timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

MIRIS! Korban Banjir Dua Hari Tinggal di Atap Rumah, Tanpa Tersentuh Bantuan

Korban banjir menyelamatkan diri di atap rumah (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, KALSEL-

Dua korban banjir di Kota Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan viral di media sosial.

Seorang ibu bersama dengan anaknya menyelamatkan diri dengan bertahan di atap rumah guna menghindari air yang mengenangi rumahhya.

"Siapa tahu ada yang sudah menolongi, putus kontak dari se malam sudah kalau  ada yang melihat," kata Maria.

Hingga saat ini ribuan, telah dievakuasi akibat terdampak banjir yang sudah beberapa hari melanda beberap wilayah di Kalimantan Selatan.

Diberitakan sebelumnu, musibah banjir melanda beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Genangan air disebutkan warga setinggi atap rumah.

Bahkan dalam rekaman video amatir tampak satu unit rumah semi permanen hanyut terbawa arus air.

"Jadi sebelumnya kita tu hampir ga pernah setinggi ini guys. Yang ada didaerah udah separah ini. Kalo aku di Banjarmasin masih aman, rumah temen ku ada yg udah kelelep juga. semoga rumah ku g kena Ya Allah," tulis @Secret_ikonic

Hal sama juga terjadi di Jembatan di Bawahan Pasar Jl A Yani. Jalur provinsi ini bahkan terputus akiban jembatan runtuh.

"Sementara jalur utama ke arah Hulu Sungai lumpuh total.Minta doanya untuk Kalimantan Selatan" tulis, Zainabatifa.

Saat ini petugas dari TNI dan Polri serta pemerintah setempat sementara melakukan proses evakuasi korban banjir. Polisi tampak menyelamatkan korban dari terjangan air.

"Dari informasi beliau hanya berduaan dirumah bersama kakek. Desa Hantakan, Barabai, Kalimantan Selatan," kata pemilik akun twitter Debu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Mujiyat mengatakan, Rabu (13/1), banjir terparah terjadi di dua kabupaten yaitu Banjar dan Tanah Laut.

"Sejak tadi malam hingga sepanjang siang hari ini hujan masih mengguyur dengan intensitas cukup tinggi, sehingga debit air tak menyurut bahkan terus meninggi," kata dia di Martapura.

Ribuan rumah di 10 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Banjar kini terendam dengan ketinggian air bervariasi. Kecamatan Pengaron, salah satu yang terparah ketinggian airnya mencapai dua hingga tiga meter.

Mujiyat mengungkapkan seluruh tim SAR gabungan kini bahu membahu melakukan proses evakuasi warga. Dimana anak-anak, wanita dan lanjut usia jadi prioritas diselamatkan.

"Kami ingatkan masyarakat agar mau dievakuasi karena kondisi banjir saat ini belum ada tanda-tanda surut lantaran hujan yang terus terjadi," katanya.

Belum ada laporan korban jiwa dari bencana banjir yang terjadi. Untuk itulah, pentingnya kesigapan petugas melakukan evakuasi dengan cepat.

"Ada beberapa warga yang kedapatan tengah sakit dan terbaring lemah di rumah. Ini juga jadi prioritas kami dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah sakit atau tempat lebih aman," katanya lagi.


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close