timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Pekerja Asal Bone Tewas Tertimbun Material Tambang. Berikut Kronologi Lengkapnya...

Wiwink-Peristiwa, Rabu 30 Maret 2022 10: 09 WIB

Warga Bone tewas tertimbun material di area tambang batubara di Kalimantan Utara, Senin (28/03/22) foto:  Ilustrasi pencarian korban 



TIMURKOTA.COM, KALTARA- Sawaluddin Alias Wawan (43) merupakan warga Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ditemukan tewas usai tertimbun material tambang batu bara milik PT Pipit Mutiara Jaya di Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).


Selain Wawan, seorang rekannya bernama, Santok (32) juga mengalami hal sama. Keduanya tertimbun di kedalaman 40 meter saat tengah melakukan penggalian.

Pihak keluarga, Wawan mengonfirmasikan bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah tiga hari tertimbun.

"Sudah ditemukan meninggal dunia. Kondisi mayat membengkak. Dia tertimbun pada Senin 28 Maret dan baru ditemukan pada Rabu 30 Maret 2022 pukul 10.00 Wita," kata kerabat korban.

Kepala Basarnas Tarakan, Amiruddin mengatakan kronologi kejadian bermula saat Wawan bersama dengan lima orang rekannya tengah melakukan penggalian tambang.

Secara tiba-tiba, terjadi pergerakan tanah. Hingga longsor pun menerpa ke enam pekerja. Empat diantaranya berhasil menyelamatkan diri. Sementara dua korban lainnya tertimbun bersama alat berat yang digunakana.

"Kronologis awal yang kami dapatkan para pekerja ini sedang melakukan penggalian di tambang batu bara, tiba-tiba longsor. Namun masih kami dalami penyebab awalnya," beber Kepala Basarnas Tarakan Amiruddin kepada awak media.

Amiruddin menyampaikan pihaknya baru mendapatkan laporan kejadian tersebut pada Selasa (29/03/22) siang.

"Kami baru mendapatkan informasi kejadian ini sekitar pukul 14.30 WITA hari ini. Setelah mendapatkan informasi kami kroscek kebenaran kejadian tersebut dan dinyatakan A1 (benar)," terang Amiruddin.

Seusai menerima informasi kebenaran kejadian tersebut, Amiruddin mengerahkan personelnya untuk melakukan pencarian. Setelah menerima laporan.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close