![]() |
| Tim gabungan BPBD dan Satpol PP melakukan proses evakuasi terhadap ternak yang jatuh di sumur di Kabupaten Bone. (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE- Seekor sapi betina dilaporkan terjatuh ke dalam sumur di wilayah permukiman warga, sehingga memicu kepanikan dan menarik perhatian masyarakat sekitar.
Peristiwa tersebut segera dilaporkan ke pihak berwenang karena dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan hewan maupun warga di sekitar lokasi.
Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung diterjunkan ke lokasi.
Dengan menggunakan peralatan evakuasi dan tali pengaman, petugas bekerja secara hati-hati untuk mengangkat sapi dari dalam sumur yang cukup dalam.
Setelah melalui proses evakuasi yang berlangsung cukup dramatis, sapi betina tersebut akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.
Warga mengapresiasi kesigapan petugas dan diimbau untuk menutup atau mengamankan sumur terbuka guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Tim TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone bersama Satgas Satpol PP diterjunkan melakukan proses evakuasi terhadap sapi betina yang jatuh di sumur warga di Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Jumat (22/09/23) Pukul 14.05 Wita.
Dua tim yang diturunkan masing-masing dipimpin, Muh Nur Fajar yang merupakan Kasi Kesiapsiagaan BPBD Bone sementara dari Satgas Satpol PP dipimpin oleh Kasi Pelatihan dan Mobilisasi, Syahruddin Achmad.
Dari informasi yang diperoleh di Tempat Kejadian Perkara (TKP), warga yang biasanya menggunakan sumur tersebut untuk keperluan air bersih dikagetkan dengan adanya ternak sapi di dasar sumur.
Mereka langsung menghubungi pihak BPBD yang kemudian berkoordinasi dengan Satpol PP untuk bersama-sama turun ke lapangan melakukan proses evakuasi.
Diduga pemilik sapi menyangka akan diproses hukum jika ketahuan bahwa dirinya sebagai pemilik hingga tak ada yang mengakui sapi tersebut.
"Untuk proses evakuasi ternak yang terjatuh di sumur itu, menggunakan sitem Vertical Rescue. Alat yang digunakan, menggunakan dua sistem, satu sistem seorang penolong (petugas) dan satu sistem untuk ternak. Kita menggunakan tali karmantel. Khusus alat vertikal untuk mengevaluasi hewan ke dalaman maupun ketinggian," imbuh Muh Nur Fajar.
Sementara terkait kronologi kejadian sehingga ternak jatuh ke dalam sumur hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Mengingat saat kejadian tak ada warga yang melihat secara langsung.
"Ternak berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mengenai kronologi belum diketahui secara pasti," ungkap, tegas Syahruddin Achmad Kasi Pelatihan dan Mobilisasi Satpol PP.
Sekadar diketaui sapi betina tersebut berhasil dievakuasi dari kedalaman 10 meter.


