Iklan

Aktivis Minta APH Tak Tutup Mata Soal Tambang Galian C yang Diduga Beroperasi Tanpa Izin di Wollangi

herman kurniawan~timurkotacom
Minggu, September 10, 2023 | 6:23 AM WIB Last Updated 2023-09-09T23:37:46Z

Terlihat gunung mulai rata setelah dijadikan lokasi tambang Galian C selama lima tahun di Desa Wollangi, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Foto: Dok. Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE- Aktivitas Tambang Galian C di Desa Wollangi, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang diduga tak mengantongi izin disoroti banyak kalangan. 

Salah satunya, Aktivis Pemuda Kabupaten Bone, Muis Pamungkas. Ia bahkan meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini pihak Kepolisian Resort Bone tak tutup mata terkait dengan aktivitas tambang di wilayah hukumnya. 

"APH mesti usut, apalagi kalau aktivitas mereka berpotensi merusak. Wilayah di sana ada sumber mata air, kemudian pemukiman warga sangat dekat," tukasnya. 

Ia melanjutkan, ketika ada klaim bahwa lokasi tambang tersebut telah mengantongi izin. Maka harus diperjelas izin seperti apa yang dimiliki.

"Izin apa dulu, tambang itu bukan hanya satu izin. Jangan-jangan baru pengusulan sudah dianggap izin. Kalaupun ada, ketika aktivitas mereka berpotensi merusak, ya pihak yang mengeluarkan izin juga perlu turun evaluasi, kalau perlu cabut izinnya," lanjut dia. 

Muis mengatakan, pihak kepolisian harus berani bertindak untuk menutup tambang kemudian memeriksa semua pihak yang terkait. 

"Semua pihak yang terkait dari mulai pemerintah desa setempat. Karena tidak mungkin tambang sebesar itu beroperasi selama lima tahun tanpa ada persetujuan dari pemerintah desa," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas tambang galian C di Desa Wollangi, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan disorot.

Dari hasil investigas yang dilakukan tim kunderuz Bone yang terdiri dari beberapa media menemukan adanya sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan pemilik tambang. 

Salah satunya lokasi tambang berdekatan dengan pemukiman penduduk setempat. Bahkan ada rumah warga berada tepat di kaki gunung lokasi tambang. 

Ketika batu material jatuh dari lokasi tambang berpotensi menimpa rumah warga. Selain itu pada musim hujan potensi longsor terjadi cukup besar.

Tambang tersebut diduga beroperasi secara ilegal dan hanya mendapat persetujuan dari pemerintah setempat.

Dari informasi yang diperoleh, luas lokasi tambang di Desa Wollangi kurang lebih 48 hektar. Aktivitas tambang tersebut telah beroperasi sejak lima tahun terakhir.

Tim sempat naik ke gunung lokasi tambang. Di sana terpantau alat berat yang saat itu tidak beroperasi, menurut keterangan penjaga, nanti beroperasi ketika ada pesanan dari sopir. 

"Harga di sini satu truk timbunan Rp350 ribu. Sama semua harga tambang di Bone, itu belum sewa mobil yang mengantarkan ke tempat tujuan," tukas seorang pria penjaga tambang berambut pirang saat ditemui tim, Sabtu (09/09/23)

Ia melanjutkan, pihaknya selaku penjaga di lokasi tambang telah memiliki beberapa langganan sopir untuk memesankan timbunan.

"Kalau mengenai harga pengantaran dia yang lebih tahu karena dia ini sopir mobil," lanjut sambil menunjuk rekannya yang duduk di samping kanannya. 

Pria berambut gonrong tersebut menyebut bahwa pemilik tambang bernama Pandi.

"Iye pak Pandi yang punya, bisa juga kita telepon langsung tanyakan harga," imbuhnya. 

Dia mengatakan, Kepala Desa Wollangi biasa datang ke area tambang meski hanya sesekali. 

"Jarang datang, tapi biasaji,"tutupnya. 

Sementara Kepala Desa Wollangi, Gusnaeni SP.d yang hendak dikonfirmasi timurkota.com mengatakan pihaknya tidak ada kaitan dengan tambang tersebut. 

"Maaf kalau masah tambang tidak ada urusan saya, lansung miki kepemilik tambang dan pengelolanya," ungkapnya melalui pesan WhatsApp. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Aktivis Minta APH Tak Tutup Mata Soal Tambang Galian C yang Diduga Beroperasi Tanpa Izin di Wollangi

Jangan lupa ikuti kami di


Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }