timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Pemain PSM Memohon Doa dan Dukungan Suporter di Tengah Banyaknya Keputusan Komdis PSSI Rugikan Pasukan Ramang

Baca Juga

Wiwink-Bola, Kamis 8 Desember 04:12 WIB

Tim PSM Makassar mengikuti latihan rutin sebelum jalani pertandingan di Liga 1 2022

TIMURKOTA.COM, YOGYAKARTA- Banyaknya keputusan yang merugikan membuat Pemain PSM Makassar pasrah. Mereka tak tahu kemana untuk memprotes dan meminta kejelasan atas tindakan yang merugikan timnya.


Kiper PSM Makassar, Reza Arya Pratama mengatakan, apa yang dialami pelatihnya murni protes biasa. Namun kemudian wasit berpandangan lain.

"Kemudian dari wasit sendiri, tidak ada penjelasan apa dasarnya kartu itu. Kami anggap sangat tidak berdasar,"ungkapnya.

Namun menurutnya, pemain tak punya memampuan memprotes dan menanyakan ke federasi PSSI. 

Olehnya, Reza hanya pasrah dan meminta doa dari suporter agar tim PSM Makassar mampu melalui pertandingan dengan hasil menggembirakan ditengah banyaknya keputusan Komdis yang rugikan tim.

Pelatih Sementara PSM Makassar, Paulo Duarte juga mengatakan, dirinya berharap dukungan agar dalam pertandingan mendapatkan hasil maksimal.

"Kami layaknya sebuah keluarga butuh dukungan agar dapat meraih hasil terbaik dalam pertandingan," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, dua masalah menghampiri tim PSM Makassar jelang berhadapan dengan Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Liga 1 2022 pekan ke-13 di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (08/10/22) Pukul 15.30 Wita.

Di tengah ambisi PSM Makassar untuk mempertahankan rekor sebagai tim tak terkalahkan pada ajang BRI Liga 1 musim ini justru Pasukan Ramang ditimpa masalah.

Mereka masih belum dapat memainkan kapten tim, Wiljan Pluim harus menuntaskan sanksi lima pertandingan akibat insiden prortes terhadap kepemimpinan wasit dalam laga melawan Persik Kediri beberapa waktu lalu.

Ketidak hadiran Wiljan Pluim coba diatasi tim pelatih dengan menempatkan Kenzo Nambu pada posisi gelandang serang. Meski belum semaksimal Pluim. Peran Kenzo masih terbilang cukup maksimal setidaknya dalam empat pertandingan terakhir.

Masalah kedua yang menimpa PSM Makassar, yakni Pelatih Kepala Bernardo Tavares terkena akumulasi kartu kuning sehingga ia tak diperbolehkan mendampingi tim PSM Makassar saat menghadapi Persita Tangerang.

Dengan begitu, Bernardo Tavares telah mengantongi dua kartu kuning. Sebelumnya pelatih berusia 43 tahun ini menerima kartu kuning saat PSM Makassar mengalahkan Arema FC di Stadion BJ Habibie, Parepare pada Sabtu (20/8/2022).

Jika merujuk pada Pasal 57 Ayat 2 Regulasi Liga 1 2022-2023 dijelaskan, official yang memperoleh akumulasi dua kartu kuning dalam dua pertandingan berbeda selama berlangsungnya Liga 1 tidak diperkenankan mendampingi satu kali pertandingan.

Ofisial yang memperoleh akumulasi di kartu kuning dalam dua pertandingan yang berbeda selama berlangsungnya BRI Liga 1, tidak diperkenankan untuk mendampingi satu kali pertandingan pada pertandingan berikutnya setelah akumulasi tersebut tercapai. 

"Aturan ini juga berlaku untuk kelipatan berikutnya (keempat, keenam, kedelapan, dan seterusnya)," tulis regulasi tersebut.

Pada pasal tersebut dijelaskan beberapa bagian yang masuk dalam kategori official diantaranya,manajer tim, pelatih kepala, asisten pelatih, tim media officer dan dokter tim.

Menanggapi kartu kuning bagi dirinya, Bernardo Tavares menilai wasit terlalu muda menghukum dan mengeluarkan kartu kuning buat PSM Makassar. 

"Saya menilai wasit terlalu muda memberi kartu kuning kepada pelatih. Saya dalam memberi instruksi di luar lapangan punya emosi. Perasaan tentu harus berikan instruksi berekspresi," tukasnya.

Ia melanjutkan, tak ada kata-kata kasar dan tindakan lain kepada pengadil lapangan. Bernardo hanya menyampaikan kritikan lantaran beberapa insiden pelanggaran keras terhadap pemainnya namun luput dari hukuman kartu buat lawan.

"Saya tahu dan berekspresi terhadap aturan saya tahu. Misalnya teknis aturan tekel, ini bisa dikartu dan itu tidak. Inilah yang membuat saya berekspresi," tutup dia.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close