timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Soal Kinerja Wasit, Pelatih RANS dan PSM Sepakat: 'Rampok' Kemenangan, Sanksi Tak Berdasar

Baca Juga

Wiwink-Bola, Sabtu 10 Desember 05:44 WIB

Djajang Nurjaman dan Bernardo Tavares

TIMURKOTA.COM, SLEMAN- Djajang Nurjaman Pelatih Persikabo 1973 murka setelah timnya ditahan imbang RANS Nusantara FC.


Penyebabnya adalah dua gol anak asuhannya dianulir oleh wasit. Menurut eks Pelatih yang pernah mengantarkan Persib Bandung sebagai juara itu dua gol pemainnya sah namun oleh wasit dianulir.

Djajang bahkan beberapa kali geleng-geleng kepala usai pertandingan. Dirinya menyebut secara kasat mata hasil pertandingan imbang 1-1, namun sebetulnya yang terjadi di lapangan timnya menang 3-1.

Persikabo 1973 ditahan imbang 1-1 oleh RANS Nusantara FC pada Jumat (9/12/22) sore di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Persikabo 1973 unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Bruno Dybal.

Lalu jelang akhir babak pertama, RANS Nusantara FC berhasil menyamakan kedudukan melalui tembakan jarak dekat Septian Satria Bagaskara.

Saat paruh kedua, kedua tim meningkatkan intensitas serangan.

Namun ada dua momen kontroversial pada laga ini yang merugikan Persikabo 1973. Dua momen tersebut adalah dua gol Gustavo Tocantins yang dianulir wasit.

Karena itu, Djajang Nurdjaman meradang pada sesi konferensi pers setelah laga melawan RANS Nusantara FC.

Menurutnya, skor pertandingan seharusnya adalah 3-1 untuk keunggulan timnya.

"Sore ini hasilnya 1-1 itu yang resmi, tapi apa yang terjadi di lapangan harusnya 3-1," ujar Djajang Nurdjaman.

"Kami tidak terlalu ngotot dan tidak mempermasalahkan," lanjutnya.

Mengenai dua keputusan kontroversial terkait dua gol Persikabo, Djajang Nurdjaman mengaku bahwa gol tersebut seharusnya sah.

Gol pertama terjadi usai tembakan Gustavo Tocantins sempat melewati garis gawang pada babak kedua.

Setelah itu momen kontroversial terjadi lagi sebelum waktu injury time babak kedua berakhir.

Kerjasama apik Persikabo 1973 berhasil diselesaikan oleh Gustavo Tocantins.

Sayang asisten wasit terlebih dahulu mengangkat bendera offside.

Hal tersebut ia ketahui setelah memeriksa tayangan ulang yang diterima melalui pesan singkat.

"Selesai laga saya mendapat pesan singkat dari teman-teman yang nonton di televisi kalau dua gol itu sah gol," ujar Djajang Nurdjaman.

"Yang satu sudah masuk ke dalam, yang satu tidak offside," lanjutnya.

Eks pelatih Persib Bandung tersebut meminta PSSI dan LIB untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan wasit.

Ia juga mempertanyakan urgensi adanya wasit dibelakang gawang yang punya kewajiban untuk mengesahkan gol di garis gawang.

"Saya mengimbau kepada LIB federasi adanya perbaikan menyeluruh termasuk wasit," ujar Djajang Nurdjaman.

"Itu saja komentar saya, seakan kemenangan kami sore ini dirampok oleh wasit," tutup pelatih Persikabo 1973 itu

Protes juga sempat dilayangkan pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares menilai wasit terlalu muda menghukum dan mengeluarkan kartu kuning buat PSM Makassar. 

"Saya menilai wasit terlalu muda memberi kartu kuning kepada pelatih. Saya dalam memberi instruksi di luar lapangan punya emosi. Perasaan tentu harus berikan instruksi berekspresi," tukasnya.


Ia melanjutkan, tak ada kata-kata kasar dan tindakan lain kepada pengadil lapangan. Bernardo hanya menyampaikan kritikan lantaran beberapa insiden pelanggaran keras terhadap pemainnya namun luput dari hukuman kartu buat lawan.

"Saya tahu dan berekspresi terhadap aturan saya tahu. Misalnya teknis aturan tekel, ini bisa dikartu dan itu tidak. Inilah yang membuat saya berekspresi," tutup dia.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close