timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Dituding Janda Digerebek Bersama Oknum Kades, Penggiat Media Sosial Lapor Polisi

Irmawati Aris saat membuat laporan di Unit SPKT Polres Bone, (foto: dok Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE- 

Perbincangan di grup WhatsApp terkait dengan oknum kepala desa di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang digerebek bersama seorang wanita berstatus janda di penginapan berujung pidana. 

Seorang wanita, Irmawati Binti Aris didampingi kuasa hukumnya, Muh Azhar, SH.I MH. melaporkan dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-undang ITE ke Mapolres Bone usai namanya disebut-sebut sebagai wanita yang diamankan bersama kades.

"Dengan menyebarnya foto-foto saya yang disandingkan dengan oknum kades. Maka otomatis nama baik saya dan keluarga akan rusak," katanya menjelaskan, Jumat (30/04/21) malam.

Ia masih melanjutkan, dalam seketika pasca foto dirinya beredar. Muncul pula komentar miring yang membuat pihak keluarganya ikut diseret-seret.

"Sudah ada beberapa komentar mengatakan, begitu kerjaanmu tinggal di kota 'Mubalu Alemu Nappa Maggaya' (Kamu jual dirimu buat bergaya) kalimat begitu yang buat hancur. Keluarga itu hilang kepercayaan dengan adanya informasi seperti ini. Om saya yang dapat infonya langsung syok." Katanya melanjutkan.

Irmawati yang juga penggiat media sosial mengaku tak tahu menahu soal penggerebekan tersebut. Dan apa yang dituduhkan terkait dirinya bersama kades tidak benar.

"Tidak benar, itu bukan saya, silahkan cek sama petugas yang tangkap untuk memastikan." Katanya lagi. 

Irmawati berharap pasca laporannya diterima di Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resort Bone. Ia mendapat keadilan, dan para pelaku dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Secepatnya bisa memberikan ke adilan buat saya dan pelaku mendapatkan hukuman yang semestinya. Serta saya harap si terlapor dan beberapa orang yang ada di dalam percakapan itu yang sekiranya juga menuding saya bisa klarifikasi di media berupa video bahwa yang dia tuliskan itu tidaklah benar," imbuhnya.

Sebelum memutuskan membuat laporan polisi. Irmawati menerima bukti percakapan disebuah grup WhatsApp yang mana disitu terlapor berinisial, AE mengunggah foto oknum kades serta foto Irmawati secara terpisah.

Setelah foto itu muncul, beberapa penghuni grup terlibat dalam percakapan yang pada intinya membahas bahwa wanita yang digerebek bersama Oknum Kades TM adalah Irmawati.

Namun salah satu penghuni di grup tersebut merupakan adik sepupu dari pelapor yang kemudian mengambil gambar tangkap layar percakapan  kemudian mengirim ke adik Irmawati.

"Itu saya tidak tau apa-apa, tapi itu sepupuku kerja di kantor Capil (Disdukcapil) Bone. Ada grup honornya itu kantor. Mereka bergosip di situ tentang percakapan. Sepupuku itu risih, tapi sepupuku itu tidak percaya. Makanya dia kirimkan adeku di Makassar." Katanya.

Namun karena tuduhan itu makin ramai akhirnya percakapan itu sampai kepada keluarga pelapor.

"Kemudian omku kaget, lalu mengubungi saya. Om bertanya betul itu fotomu nak. Saya jawab itu foto betul fotoku tapi apa hubungannya sama foto yang di atas yang laki-laki. Saya kupikir ada memang semalam berita, nakirimkan maka adeku yang dimakassar percakapannya semua yang dua lembar. Ternyata fotoku dikirim di grup WA dan itu AN langsung nakoment itu foto, itu pelaku AE, bilang ini jandanya." Terang dia.


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close