Iklan

5 Fakta Jalur Maut Kelling: Lokasi Kapolsek Ponre Tewas, Jalan Sempit hingga Tikungan Dekat Jurang

tim redaksi timurkotacom
Minggu, November 30, 2025 | 5:58 PM WIB Last Updated 2025-11-30T10:58:04Z

Kapolsek Ponre, AKP Asman Sihombing meninggal dunia dalam kecelakaan maut di Poros Kelling, Senin (06/02/23)

TIMURKOTA.COM, BONE- Tragedi yang menewaskan Kapolsek Ponre kembali menyoroti bahaya di jalur Kelling, sebuah rute yang dikenal sebagai salah satu jalur paling rawan kecelakaan di wilayah tersebut. 


Jalan yang sempit dan minim rambu keselamatan membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk.

Selain kondisi jalan yang tidak memadai, jalur ini dipenuhi tikungan tajam yang membatasi jarak pandang pengendara. 

Beberapa titik bahkan berada tepat di sisi jurang tanpa pagar pengaman yang memadai. 

Situasi ini memperbesar risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang tidak familiar dengan kontur jalan atau melaju dengan kecepatan tinggi.

Peristiwa yang merenggut nyawa Kapolsek Ponre menambah panjang daftar insiden di jalur tersebut. 

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh, mulai dari pelebaran jalan hingga pemasangan rambu dan penerangan. 

Upaya ini dianggap penting untuk mencegah jatuhnya korban tambahan dan memastikan keselamatan pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Nyawa Kapolsek Ponre, AKP Asman Sihombing tak tertolong. Tubunya terlempar ke jurang hingga jatuh ke sungai bersama dengan motor NMAX yang dia kendarai melintas di Jalan Poros Kelling, Desa Ajangpulu, Kecamatan Cina, Senin (06/02/23) Sore hari.

Jangan Lewatkan: Motor yang Dikendarai Terjun Ke Jurang, Kapolsek Ponre Meninggal Dunia Saat Dilarikan ke Rumah Sakit  


Jangan Lewatkan: Kapolsek Ponre Dikabarkan Alami Kecelakaan Tunggal, Dilarikan Ke Rumah Sakit Dalam Keadaan Tak Sadarkan Diri

Menurut keterangan saksi mata, AKP Asman Sihombing ditemukan tergeletak di sungai tak jauh dari sepeda motornya. Sungai tersebut terletak didasar jurang yang tingginya kurang lebih 20 meter.

Saat ditemukan, kondisinya masih bernafas namun tak sadarkan diri. Warga kemudian berupaya mempercepat proses evakuasi lalu dilarikan ke rumah sakit. 

Namun diperkirakan dalam perjalanan, Kapolsek yang baru sepekan menjabat di Ponre ini menghembuskan nafas terakhirnya. 

Tim timurkota.com mencoba melakukan penelusuran terkait dengan kondisi jalan di lokasi. Dari keterangan diperoleh dapat digambarkan terkait lima fakta Poros Kelling seperti berikut: 

1. Kondisi Jalan Sempit

Jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Cina dengan Ponre ini terbilang sempit. 

Penduduk setempat menyebut, jalan tersebut membahayakan pengendara. Apalagi baru pertama kali melintas di lokasi.

Letak kejadian ini tak jauh dari jembatan. Kondisi jalan sempit kemudian tak ada pembatas. Di samping kanan jalan jurang yang cukup dalam. 

"Meski masih digarap warga untuk ditanami jagung. Namun jurang ini ketika ada pengendara baik motor maupun mobil keluar jalur maka dipastikan akan terjun sampai ke dasar jurang, ini dialami pak Kapolsek kemarin," ungkap, Mardi.

Mardi melanjutkan, andai ada pembatas jalan. Bisa jadi motor yang dikendarai tidak meluncur sampai ke dasar jurang.

"Kalaupun kendaraan tidak kencang, kalau keluar jalur pasti akan sampai ke dasar jurang. Karena di lokasi ini merupakan kebun milik warga," lanjut dia.

2. Tikungan Tajam Sebelum Jembatan

Poros Kelling juga terdapat beberapa tikungan tajam. Bagi pengendara yang baru melintas di lokasi perlu berhati-hati.

Pasalnya beberapa tikungan terhalang gunung dan bangunan rumah. Menurut keterangan, Mardi. 

Warga setempat pun berhati-hati ketika melintas meski mereka sudah hafal dengan kondisi jalan di lokasi.

"Berbahaya, apalagi kalau sore. Biasa jalan ramai, karena ini akses utama warga ke kebun juga," ungkapnya.

Ia mengisahkan pernah hampir jadi korban kecelakaan saat melintas di lokasi. 

"Saya juga pernah awal tahun 2022 lalu. Waktu pulang dari kebun bawa rumput, tiba-tiba berpapasan dengan pengendara motor di tikungan. Memang di sini harus hati-hati," ungkapnya.

3. Pengemudi Kendaraan Tradisional Dompeng Pernah Alami Kecelakaan

Tak jauh dari TKP Kecelakaan Maut yang dialami AKP Asman Sihombing, pengemudi kendaraan tradional Dompeng juga pernah mengalami hal yang sama.

Saat mengemudikan dompeng, tiba-tiba hilang kendali dan terbalik. Beruntung, tidak sampai masuk ke jurang.

"Sempat juga beberapa kali dompeng terguling. Beruntung pengemudi lompat jadi dia selamat," ungkap Mardi Lagi.

4. Cerita Mistis Dikesampingkan 

Menurut, Mardi. Ada banyak cerita-cerita mistik di lokasi. Namun menurutnya, itu tak perlu dikembangkan karena berpotensi mengganggu aktivitas warga.

"Kalau carita begitu mesti ada, kan lokasi ini pegunungan. Namun tak perlu diekspose takutnya masyarakat takut beraktivitas pada malam hari di sekitar lokasi," imbuh dia.

Dia meyakini, bahwa setiap tempat yang kerap terjadi kecelakaan apalagi sampai menimbulkan korban jiwa ada mahluk halus sebagai penunggu.

"Itu bisa saja, namun sampai saat ini belum ada cerita dari masyarakat terkait dengan adanya mahluk halus penunggu di lokasi," tukasnya.

5. Tingkatkan Kewaspadaan Saat Melintas di Lokasi

Pengendara yang hendak melintas di jalan poros Kelling diharap tetap mengutamakan keselamatan dengan meningkatkan kewaspadaan saat melintas di lokasi.

Terlebih lagi pada malam hari. Mengingat kondisi jalan di lokasi gelap sehingga potensi terjadinya kecelakaan cukup tinggi.

"Kalau malam hari paling bahaya karena kondisi jalan gelap. Begitu juga ketika turun hujan," tutup Mardi.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 5 Fakta Jalur Maut Kelling: Lokasi Kapolsek Ponre Tewas, Jalan Sempit hingga Tikungan Dekat Jurang
« Prev Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }