Iklan

Pawang Hujan Mandalika Jadi Bahan Candaan, Hujan Tetap Turun Deras

Redaksi-timurkota
Senin, Januari 05, 2026 | 5:34 AM WIB Last Updated 2026-01-04T22:34:34Z

Raden Roro Istiati Wulandari atau biasa disapa Rara menjadi pawang hujan yang dipekerjakan dalam ajang MotoGP Mandalika 2022

TIMURKOTA.COM, MANDALIKA- Aksi pawang hujan di Sirkuit Mandalika kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah hujan tetap mengguyur lokasi meski ritual telah dilakukan. 

Momen tersebut viral dan memunculkan beragam komentar warganet, termasuk candaan yang menyebut pawang hujan gagal karena “haus kasih sayang”.

Dalam sejumlah unggahan yang beredar, warganet ramai-ramai menyoroti kejadian tersebut dengan berbagai sudut pandang, mulai dari humor hingga kritik. 

Sebagian netizen menilai kejadian itu sebagai hiburan semata, sementara lainnya mengingatkan bahwa cuaca merupakan fenomena alam yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara terkait kehadiran pawang hujan dalam acara tersebut. 

Namun, kejadian ini kembali memantik diskusi publik tentang peran tradisi, kepercayaan lokal, dan sains dalam penyelenggaraan event berskala internasional di Indonesia.

Raden Roro Istiati Wulandari atau biasa disapa Rara menjadi pawang hujan yang dipekerjakan dalam ajang MotoGP Mandalika 2022. Namun dalam melancarkan aksinya malah hujan makin deras. Sekaitan itu dia mengaku butuh kasih sayang.

"Saya ga banyak makannya, tapi butuh kasih sayang. Perhatian. Makanan yang dikasih ini makanan tanda kasih sayang atau perhatian ke saya. Kalau saya sukanya makan kurma dan cokelat," kata, Rara.

Nama Rara mulai jadi perbincangan karena sering terlihat di sekitar Sirkuit Mandalika. Bahkan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memberinya tenda khusus di area sirkuit.

Rara juga kemudian disorot setelah memasuki area dalam sirkuit yang memiliki 17 tikungan tersebut pada Minggu (20/3). Ia diminta membantu meredakan hujan deras mengguyur dengan intensitas tinggi, yang menyebabkan start MotoGP ditunda hingga satu jam 15 menit. 

Ketika beraksi di dalam sirkuit, Rara sempat menggunakan mangkok emas. Sembari memutar-mutarkan dan memukulkan pengaduk pada mangkok emas, ia juga merapalkan doa. Dia terlihat beraksi selama setengah jam, di pinggiran sirkuit.

Polah Rara dalam meredakan hujan juga membuat pembalap Yamaha Fabio Quartararo tertawa dan menirukan aksinya. Sementara akun Twitter resmi MotoGP menyebutnya sebagai The Master. 

Rara merupakan dara kelahiran Papua. Namun penganut kejawen ini berdarah Jawa dan tinggal di Bali. Pawang hujan yang sudah malang melintang di pentas nasional ini belajar pawang dari kecil.

"Saya mulai belajar pawang sejak umur sembilan tahun. Saya tidak menikah dan tidak makan daging hewan berkaki empat. Kalau sedang ritual saya tidak boleh lapar," kata Rara ketika berbincang dengan CNNIndonesia.com, Jumat kemarin. 

Dalam praktiknya, Rara tak ingin ada yang mengintervensi. Dalam artian tak ada pihak lain yang bekerja sepertinya. Jika itu dilakukan, upaya-upaya yang dijalankan Rara bisa gagal terlaksana.

Ia hanya tunduk dari perintah yang meminta jasanya, dalam hal ini MGPA. Rara menjelaskan, selama bertugas di MotoGP Mandalika perintah bisa datang kepadanya sejam sekali lewat telepon.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pawang Hujan Mandalika Jadi Bahan Candaan, Hujan Tetap Turun Deras
« Prev Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }