Iklan

Soal Keluhan Pembayaran STNK Diduga Ditilep, Aktivis Mahasiswa dan Kanit Regident Polres Bone Angkat Bicara

tim redaksi timurkotacom
Rabu, Maret 20, 2024 | 10:33 PM WIB Last Updated 2024-03-20T15:33:51Z

Penulis: Muis
Editor: Herman Kurniawan

Kanit Regident Sat Lantas Polres Bone, Iptu Andi Aswan (Foto: Dok. Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE- Pasca beredarnya pemberitaan pelayanan Samsat keliling yang dikeluhkan warga di Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone pada Rabu (20/03/2024), di tanggapi aktivis mahasiswa.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bone, Muhammad Akbar menegaskan bahwa hal tersebut harus segera ditindaklanjuti. Jika hal ini dibiarkan tanpa ada kepastian tentu ini akan mencederai marwah kepolisian.

"Harus ditindaklanjuti karena ini merugikan masyarakat. Dan jangan sampai terjadi juga di Kecamatan lain" Ungkapnya.

Kemudian, dirinya menyampaikan bahwa Samsat harus segera memberikan kepastian kepada masyarakat yang menjadi korban dan melakukan penyelidikan serta evaluasi terhadap oknum anggota yang terlibat, jangan sampai oknum anggota yang terlibat bukan cuma satu orang.

"Jika pelayanan buruk di Samsat tidak ditindaklanjuti, maka kami bersama warga akan melakukan aksi demonstrasi karena ini menyangkut pelayana publik" Tuturnya.

Sementara itu, Kanit Regident Sat Lantas Polres Bone, Iptu Andi Aswan saat ditemui tim timurkota.com menyampaikan bahwa kejadian tersebut murni penggelapan.

"Uangnya diambil tapi prosesnya tidak jalan. Dan kami di kantor tidak mengetahui hal ini karena berkasnya memang tidak masuk di kantor tapi dipegang oleh oknum. Kami baru tahu kalau ada kejadian seperti ini setelah adanya pemberitaan" ungkapnya.

Selanjutnya, dirinya menyampaikan bahwa oknum sekarang tengah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Sulsel.

"Sementara di periksa. Saya rasa pasti selesai, apalagi oknumnya adalah seorang polisi" tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa terima kasih atas adanya pemberitaan yang diterbitkan.

"Saya pribadi berterima kasih karena dengan adanya berita yang beredar saya bisa tahu bahwa ada kejadian seperti itu" Tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Desa Mallinrung, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone mengeluhkan pelayanan program Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel khususnya pada Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Keliling.

Pasalnya, mereka telah membayar Rp600 ribu untuk kepengurusan ganti Plat motor, kemudian mobil mencapai Rp2 juta namun hingga saat ini tak kunjung selesai.

Salah satu warga berinisial, Y mengatakan dirinya telah menyetor uang sebesar Rp600 ribu dan diterima langsung petugas yang berstatus oknum anggota kepolisian berinisial, AB.

"Memang pak AB ini petugas yang saat itu menerima uang pembayaran Rp600 ribu lebih. Semua yang mengurus waktu itu tidak ada selesai sampai sekarang," ungkapnya.

Para warga merasa was-was pasalnya, saat ini AB tak dapat lagi dihubungi. Padahal warga ingin menanyakan proses pergantian plat kendaraan itu.

"Kalau target waktu selesai pengurusan tidak ada nabilang. Namun setelah dua minggu itu STNK, saya bertanya bilang pak, belum jadi, bilang saja iye belum," terangnya.

Memasuki minggu ketiga, dirinya kembali bertanya. Saat itu masih direspon oleh oknum anggota polisi tersebut.

"Jadi setelah sudah memasuki minggu ke tiga bertanya maka lagi, bilang pak apa belum jadi kareja sudah mau ambil, bilangnya pak AB, belum bu karena belum dicetak, habis katanya plat," terangnya.

Karena penasaran, warga kemudian mendatangi petugas Samsat keliling saat berada di Kecamatan Libureng. 

Mereka dibuat kaget karena petugas baru mengatakan, saat dicek rupanya uang pembayaran tidak sampai ke Bapenda.

"Iye hari senin kemarin, saya tanyakan ke petugas samsat baru yang penggantinya pak AK, namun katanya pembayaran kami belum sampai ke Makassar," lanjutnya.

Setelah menerima informasi bahwa uang hasil pembayaran mereka belum sampai ke Bapenda Sulsel. Warga kemudian mencoba menghubungi, AB namun tak direspon.

"Sempat saya hubungi tapi tak direspon. Bahkan sampai sekarang kalau di chat hanya ceklis dua tapi tidak dibalas," tukasnya.

Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muhtar SH yang dikonfirmasi timurkota.com terkait dugaan permainan diduga dilakukan oknum anggotanya, dia mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Samsat.

"Makasih infonya, tentu informasi ini akan kita sampaikan langsung dan segera ditindaklanjuti," imbuhnya. 

Sementara itu informasi yang diperoleh tim timurkota.com, Oknum anggota Polri, AB saat ini tak lagi bertugas di Samsat. Beberapa waktu lalu dirinya dipindah tugaskan ke Polsek Lamuru.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Soal Keluhan Pembayaran STNK Diduga Ditilep, Aktivis Mahasiswa dan Kanit Regident Polres Bone Angkat Bicara

Jangan lupa ikuti kami di


Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }