Lokasi hotel yang berada di kawasan ramai justru memperkuat sorotan publik terhadap kasus ini, mengingat kematian tersebut baru diketahui setelah korban tidak merespons dalam jangka waktu tertentu.
🔒 Konten Premium
Artikel ini merupakan bagian dari konten premium yang disajikan
secara mendalam, independen, dan berbasis verifikasi.
Dapatkan akses penuh selama 30 hari dengan berlangganan Premium.
Langganan Premium
Rp25.000 / 30 Hari
Pembayaran via Transfer BRI
Bank: BRI
No. Rekening: 011101117877501
A/N: Herman
Setelah melakukan pembayaran, silakan konfirmasi untuk
mendapatkan akses penuh.
Konfirmasi Pembayaran
Berdasarkan informasi awal, korban diketahui check-in bersama seorang pria, bukan sendirian. Fakta ini kemudian menjadi pintu masuk penyelidikan lebih lanjut, terutama karena pria tersebut diduga merupakan oknum anggota TNI Angkatan Darat.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sudjana, membenarkan bahwa peristiwa kematian tersebut telah dilaporkan secara resmi dan saat ini masih berada dalam tahap penyelidikan intensif oleh kepolisian.
“Meninggalnya almarhumah itu tanggal 27 Desember, ditemukan oleh pegawai hotel,” ujar Devi saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Selasa, (06/01/26).
Menurut Devi, kecurigaan bermula ketika pihak hotel mencermati kondisi kamar yang ditempati korban. Setelah dilakukan pengecekan bersama aparat, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan oleh suami korban, yang selanjutnya menjadi dasar bagi aparat kepolisian untuk melakukan serangkaian tindakan penyelidikan, termasuk pengamanan tempat kejadian perkara.
“Setelah yang bersangkutan check-out dan meninggalkan kamar, pegawai hotel membuka kamar bersama anggota Polsek dan menemukan korban sudah meninggal dunia,” jelas Devi.
Meski demikian, hingga kini polisi belum berani menyimpulkan penyebab kematian korban. Devi menegaskan bahwa kesimpulan apa pun akan ditentukan setelah hasil autopsi resmi diterima penyidik.
“Kalau penyebab kematiannya, kami belum bisa memastikan. Autopsi dilakukan atas persetujuan suami korban,” ungkapnya.
Autopsi terhadap jenazah F telah dilakukan oleh tim medis forensik di RS Bhayangkara Makassar. Namun, hasil pemeriksaan tersebut masih belum diserahkan kepada pihak kepolisian.
Selain autopsi, penyidik juga mengirimkan sampel organ korban ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lanjutan. Langkah ini dilakukan guna mendeteksi kemungkinan adanya unsur kekerasan, racun, atau zat lain yang berpotensi menyebabkan kematian.
“Kita masih menunggu hasilnya. Kemungkinan minggu ini keluar,” kata Devi, seraya menegaskan bahwa hasil laboratorium akan menjadi kunci penting dalam penentuan arah kasus.
Di sisi lain, penyidik telah memeriksa rekaman CCTV hotel. Hasil sementara menunjukkan bahwa korban datang bersama seorang pria saat check-in, bukan sendiri, meski korban diketahui telah memiliki suami.
“Sudah dicek. Dia check-in dengan seorang pria,” tutur Devi singkat.
Informasi yang beredar di kalangan terbatas menyebutkan bahwa pria tersebut merupakan oknum anggota TNI AD berinisial M, yang diduga memiliki hubungan terlarang dengan korban sebelum peristiwa kematian terjadi.
Namun, informasi ini masih bersifat dugaan dan belum dikonfirmasi secara resmi.
Sementara itu, Dandenpom XIV/4 Makassar, Letkol Cpm Ajumalahi, mengaku belum menerima laporan atau informasi terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kasus tersebut.
“Mohon maaf, belum ada infonya,” ujarnya singkat.
Kini, publik menanti hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik yang diharapkan dapat membuka tabir penyebab kematian F, sekaligus menjawab pertanyaan besar tentang peran pihak-pihak yang berada bersama korban sebelum nyawanya berakhir di balik pintu kamar hotel.