timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Sebelum Naik ke Pesawat, Balita Pemilik Jaket Sempat Lambaikan Tangan. Kini, Masih Dalam Pencarian

Jaket yang dikenakan balita ditemukan tim pencari penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ182

TIMURKOTA.COM, JAKARTA-

Balita, Yumna Fanisyatuzahra yang merupakan penumpang pesawat Sriwijaya SJ182 diketahui bersama dengan ibu kandungnya bernama,  Ratih Windania.

Selain keduanya ada beberapa kerabat lain yang menumpangi pesawaat Sriwijaya SJ182 saat hendak ke Pontianak menemui bapak kandungnya, Yaman Zein.

Berdasarkan informasi jaket yang dikenakan Yumna sempat dilepas ibunya saat masuk ke dalam pesawat.

"Itu jiketnya dilepas sama ibunya pas sudah di dalam pesawat," tulis kerabat dekat Ratih sambil menunjukkan foto Yunma memakai kaos warna hijau.

Sebelum naik di pesawat Ratih orang tua Yumna sempat mengabaikan sebuah video. Dalam rekaman itu Yunma sempat melambaikan tangan ke kamera sambil dada-dada.

"Jemput ya ayah, Yumna mau pulang kampung," ucap Ratih menuntun anaknya.

Diberitakan sebelumnya, Balita cantik yang berpose bersama orang tuanya di Bandara sebelum bertolak menuju ke Pontianak menumpangi Pesawat Sriwijaya Air SJ182 belum ditemukan.

Enehnya, petugas dari TNI AL menemukan jaket yang dikenakan sang balita dalam keadaa utuh.

Netizen pun ramai-ramai mendoakan agar ada keajaiban sehingga balita tersebut segera ditemukan.

"Doakan buat dedeknya, semoga ditemukan secepatnya amin," tulis, Yuri dalam unggahannya.

Netizen lain, Hamdi juga menghaturkan doa keselamatan bagi seluruh penumpang.

"Ya allah semoga segera ditemukan semuanya dan ada yang selamat amin," tulisnya.

Sebelumnya diberitakan, Hingga pukul 13.43 WIB tim gabungan telah mendapatkan satu kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Kita juga telah menerima satu kantong jenazah," kata Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Polisi Asep Hendradiana dalam jumpa pers di RS Polri, Jakarta, Minggu (10/01/21).

Asep mengatakan pihaknya telah mendirikan posko ante mortem dan juga posko post mortem. Dua pos itu ditujukan untuk mengumpulkan bukti dan alat bantu guna mengidentifikasi korban.

"Saya informasikan bahwa Rumah Sakit Polri telah membuka hotline dengan nomor 0812 3503 9292," ujar Asep.


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close