timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Demi Kurangi Sanksi Pluim, Bos PSM Makassar Ikhlaskan Uang Rp120 Juta: Semoga Bisa Main Lawan Persis Solo

Baca Juga

Wiwink-Bola, Selasa 20 September 2022 13:4WIB

Wiljan Pluim saat membela PSM di AFC Cup


TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin bersama dengan jajaran masih terus berupaya melakukan banding terkait dengan hukuman larangan bertanding bagi Wiljan Pluim.


Seperti diketahui, Wiljan Pluim dijatuhi hukuman larangan bertanding selama 5 pertandingan di BRI Liga 1 2022. Sanksi itu dijatuhkan menyusul kartu merah yang didapatkan pemain bernomor punggung 80 itu.

Pada menit ke-46 babak pertama pertandingan melawan Persik Kediri di Stadion Stadion Brawijaya. Pluim dikartu kuning dua sekaligus setelah melanggar pemain Persik serta diduga mengeluarkan kata tak pantas ke wasit.

Setelah diusir dari lapangan oleh wasit Zetman Pangaribuan. Pluim dan manajemen PSM Makassar mendapat kabar buruk usai mengalahkan Persebaya Surabaya.

Komisi Disiplin PSSI melalui surat resminya menyampaikan bahwa sang pemain mendapat tambahan hukuman yakni sanksi larangan empat kali pertandingan plus sekali hukuman kartu merah. Jika ditotal, maka Pluim absen membela PSM Makassar selama lima pertandingan.

Hampir semua pecinta sepakbola Indonesia menyayangkan keputusan Komdis PSSI yang dianggap terlalu berlebihan serta terkesan mengada-ngada.

Pluim hanya melakukan umpatan sambil berlalu di depan wasit. Tanpa ada gerakan untuk menyerang secara fisik. Namun saat itu wasit mendapat provokasi dari dua pemain asing Persik Kediri.

Selain larangan pertandingan terhadap Pluim. PSM juga menerima denda uang sebesar Rp120 juta. Hal itu merupakan akumulasi dari pelanggaran termasuk teriakan 'Mafia' yang dilakukan penonton kepada wasit usai pertandingan.

Denda lain yang diperoleh PSM Makassar adalah pemain terlambat masuk ke dalam lapangan. Akibatnya mereka menerima denda sebesar Rp50 juta.

Dari total denda Rp120 juta, manajemen PSM Makassar tak mempermasalahkan. Mereka hanya meminta agar hukuman larangan bertanding Pluim dapat dikurangi.

"Kita minta banding untuk sanksi Pluim. Yang lain tidak bisa banding. Kita tunggu keputusan selama sepekan ke depan," ujar CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin.

Ia berharap agar hukuman Pluim dikurangi menjadi dua pertandingan sehingga pada laga ke depan sudah dapat kembali dimainkan.

"Kalau dikurangi dua, berarti pertandingan berikutnya sudah bermain." Tukasnya.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close