timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Kuota Bea Siswa KIP STIA Prima Terbanyak di Kabupaten Bone, Kepala LLDIKTI: Berkat Perjuangan Ibu Ketua

Baca Juga

Wiwink-Kampus, Kamis 01 Desember 12:29 WIB

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Drs Andi Lukman M.Si didampingi Ketua STIA Prima Bone, Prof DR Dra Andi Cayaha M.Si secara simbolis menyerahkan buku tabungan kepada mahasiswa penerima Bea Siswa KIP, Kamis (01/12/22)

TIMURKOTA.COM, BONE- Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Drs Andi Lukman M.Si didampingi Ketua STIA Prima Bone, Prof DR Dra Andi Cayaha M.Si secara simbolis menyerahkan buku tabungan kepada mahasiswa penerima Bea Siswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). 


Penyerahan dilaksanakan di Aula Andi Asis Kampus II Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Prima Bone di Jl Urip Sumoharjo, Kota Watampone, Kamis (01/12/22) Pukul 09.00 Wita.

Penerima KIP di Kampus STIA Prima Bone merupakan yang terbanyak di Kabupaten Bone dengan total 163 kouta pada tahun 2022. 

Ketua STIA Prima Bone, Prof Dr Dra Andi Cahaya M.Si dalam sambutannya, menekankan kepada mahasiswa agar memaksimalkan bea siswa untuk menyelesaikan proses studi hingga menyandang status sarjana.

"Ini merupakan kesempatan besar bagi anak-anak ku sekalian. Jangan disia-siakan, bea siswa ini bisa saja dihentikan jika tak serius menuntut ilmu dan prestasi di kampus," ungkapnya.

Ia menyebutkan, mengenai kuota yang didapatkan, tak lepas dari peran pihak LLDIKTI wilayah IX.

"Bapak Kepala LLDIKTI telah memperjuangkan, dari beliau sehingga kita mendapatkan kuota yang terbanyak di banding kampus lain di Kabupaten Bone," ungkapnya.

Ia melanjutkan, predikat terbanyak penerima yang diperoleh Kampus STIA Prima didapatkan karena memenuhi semua persyaratan yang ada.

"Dari total 300 mahasiswa, kita mendapatkan 163 kuota. Itu artinya penerima bea siswa capai lebih 50 persen. Kita dapatkan karena memang memenuhi syarat," tukasnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Drs Andi Lukman M.Si dalam sambutannya mengatakan, kuota ini didapatkan tak lepas dari perjuangan Ketua STIA Prima Bone dengan cepat memenuhi kelengkapan yang menjadi syarat utama dari pihak penerima.

"Ini bukti bahwa ibu ketua telah berjuang maksimal hingga mampu mendapatkan kuota terbanyak diantara perguruan tinggi di Kabupaten Bone." Ungkapnya.

Ia kemudian meminta mahasiswa penerima bea siswa untuk berfokus pada proses kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat menyelesaikan studi lebih cepat dibanding mahasiswa lain.

"Bagi penerima bea siswa tak ada alasan untuk tidak berprestasi. Harus di atas mahasiswa lain. Bahkan kalau perlu selesaikan kuliah sebelum empat tahun," lanjutnya.

Andi Lukman berpesan kepada orang tua pendamping agar berkomitmen mendukung pendidikan anak dan tak perlu ragu soal biaya kuliah.

"Hanya pendidikan  yang dapat merubah nasib kita. Sehingga bantuan ini selama empat tahun harus dimaksimalkan sesuai peruntukannya. Dukungan dari pihak orang tua sangat dibutuhkan untuk mengontrol kuangan," harapnya.

Sementara, Firman Hamzah selaku penanggungjawab Seleksi KIP Kampus STIA Prima Bone, meminta kepada pihak penerima bea siswa KIP untuk menyampaikan kepada keluarga atau kerabat yang memiliki anak ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya untuk mendaftarkan pada program KIP di Kampus STIA Prima Bone.

"Untuk tahun depan kami tetap akan memperjuangkan calon mahasiswa, jadi kalau ada kerabat atau tetangga yang memang memenuhi syarat silahkan daftarkan kemudian  kami akan bimbing untuk memenuhi semua persyaratan. Karena ini merupakan bantuan dari pemerintah khusus untuk anak yang kurang mampu," imbuhnya.

Harnia salah seorang perwakilan orang tua penerima Bea Siswa mengucapkan terima kasih kepada Ketua STIA Prima dan Kepala LLDIKTI atas bantuan beasiswa yang diterima anaknya.

"Memang sejak awal saya berharap anak dapat bea siswa karena kami dari keluarga kurang mampu. Suami hanya bekerja sebagai petani bercocok tanam," ungkapnya saat ditemui media ini di halaman Kampus STIA Prima Bone.

Harnia melanjutkan, akan memantau anaknya dalam penggunaan bea siswa sesuai dengan perintah dari kampus.

"Ada beberapa hal, salah satunya, anak tidak boleh menikah sebelum tamat kuliah. Terus, saya akan koordinasi dengan pihak kampus untuk pantau penggunaan bea siswa," tutup dia.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close