timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Turnamen Futsal Berubah Jadi 'Tarung Bebas' di Bone. Polisi: Tak Ada Izin Keramaian

Baca Juga


Editor: wiwink/timurkota

TIMURKOTA.COM, BONE-
Perkelahian antar pemain pada turnamen futsal yang dilasanakan di lapangan futsal salah satu sekolah SMAN Bone berbuntut panjang. Pihak kepolisian mengklaim turnamen tersebut tidak memiliki izin keramaian sebagai syarat utama untuk menggelar event.


Dalam, waktu dekat polisi akan memanggil panitia dan dimintai keterangan terkait dengan kegiatan tersebut. Meski diketahui pihak panitia penyelenggara telah memutuskan untuk menghentikan turnamen itu.

Kasi Humas Polres Bone, Ipda Rayendra Muhtar SH mengatakan, kegiatan tersebut tidak berizin.

"Betul kami dari Polres Bone tidak terbitkan ijin (izin) pada futsal yang berakhir ricuh itu," katanya menjelaskan.

Ia melanjutkan, dari hasil keterangan awal yang diperoleh. Panitia telah sepakat untuk menghentikan kegiatan.

"Pihak panitia pelaksana  sudah  berjanji menghentikan kegiatan tersebut," katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Turnamen Futsal yang diramaikan sejumlah tim lokal Kabupaten Bone di Lapangan Futsal di halaman salah satu sekolah SMA di Kota Watampone kabarnya dihentikan di tengah jalan. 

Hal ini setelah terjadinya aksi perkelahian yang diduga melibatkan pemain dan beberapa official tim saat bertanding. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (27/01/22) malam.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak tim memakai kostum warna kuning terlibat keributan. Sebagian  penonton juga masuk ke dalam lapangan.

Akun media sosial Boneterkini mengunggah video perkelahian di instagram. Saat terjadi keributan tak terlihat adanya petugas keamanan di lokasi.

Unggahan ini langsung mendapat tanggapan dari sejumlah netizen. Mereka menilai apa yang dipertontonkan merusak sportivitas serta mencederai dunia olahraga khususnya futsal di Kabupaten Bone.

 "Tidak punya sportifitas," tulis Akbar dalam kolom komentar.

Hal tak jauh berbeda diinggkapkan, Sakat. Ia menilai tindakan itu malah merusak nama baik Kabupaten Bone.

"Singa di kandang sendiri, kucing di kampung orang," tulisnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh. Seluruh pertandingan dalam turnamen itu dihentikan pihak panitia pasca terjadinya perkelahian antar pemain. Tim yang berpeluang lolos ke fase selanjutnya akan dikembalikan uang pendaftarannya.

Menanggapi insiden tersebut Kepolisian Resort Bone akan melakukan penelusuran dengan memanggil pihak panitia pelaksana. 

Hingga berita diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak panitia penyelenggara terkait dengan video insiden perkelahian yang beredar di media sosial itu.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close