timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

TEGAS! Bupati Minta Waspadai Masuknya Khilafatul Muslimin di Bone

 Wiwink-Daerah, Rabu 22 Juni 2022 14: 07 WIB

Bupati Bone, DR HA Fahsar M Padjalangi MSi



TIMURKOTA.COM, BONE- Adanya informasi yang berkembang bahwa kelompok ormas Khalifatul Muslimin telah membetuk pengurus di Kabupaten Bone. Ditanggapi Bupati Bone, DR HA Fahsar M Padjalangi MSi.


Dalam pernyataannya saat memberikan sabutan pada acara syukuran dalam rangka memperingati HUT POM ke-76. 

Fahsar meminta kepada semua unsur termasuk pihak Den POM Bone bersama-sama memerangi ormas yang mengatasnamakan aliran agama dan berpotensi merusak tatanan stabilitas keamanan.

"Secara khusus saya sampikan bahwa akhir-akhir ini ada aliran yang mengatasnamakan agama ramai diperbincangkan. Bahkan di daerah lain sudah diamankan." katanya.

Bupati Bone yang telah memasuki masa priode kedua ini mengatakan, tidak menutup kemungkinan ormas tersebut telah berada di Bone dan membentuk kepengurusan secara diam-diam.

"Olehnya itu mari kita jaga stabilitas daerah dan wilayah kita masing-masing. Karena bukan tidak mungkin aliran ini telah ada di Kabupaten Bone," katanya lagi.

Fahsar kemudian mengingatkan kejadian di Kecamatan Amali beberapa tahun lalu. Saat itu Densus 88 melakukan penindakan tegas dengan menembak seorang warga yang diduga kuat masuk jaringan teroris.

"Tentu sudah bukan rahasia umum lagi bahwa di Bone ini pernah ada penindakan dilakukan oleh Densus 88 di Amali. Tentu kita tidak ingin itu terulang lagi." imbuhnya.

Pimpinan Khalifatul Muslimin Maros Ditangkap

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan telah menangkap dan menetapkan dua pengurus pondok pesantren sebagai tersangka terkait dugaan berafiliasi dengan kelompok Khilafatul Muslimin Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

"Terkait ormas Khilafatul Muslimin khusus di Sulsel, kami sudah mengamankan dua tersangka dan telah kita tingkatkan ke penyidikan," Ungkap Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana di Masjid Al Markaz Makassar.

Pimpinan pesantren tersebut ditetapkan tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang yang merupakan saksi.

"Yang dinyatakan tersangka adalah ketua dan sekretaris Khilafatul Muslimin di salah satu kecamatan yang berada di Maros," tukasnya.

Dalam penggerebekan yang dilakukan di Desa Benteng, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros sejumlah benda-benda disita diantaranya buku dan bendera.

"Barang bukti, seperti bendera dan buku-buku telah kita amankan," tutupnya.

Kementerian Agama Kabupaten Maros sebelumnya telah memanggil pimpinan pesantren ini. Mereka diduga membangun pesantren tanpa izin operasional.

Selain itu pesantren ini juga disebut enggan memasang foto Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close