![]() |
| Suasana lapangan merdeka Watampone di padati warga. Di sisi lain kondisi fasilitas umum memperihatinkan (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE- Keluhan sejumlah pedagang dan pengunjung terkait dengan fasilitas umum di kawasan lapangan merdeka Watampone ditanggapi aktivitas mahasiswa.
Muh Arfan mengatakan, pemerintah daerah mestinya berupaya untuk memaksimalkan fasilitas umum khususnya yang menjadi kebutuhan pengunjung.
"Kita sarankan pemerintah menyeimbangkan antara pungutan retribusi dengan pelayanan kepada masyarakat," Ungkapnya.
Dia menyebutkan, bahwa fasilitas yang mungkin dianggap hal biasa namun berpengaruh besar terhadap data tarik masyarakat.
"Kalau fasilitas umum seperti WC saja tidak mendukung. Yakin saja, paling lama dua bulan kawasan lapangan merdeka akan sepi dari pengunjung," tambahnya.
Kondisi fasilitas umum di kawasan Lapangan Merdeka Watampone, Kabupaten Bone, menuai keluhan pengunjung.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah toilet umum yang dinilai tidak terawat dan menimbulkan bau tak sedap, padahal kawasan tersebut kini ramai dikunjungi warga setiap malam.
Dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Kabupaten Bone membuka akses bagi para pedagang untuk berjualan di area taman bunga dan Lapangan Merdeka.
Kebijakan ini disambut antusias masyarakat dan pelaku usaha kecil karena kawasan tersebut kembali hidup dan menjadi pusat aktivitas warga.
Pantauan di lokasi, Lapangan Merdeka hampir setiap malam dipadati pengunjung.
Tidak hanya warga Kota Watampone, banyak pengunjung datang dari kecamatan sekitar untuk bersantai, berolahraga, hingga menikmati jajanan bersama keluarga.
Namun di tengah ramainya aktivitas tersebut, sejumlah pengunjung dan pedagang mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung.
Toilet umum menjadi keluhan utama karena dianggap sebagai fasilitas paling vital, terutama bagi pengunjung yang datang bersama anak-anak dan lanjut usia.
“Sebenarnya kami senang sejak dibuka untuk berjualan, tapi tidak dibarengi fasilitas yang memadai. WC itu paling dibutuhkan,” ujar N, salah seorang pedagang di kawasan tersebut, kepada timurkota.com.
Ia menilai, fasilitas yang bersih dan layak akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Menurutnya, kenyamanan pengunjung juga berdampak langsung pada peningkatan aktivitas jual beli di kawasan Lapangan Merdeka.
Keluhan serupa disampaikan Akbar, salah seorang pengunjung. Ia mengatakan pengunjung kerap kesulitan ketika ingin menggunakan toilet karena kondisi WC yang ada dinilai tidak layak digunakan.
“Sudah ada WC, tapi tidak terawat. Baru mau masuk saja baunya menyengat, kemungkinan salurannya buntu. Akhirnya pengunjung harus keluar cari masjid atau rumah kerabat,” ungkap Akbar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bone terkait keluhan fasilitas toilet di kawasan Lapangan Merdeka Watampone.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pembenahan demi kenyamanan bersama. (*)


