timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Anggotanya Diduga Lakukan Pemerasan, GAM Desak Bupati Bulukumba Copot Kasatpol PP

Gerakan Aktivis Mahasiswa mengecam dugaan pungli oknum Anggota Satpol PP (foto: dok Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BANTAENG-

Pasca dugaan pemerasan Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Bulukumba terhadap dua orang perempuan warga asal Kabupaten Bantaeng, Sabtu, (08/04/21)

Pemerasan terhadap perempuan NS (22) dan RS (23) warga Kabupaten Bantaeng tersebut dengan jumlah uang 500 Ribu rupiah di salah satu ruangan satpol PP Bulukumba oleh tiga orang oknum satpol PP Bulukumba sekitar pukul 21. 37 Wita.

Kejadian ini langsung mendapat tangkapan dari sejumlah aktivis Mahasiswa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Zulkifli salah satu kader GAM mengatakan bahwa ini tindakan yang mencoreng institusi Satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Bulukumba karena telah melakukan dugaan pemerasan dengan melanggar pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pungutan liar (Pungli)

Apalagi dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Satpol PP Kab. Bulukumba itu mengatasnamakan wartawan (Media) untuk pembeli kopi dan rokok diwarkop dan itu tindakan mencoreng lembaga Jurnalis, kami mendesak Bupati Bulukumba untuk segera mencopot Kasat Pol PP Bulukumba karena tidak mampu menertibkan bawahannya dilapangan.

"Seharusnya Satpol PP sebagai institusi penegak Peraturan daerah (PERDA) tidak melanggar norma Hukum, apalagi dugaan pemerasan ini tindakan memalukan". Ucap mahasiswa asal Kabupaten Bulukumba ini.

Didepan kader GAM saat ditemui dikediannya di Kabupaten Bantaeng kedua perempuan tersebut menceritakan kronologi penangkapannya bahwa dia ditangkap di jalan Cendana Kabupaten Bulukumba dengan sangkaan yang tidak jelas dasar hukumnya.

***


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close