Iklan

Gernas El Nino di Bone, Mentan SYL Siapkan Bantuan Pupuk Gratis Hingga Mesin Pertanian

herman kurniawan~timurkotacom
Selasa, September 19, 2023 | 5:57 PM WIB Last Updated 2023-09-19T10:57:17Z

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bersama Bupati Bone, DR HA Fahsar M Padjalangi M.Si (Foto: Dok. Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Bone, DR HA Fahsar M Padjalangi M.Si dan Anggota DPR RI, melakukan kick off Gerakan Nasional (Gernas) Antisipasi Dampak El Nino di Kabupaten Bone. 

Gerakan tanam padi dilaksanakan di lahan dengan luas 16.065 ha di Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe, pada Selasa (19/09/23).

Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan persnya mengatakan, gerakan antisipasi El Nino atau kemarau panjang ini sangan penting dilakukan sebagai upaya menjaga stok pangan. 

"Jila tidak ada antisipasi dengan baik, maka el nino ini akan berdampak langsung pada penurunan produksi. Dan tentunya di Kabupaten Bone sangat penting dilakukan," ungkap SYL.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini bahkan memibya agar di Kabupaten Bone ada perluasan sawah hingga 20 ribu hektar. 

Untuk memuluskan upaya itu, pihaknya akan menyiapkan bantuan berupa, bibit, pupuk hingga mesin pertanian. Kemudian paling penting adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Saya minta di Kabupaten Bone ini jangan hanya 16.065 hektar, tapi 20 ribu hektar. Kami dukung dengan memberi bantuan gratis berupa bibit, pupuk, alat mesin pertanian. Kami pun menyiapkan KUR untuk petani. Lahan 20 ribu ini, kita jadikan sebagai sawah abadi, tidak boleh dialihfungsikan karena khusus menjadi penghasilkan pangan, kekuatan daerah dan negara dalam menghadapi tantangan ke depan," sebut Mentan SYL.

Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini menjelaskan Kementan memiliki upaya dalam mengantisipasi dan adaptasi dampak El-Nino, di antaranya Imidentifikasi dan mapping lokasi terdampak kekeringan, serta mengelompokkan menjadi daerah merah, kuning dan hijau. 

Selanjutnya, percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan, peningkatan ketersediaan alsintan untuk percepatan tanam dan peningkatan ketersediaan air.

"Di Bone ini pun kami lakukan seperti itu. Ada daerah merah, kuning dan hijaunya. Sesuai perintah Bapak Presiden, dalam menghadapi El Nino untuk menyiapkan penambahan lahan yang ditangani intensif seluas 500 ribu hektar di 10 provinsi dan 100 kabupaten sentra produksi, termasuk Kabupaten Bone. Daerah lainya pun kami programkan ada tambah tanam 1.000 hektar per kabupaten," tuturnya.

"Kami harapkan, Gernas El Nino dengan Gerakan Tanam ini dapat mendorong provinsi lain untuk segera bergerak dalam upaya penanganan dampak El Nino yang operasional, sehingga ketersediaan pangan pokok kita tetap tersedia," sambung Mentan SYL.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi menambahkan dalam mengantisipasi dampak El Nino, tidak hanya mendorong percepatan tanam tapi juga mendorong petani untuk tidak bergantung pada pupuk kimia, tapi menggunakan pupuk atau bahan ramah lingkungan khususnya Elisitor Biosaka. 

Inovasi Biosaka itu bukan pupuk tapi bahan alami yang mengandung elisitor yang dapat menyuburkan lahan, meningkatkan produktivitas, menekan hama penyakit dan mengefisiensikan biaya usaha tani.

"Gernas El Nino di Bone ini diarahkan pada lahan potensial untuk meningkatkan indek pertanaman padi dengan padi genjah dan tahan kekeringan. Dan kami terus mendorong petani untuk melakukan efisiensi biaya dan menggunakan input dari bahan organik dan alami sehingga ramah lingkungan. Tadi Bapak Menteri memimpin langsung pembuatan biosaka dan diikuti oleh berbagai pihak cukup meriah," ujarnya.

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengapresiasi perhatian penuh Mentan SYL terhadap pertanian Kabupaten Bone. Pasalnya, Bone merupakan daerah penyangga pangan khususnya beras nasional, yakni peringkat 4 kabupaten produsen beras nasiona yang harus dijaha produksinya di tengah ancaman El Nino.

"Kami selalu menjaga produktivitas pertanian. Hingga saat ini Bone tidak pernah keluar dari 10 besar peringkat penghasil beras nasional dan tahun ini peringkat ke 4 nasional. Dan Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah pengendalian inflasi terbaik. Untuk mengendalikan inflasi, kami mengadakan pasar murah, salah satunya beras dengan harga murah," ucap Fahsar.

Perlu diketahui, luas baku sawah Kabupaten Bone 118.703 ha, dengan budidaya padi IP 400 seluas 3.000 dan produktivitas 6,4 ton perhektar. 

Produksi beras di Bone periode Januari hingga Oktober 2023 sebesar 429.983 ton. Adapun jumlah konsumsi beras penduduknya 74.658 ton, sehingga Kabupaten Bone memiliki surplus beras sebanyak 355.325 ton.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gernas El Nino di Bone, Mentan SYL Siapkan Bantuan Pupuk Gratis Hingga Mesin Pertanian

Jangan lupa ikuti kami di


Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }