Isi Lengkap Artikel
Ia, kemudian berupaya untuk membuka kain tersebut, dan betapa kagetnya dia mendapati isi kain merupakan janin yang sebelumnya telah dilahirkan dan dibuang oleh orang tak bertanggungjawab jawab.
Warga Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan janin bayi berjenis kelamin perempuan yang diduga sengaja dibuang oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Peristiwa menggemparkan ini terjadi pada Kamis (15/1/2026) siang di Dusun 2 Mattoanging, Desa Mattoanging.
Janin bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Muh Nasir (50), seorang petani setempat, saat sedang membersihkan lahan miliknya untuk persiapan musim tanam.
Seperti kebiasaan para petani di wilayah tersebut, Nasir membabat lahan sejak siang hari dengan menggunakan parang dan peralatan sederhana.
Muh Nasir menuturkan, awalnya ia melihat tumpukan batu yang mencurigakan di tengah lahannya.
Curiga ada sesuatu yang tidak biasa, ia kemudian memindahkan batu-batu tersebut untuk memastikan kondisi tanah di bawahnya.
“Awalnya saya kira cuma gundukan tanah biasa, tapi ada batu disusun rapi. Setelah saya singkirkan, terlihat kain putih tertanam di dalam tanah,” ujar Muh Nasir.
Karena penasaran, Nasir lalu mencungkil kain putih tersebut menggunakan kayu hingga terlempar sekitar tiga meter dari lokasi awal.
Saat kain terbuka, ia sontak terkejut melihat isi di dalamnya yang ternyata merupakan janin bayi.
“Saya kaget sekali. Setelah saya lihat jelas, ternyata janin bayi perempuan. Langsung saya berhenti kerja dan lapor ke aparat desa,” lanjut Nasir dengan nada masih terguncang.
Penemuan tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan mengundang perhatian warga sekitar.
Perangkat Desa Mattoanging yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran temuan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, janin bayi ditemukan dalam kondisi terbungkus kain putih yang diduga kuat merupakan seragam sekolah tingkat SMP.
Seragam tersebut diketahui berasal dari salah satu sekolah menengah pertama di wilayah Lamuru.
Temuan kain seragam sekolah ini memunculkan dugaan baru terkait identitas pelaku pembuangan janin bayi.
Aparat desa bersama warga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap siapa pelaku di balik peristiwa memilukan ini.
Sementara itu, pihak pemerintah desa telah berkoordinasi dengan kepolisian sektor setempat untuk penanganan lebih lanjut, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses penyelidikan
Kasus penemuan janin bayi ini menambah daftar panjang persoalan sosial yang masih terjadi di Kabupaten Bone, khususnya terkait pergaulan bebas dan kurangnya edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja.
Warga setempat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini, mengungkap pelaku pembuangan janin, serta memberikan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali.