, mahasiswa tidak boleh hanya ditempatkan sebagai penonton dalam proses pembangunan. Organisasi kepemudaan harus diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, melakukan pengawasan, serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi sambutan Wakil Bupati Takalar. PMII siap berkolaborasi dan memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan daerah, terutama dalam penguatan kualitas SDM pemuda serta mengawal program pembangunan agar benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat" Tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, menyambut positif inisiatif jajaran PC PMII untuk membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa menjadi salah satu elemen penting dalam mendorong pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
"Pemerintah daerah membutuhkan masukan, gagasan, hingga kritik konstruktif dari kalangan mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan" Katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Takalar terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan daerah.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara PMII dan Pemkab Takalar, khususnya dalam merespons berbagai isu kepemudaan dan tantangan pembangunan yang membutuhkan keterlibatan lintas elemen.
Bagi PMII, ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi kritis organisasi.
Sebab, dukungan terhadap pembangunan tidak berarti menghilangkan independensi mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik dan memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan ditutup dengan diskusi mengenai isu-isu kepemudaan serta foto bersama. (*)


