timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Gadis Open BO di Bone Mengaku 'Diternak' Sejumlah Oknum Kepala Desa. Ungkap Modus Agar Tak Ketahuan Istri

Wiwink-Hukum, Senin 21 Maret 2022 09: 22 WIB

Ilustrasi gadis open BO dan perbincangan dengan pelanggan, Senin (21/03/22)



TIMURKOTA.COM, BONE- Fenomena prostitusi berkedok Open BO  atau Open Booking Online masih marak terjadi di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, salah satunya di Kabupaten Bone. Daerah terluas kedua di Sulsel setelah Kota Makassar itu menjadi tempat menjanjikan bagi kalangan pelaku prostitusi online.


Umumnya pelaku merupakan berasal dari luar daerah. Ada bahkan datang dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ada pula dari Sulawesi Tenggara. Salah seorang gadis, Desti (24) mengaku berasal dari Kota Kendari. 

Ia mengaku sudah setahun berada di Kabupaten Bone dengan menjalankan bisnis terlarang tersebut. Dalam menjalankan aktivitasnya, ia berpindah-pindah penginapan. Mulai dari wisma hingga hotel berbintang.

Detsi mengatakan, selama ini selain menawarkan Short time dengan durasi 1-2 jam. Ia juga menawarkan Long Time bisa sehari semalam. Dan bahkan bisa lebih tergantung dari kesepakatan.

"Kalau harga short time itu biasa Rp400 ribu. Itu tarif maksimal, bisa di bawahnya tergantung kesepakatan. Kalau long time kadang sampai Rp1 juta. Biasa kalau sudah langganan bisa keluar kota sama seperti ke Malino dan Bira," katanya menjelaskan.

Detsi menjelaskan, dalam menjalankan aktivitasnya ada istilah diternak. Menurutnya, diternak itu merupakan pelanggan tetap. Rutin menyetor uang meski tak dilayani.

"Diternak itu istilahnya dia pelanggan tetap. Kalau saya misalnya butuh uang selalu rutin dikirimkan. Namun harus siap juga, soalnya setiap dia minta ya saya harus siap. Kalau ada pelanggan lain sudah disepakati terus tiba-tiba yang ternak ini minta ya harus saya batalkan," kata dia lagi.

Sebagian besar kata dia yang memilih jadi peternak merupakan pria berumur. Ada beberapa menurutnya kepala desa. Alasannya dengan melakukan sistem ternak itu lebih aman dan mudah komunikasi tanpa aplikasi MiChat lagi.

"Ada beberapa kepala desa, ada juga pengusaha empang. Tinggal bagaimana cara saya yang atur supaya tidak bertabrakan waktunya. Hampir setiap hari pelanggan masuk. Kalau di aplikasi MiChat kadang kita ditipu jadi hati-hati. Kalau yang langganan, langsung nelpon saja tanpa aplikasi lagi," beber wanita berambut pirang itu.

Detsi mengaku punya cara agar aktivitasnya tidak ketahuan oleh istri pria yang ternak. Dirinya bahkan tak pernah menghubungi duluan.

"Kita profesional saja dalam bekerja. Kalau dia nelpon berarti aman dari istrinya. Jadi langsung janjian ke penginapan. Saya tidak pernah hubungi duluan, apalagi chat melalui WhatsApp itu bahaya. Biar buruk kelakuan saya tetap jaga privasi pelanggan apalagi mereka orang terpandang," imbuhnya.

Keterlibatan Detsi dalam prostitusi online bermula saat dirinya merasa ditipu temannya. Dia mengaku awalnya meninggalkan kampung halaman lalu ke Kota Watamapone untuk bekerja sebagai penyanyi cafe. 

"Namun setelah sampai di sini rupanya teman saya mengajak buka Open Bo. Saya awalnya menolak, namun karena desakan ekonomi. Makanya terpaksa saya lakoni. Saya berharap suatu saat ada orang mampu membawa saya keluar dari hal-hal seperti ini," kunci dia.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close