timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Langganan Peraih Medali Emas 'Dianaktirikan', Anggaran Cabor Proprov Bone Bervariasi

Baca Juga

Wiwink-Bola, Jumat 21 Oktober 2022 10:04 WIB

Pengukuhan Kontingen Proprov Kabupaten Bone


TIMURKOTA.COM, BONE- Sejumlah masalah menerpa kontingen Kabupaten Bone jelang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Proprov) XVII Sulawesi Selatan yang akan dipusatkan di Kabupaten Sinjai-Bulukumba mulai 22-30 Oktober 2022.


Ada sejumlah cabang olahraga yang merupakan langganan medali emas seakan diabaikan. Salah satunya biliar, pada Proprov yang dipusatkan di Kabupaten Pinrang lalu, cabor ini berhasil mendulang dua medali emas, satu perak dan satu perunggu.

Namun disayangkan, jelang diberangkatkan ke Sinjai-Bulukumba, atlet biliar Bone belum mendapatkan stick yang telah dijanjikan saat meraih medali emas di Pinrang lalu.

Padahal, Stick tersebut sangat dibutuhkan atlet untuk mengikuti event nantinya. Hal itu juga akan berpengaruh langsung ketika tampil di lapangan.

Selanjutnya, cabang olahraga tinju. Informasi yang diperoleh media ini, pengurus cabor tinju hanya menerima anggaran Rp6 juta.

Padahal, Tinju adalah cabang olahraga andalan Kabupaten Bone diberbagai event. Pada ajang yang sama di Kabupaten Pinrang lalu, Tinju mampu mempersembahkan satu medali emas dua perunggu.

Hal sama juga pada cabang olahraga Balap Motor. Meski belum diketahui secara rinci anggaran yang diberikan, namun fasilitas latihan para pembalap sungguh miris.

Mereka mempertaruhkan nyawa dengan latihan di jalan umum lantaran tak adanya fasilitas memadai disiapkan pemerintah. Padahal cabang olahragan ini termasuk langganan peraih medali emas. 

Di Pinrang lalu, satu sumbangan emas dipersembahkan cabang olahraga yang mengandalkan pembalap lokal Kabupaten Bone.

Di sisi lain, ada beberapa cabang olahraga mendapat kucuran dana terbilang fantastis. Namun tidak termasuk dalam langganan peraih medali emas.

Salah satunya adalah cabang olahraga catur, menurut pengakuan Pelatih Catur Kabupaten Bone, Hasanuddin. Ada kurang lebih 65 juta anggaran pembinaan termasuk didalamnya dana Proprov 2022 telah mereka terima.

"Kami sebenarnya tinggal menerima saja ada bagian yang mengurus pencairan. Kalau tidak salah sebelumnya Rp15 juta, baru ditambah Rp50 juta," ungkapnya kepada awak media.

Sementara dari data yang diperoleh, cabor catur ini tidak terlalu diperhitungkan. Pasalnya, pada Proprov Pinrang lalu, mereka gagal meraih medali emas. Hanya ada satu medali perunggu yang diperoleh.

Begitu juga dengan olahraga menembak. Cabang olahraga ini membutuhkan anggaran fantastis lantaran alat yang digunakan cukup mahal, bisa menembus angka Rp60 jutaan satu alat.

Namun dari data yang ada, cabor menembak juga gagal mempersembahkan medali emas di Proprov Pinrang lalu. Capaian terbaiknya hanya enam keping perak dan dua perunggu.

Pencapaian menembak masih jauh dari Judo dan Senam yang mampu menjadi unggulan Kabupaten Bone dengan berjaya masing-masing enam medali emas disumbangkan pada Proprov Pinrang lalu. Padahal anggaran dua cabor ini juga masih di bawah dari menembak dan cabor lain.

Usai pengukuhan Kontingen Kabupaten Bone. Ketua KONI Kabupaten Bone, A Haedar kepada awak media mengatakan, anggaran bervariasi tersebut murni berdasar pada alat digunakan bukan berdasar raihan prestasi sebelumnya.

"Kalau bervariasi memang kita lihat dari personel dan fasilitas yang wajib di cabor itu. Kalau menembek memang mahal, alatnya saja bisa mencapai Rp60 juta satu alat," terangnya.

Terkait dengan minimnya fasilitas untuk dilakukan pemusatan latihan beberapa cabor. Pihaknya masih berupaya memanfaatkan beberapa fasilitas.

"Seperti balap memang minta izin untuk latihan di sana, karena kita belum mempunyai tempat latihan memadai," tutupnya.


Berikut perolehan medali Kabupaten Bone dari berbagai cabang olahraga di Proprov Pinrang:

  1. Atletik : 0 medali
  2. Balap Motor : 1 emas
  3. Balap Sepeda : 3 perak, 2 perunggu
  4. Bola Basket : 1 perunggu
  5. Bilyar : 2 emas, 1 perak, 1 perunggu
  6. Voli Indoor : 2 perunggu
  7. Voli Pasir : 0 medali
  8. Bridge : 0 medali
  9. Bulu Tangkis : 0 medali
  10. Catur : 1 perunggu
  11. Dayung : 2 emas
  12. Futsal : 0 medali
  13. Gulat : 0 medali
  14. Judo : 6 emas, 2 perak, 9 perunggu
  15. Karate : 1 emas, 1 perak, 6 perunggu
  16. Kempo : 2 emas, 1 perak, 1 perunggu
  17. Menembak : 6 perak, 2 perunggu
  18. Panahan : 2 emas, 5 perak, 2 perunggu
  19. Panjat Tebing : 0 medali
  20. Pencak Silat : 2 perunggu
  21. Renang : 1 emas, 4 perak, 9 perunggu
  22. Senam : 6 emas, 3 perak, 2 perunggu
  23. Sepak Bola : 0 medali
  24. Softball : 1 emas
  25. Taekwondo : 2 emas, 3 perunggu
  26. Sepak Takrow : 2 perunggu
  27. Tenis Lapangan : 1 perak
  28. Tenis Meja : 1 perunggu
  29. Tinju : 1 emas, 2 perunggu.
(Laporan Tim Kunderuz)

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close