Iklan

Heboh Dugaan Setoran Bantuan Alsintan, Kades Abbumpungeng Tegas Sikapi Kelompok Tani Abal-Abal

Redaksi-timurkota
Sabtu, November 22, 2025 | 5:04 AM WIB Last Updated 2025-11-21T22:04:56Z

Ilustrasi bantuan alsintan (Foto: Dok. Istimewa)

Penulis: Syamsul Bahri Arafah 

TIMURKOTA.COM, BONE- Dugaan adanya setoran uang untuk mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kembali mencuat di Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone. 

Informasi tersebut beredar setelah beberapa warga mengeluhkan permintaan biaya oleh oknum tertentu agar kelompok tani mereka bisa masuk daftar penerima bantuan. 

Situasi ini langsung mendapat perhatian pemerintah desa karena dinilai berpotensi merugikan petani.

Kepala Desa Abbumpungeng menegaskan bahwa bantuan Alsintan dari pemerintah bersifat gratis dan tidak boleh dipungut biaya apa pun. 

Ia juga menyoroti keberadaan kelompok tani abal-abal yang diduga sengaja dibentuk untuk memanipulasi data pengajuan bantuan. 

Pihak pemerintah desa berkomitmen menindaklanjuti dugaan tersebut melalui koordinasi dengan instansi terkait dan memastikan setiap bantuan diterima oleh kelompok tani yang sah. 

Kepala desa juga mengimbau warga melapor jika menemukan praktik pungli atau manipulasi data penerima bantuan. 

Ia menyatakan bahwa transparansi dan kejujuran menjadi kunci agar program Alsintan berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat maksimal bagi petani.

Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bone menuai sorotan tajam dari Pemerintah Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina. 

Pasalnya, diduga terdapat praktik setoran uang dari kelompok tani demi memperoleh bantuan hand traktor.

Kepala Desa Abbumpungeng, Drs. Andi Enasong, saat ditemui Timurkota.com pada Rabu (28/05/25), mengungkapkan bahwa dua kelompok tani di wilayahnya terpaksa membayar masing-masing Rp10 juta hingga Rp15 juta agar dapat menerima bantuan hand traktor.

“Salah satu kelompok tani yang kami ketahui adalah Kelompok Tani Caloko 1, diketuai Marlina, warga Dusun Lerang. Mereka menyetorkan uang sebesar Rp10 juta ke pihak Dinas Pertanian,” ujar Andi Enasong.

Selain Caloko 1, kelompok tani lainnya juga diduga melakukan pembayaran serupa dengan nilai yang lebih tinggi, yakni Rp15 juta. 

Dugaan praktik semacam ini menimbulkan kekecewaan dari pihak pemerintah desa, terutama karena ada proposal resmi yang telah diajukan sejak tahun lalu namun hingga kini belum terealisasi.

“Kami kecewa, karena kelompok tani yang resmi justru belum mendapatkan bantuan, sementara ada kelompok-kelompok abal-abal yang tidak pernah melakukan musyawarah atau ada berita acara pembentukan, malah diberikan bantuan hand traktor,” tambahnya.

Andi Enasong juga menyebut, salah satu kelompok yang menerima bantuan bahkan tidak melalui prosedur yang semestinya. 

“Kelompok Tani Bulu Lerang, misalnya, tidak pernah dibentuk melalui berita acara dari kepala desa dan tidak pernah ada pertemuan musyawarah. Tapi mereka dapat traktor,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pihak Inspektorat Kabupaten Bone sempat menanyakan keberadaan traktor tersebut. 

“Memang ada barangnya, tapi proses pengadaannya tidak sesuai aturan dan transparansi,” ungkap Enasong.

Pemerintah Desa Abbumpungeng mendesak agar pihak terkait, khususnya Dinas Pertanian dan aparat penegak hukum, melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan praktik pungutan liar ini, serta meninjau ulang penyaluran bantuan alsintan agar sesuai dengan prosedur dan asas keadilan. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Heboh Dugaan Setoran Bantuan Alsintan, Kades Abbumpungeng Tegas Sikapi Kelompok Tani Abal-Abal
« Prev Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }