timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Hasil Otopsi: Orang Tua Diduga Bunuh Bayinya Lalu Dibuang di Sungai di Bone

Proses Otopsi
TIMURKOTA.COM, BONE-

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan membeberkan hasil otopsi bayi diduga sempat mengalami tindak kekerasan sebelum di buang ke sungai Teppoe, Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.


Dokter Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Denny Matius mengatakan, dari hasil otopsi yang dilakukan bersama timnya selama kurang lebih satu jam. Pihaknya menemukan adanya beberapa fakta yang menunjukkan bahwa bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup.


"Jadi temuan itu bayi diduga mengalami tindak kekerasan kemudian meninggal dunia. Terkait apakah sempat hanyut di sungai itu tentunya penyidik yang lebih tahu nanti dari hasil penyelidikan," katanya menjelaskan.


Masih dr Denny Matius melanjutkan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan telah dibuang lebih dari empat hari sebelum ditemukan warga. "Kalau dilihat dari kondisi, bayi ini kemungkinan sudah empat hari dibuang sebelum ditemukan." lanjut, Denny menjelaskan.


Diberitakan Sebelum, Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga dalam keadaan meninggal dunia di Sungai Teppoe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Bayi yang diduga kuat hasil hubungan gelap atau tanpa ikatan pernikahan itu pertama kali ditemukan warga bernama, Ikbal. Awalnya ia menyangka mayat itu hanya boneka, Senin (24/05/21)


Namun, ia kaget setelah mendekat dan melihat bahwa itu merupakan bayi dipenuhi lalat dan sudah tidak utuh lagi. Ikbal pun lari kembali ke rumahnya dan menyampaikan ke warga terkait penemuan mayat di lokasi.


"Saya pertama yang lihat. Awalnya dikira boneka, karena banyak lalat makanya saya mendekat dan ternyata itu adalah mayat manusia," katanya menjelaskan.


Mendapat informasi terkait adanya penemuan mayat. Pemerintah setempat melaporkan ke Camat Tanete Riattang Barat yang kemudian menghubungi polisi. Warga menduga mayat bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap lalu dibuang di lokasi.


"Ini hasil hubungan gelap, pelakunya juga mungkin bukan orang dari sini karena setahu saya tidak ada orang hamil di dekat lokasi," kata warga lain, Irwan.


Pasca kejadian tim gabungan kepolisian dan BPBD Kabupaten Bone mengevakuasi mayat untuk dilakukan visum. Kasus ini dalam penanganan Kepolisian Sektor Tanete Riattang, Polres Bone. Camat Tanete Riattang Barat, Hasnawati Ramli membenarkan penemuan mayat bayi di wilayahnya itu."Tabe penemuan mayat di Teppoe, Kelurahan Mattirowalie. Mayatnya masih ada di lokasi," tulisnya.

 

***

Simak Video Menarik Berikut: 




Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close