timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Dipicu Faktor Cemburu, Pelajar SMA di Bone Dianiaya Pacar Berkali-kali

Baca Juga

Wiwink-Hukum, Minggu 23 Oktober 2022 14:42 WIB

Korban penganiayaan saat melaporkan kasus di Unit SPKT Polres Bone, Minggu (23/10/22) Pukul 18.00 Wita


TIMURKOTA.COM, BONE- EA (17) seorang pelajar didampingi beberapa kerabatnya mendatangi Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone guna melaporkan kasus penganiayaan yang dialami.


Korban mengaku dipukul menggunakan tangan kosong serta ditendang, oleh pelaku AF (19) saat berada di BTN Tirong, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (23/10/22) sekiran pukul 10.30 Wita.

Kepada awak media, EA mengaku dirinya telah menjalani hubungan dengan pelaku sejak 20 bulan lalu. Awalnya hubungan keduanya berjalan dengan baik.

Namun belakangan, pelaku kerap marah-marah tanpa alasan jelas yang kemudian diakhiri aksi kekerasan fisik.

"Sudah hampir satu tahun saya sering dipukul. Namun baru kali ini saya beranikan melapor. Sebelum memutuskan melaporkan, saya juga sudah minta izin sama orang tua," ungkapnya.

Lebih lanjut, EA menyampaikan, bahwa beberapa waktu lalu ia sempat ingin membuat laporan dengan kasus sama. Namun masih dia urungkan dengan alasan pelaku punya cita-cita ingin mendaftar TNI.

"Dulu saya sudah mau laporkan tapi tidak jadi karena takutnya kalau di lapor dia (pelaku) tidak bisa mendaftar TNI lagi. Cuman karena pelaku tidak mau berubah, makanya sekarang saya putuskan buat laporan supaya diproses hukum sampai dia jera," tukasnya.

Akibat tindak penganiayaan, EA mengalami sejumlah luka memar pada bagian tubuhnya. Ia merasakan sakit dan nyeri pada bagian yang terkena pukulan serta tendangan dari pelaku.

Usai menyampaikan niatnya melaporkan kasus penganiayaan yang dialami, korban langsung diarahkan oleh petugas Piket SPKT Polres Bone untuk menjalani proses visum di RSUD Tenriawaru Bone.

Paur Humas Polres Bone, Ipda Rayendra Muhtar SH membenarkan adanya korban penganiayaan yang melaporkan kasus ke SPKT Polres Bone.

"Sementara buatkan laporan, korban menjalani visum terlebih dahulu," ungkap Perwira satu balok ini.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close