timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Calon Pelatih PSM Makassar Tiba Bersama Striker Asal Jepang?


Editor: hamzah/timurkota

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR-
Pelatih asal Brazil, Alexandre Gama dikabarkan akan segera mendarat di Kota Makassar guna menukangi Pasukan Ramang. Ia bahkan digadang-gadang akan datang bersama pemain pilihannya yakni, striker asal Jepang, Kazyki Takahashi.

"Pelatih akan segera diperkenalkan bersama dengan pemain baru, asing dan lokal," tulis salah satu akun suporter PSM Makassar.

Pelatih asal Brazil, Alexandre Gama digadang-gadang akan menjadi arsitek baru PSM Makassar. Bahkan sumber di Internal PSM Makassar menyebutkan sang pelatih telah sepakat dengan manajemen.

Bahkan masih sumber itu menyebutkan bahwa, Gama akan diperkenalkan pada 22 Desember mendatang. Pelatih berusia  57 tahun itu saat ini memang dalam kondisi tanpa klub.

Ia baru saja menyatakan diri berpisah dengan klub Buriram United yang merupakan tim elit di Thailand.

"Saya ingin berterima kasih kepada Buriram United atas kesempatan kedua untuk bekerja di klub hebat ini. Juga berterima kasih kepada presiden dan keluarganya, kepada para pemain atas semua dedikasi mereka dan terutama kepada para Fans atas semua cinta dan dukungan mereka,” tulis Alexandre Gama dalam akun istagram pribadinya  @gamalima7

Indikasi Gama bergabung dengan PSM Makassar dibuktikan dengan akun pribadinya di Instagram telah mengikuti akun PSM Makassar. Dan sekaligus satu-satunya akun klub sepakbola liga 1 yang diikuti.


PSM Sempat Diisukan Pelatih Lokal

PSM Makassar dikabarkan tengah mendekati sejumlah pelatih untuk direkrut pasca mengakhiri kontrak bersama dengan Milomir Seslija. Sejumlah nama pelatih asing sempat mencuat sebut saja Bojan Hodak yang disebut memiliki kapabilitas menukangi Pasukan Ramang.

Selain Bojan, ada nama lain yakni Mario Gomes. Mantan arsitek Persib Bandung itu, juga berpeluang besar direkrut manajemen PSM Makassar. Kedua pelatih Asing ini santer dikabarkan dalam  tahap penjajakan dengan manajemen tim juku eja.

Selain pelatih Asing, nama pelatih lokal juga mencuat. Dia adalah Bambang Nurdiansyah. Mantan pelatih PSIS Semarang itu dinilai memiliki segudang pengalaman di dunia sepakbola.

Kemudian, Djajang Nurjaman juga memiliki peluang untuk menjadi juru racik PSM Makassar.

"Siapa pun nanti pelatih PSM Makassar, dia yang mengerti tentang sepakbola kita. Keras dan cepat serta memiliki semangat tinggi untuk memenangkan setiap pertandingan," kata CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin.

Djajang Nudjaman resmi berpisah dengan Barito Putera. Kabar ini sudah beredar sejak Selasa (14/12/21) pagi di sejumlah media sosial pendukung Barito Putera.

Diakhirnya kerjasama Barito Putera dengan Djajang Nurdjaman atas dasar prestasi klub. 

Dimana saat ini, Barito Putera sendiri berkutat di zona papan bawah BRI Liga 1, peringkat ke 15 untuk sementara.

Dari 17 laga yang dilakoni Laskar Antasari julukan Barito Putera, bersama Djanur hanya menorehkan empat kemenangan, tiga kali seri dan 10 kekalahan.

Dengan torehan itu, Barito Putera mengemas 15 poin. Ini tentu hasil yang sangat dicemaskan manajemen dan para pendukung Barito Putera.

Mereka tidak mau tim terdegradasi dan segera mengambil keputusan untuk mengganti pelatih.

Tiga tim dibawah klasemen Barito Putera adalah Persela Lamongan yang sebelumnya juga sudah mengganti Iwan Setiawan dari kursi pelatih.

Kemudian ada Persipura Jayapura yang juga telah melakukan hal serupa. Dan Persiraja yang kali pertama mengganti pelatihnya dari Persela, Persipura dan Barito Putera.

Kazyki Takahashi


Striker Asal Jepang, Kazyki Takahashi dikabarkan dalam waktu dekat akan merapat di PSM Makassar. Pemain yang pernah dibidik Persib Bandung itu dipersiapkan mengisi slot pemain asing Asia menggantikan Bektur Talgat Uulu.

"Ini striker segera bergabung PSM Makassar," tulis akun info bola.

Dikutip dari laman Transfermarkt, Kazuki Takahashi merupakan pemain binaan klub J-League, Kashiwa Reysol. Dia lahir di Kota Chiba, Jepang pada 6 Oktober 1996.

Melihat perjalanan kariernya, Kazuki Takahashi seperti 'kutu loncat' karena kerap berpindah klub. Total sudah tujuh klub dia bela sejak memutuskan berkarier di Eropa pada 2014.

Ketika usianya masih terbilang remaja, 18 tahun, Kazuki Takahashi memutuskan berpetualang ke Eropa mengadu nasib di Spanyol dengan gabung ke Leganes dan pada 2015 hijrah ke Aranjuez hingga 2017.

Tiga tahun di Spanyol, Kazuki Takahashi mulain mencoba tantangan di belahan timur Eropa dengan gabung ke Montenegro, OSK Igalo. Lalu menuju Finlandia dengan FF Jaro.

Pada 22 Februari 2019, dia berlabuh di klub divisi 2 Liga Rumania, FC Craiova.

Lalu kurang dari setahun, dia kembali pindah klub ke Pandurii Targu Jiu yang juga berkompetisi di divisi 2 Liga Rumania, tepatnya pada 4 September 2019.

Tahun lalu, Kazuki Takahashi meninggalkan Pandurii dan Rumania untuk kembali mencoba peruntungan di kawasan Skandinavia, tapi negara tujuannya bukan lagi Finlandia, melainkan Swedia.

Dia resmi bergabung dengan klub divisi 2 Liga Swedia AFC Eskilstuna terhitung sejak 25 Agustus 2020 dan berdasarkan informasi di Transfermarkt, Kazuki Takahashi terikat kontrak sampai Desember 2021.

Secara statistik, Kazuki Takahashi terbilang tak cukup mendapatkan kesempatan bermain selama sekitar 6 bulan bermain di Swedia dengan Eskilstuna.

Catatan Transfermarkt, dia hanya lima kali dimainkan di kompetisi Divisi 2 Liga Swedia atau Superrettan plus sekali di Piala Swedia, yang mayoritas dilakoninya sebagai pemain pengganti.

Tapi kondisi berbeda dialami Takahashi saat berkarier di Montenegro, Finlandia dan Rumania yang terbilang cukup sering mendapatkan kepercayaan bermain.

Nilai pasar Takahashi saat ini diestimasi mencapai USD 55 ribu atau sekira Rp793,5 juta, lebih rendah dibandingkan nilai pasar pada bursa transfer Juni 2020 yang mencapai USD 110 ribu atau sekira Rp 1,58 miliar. 

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close