timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Mayat Bocah 9 Tahun yang Dibunuh Saat Melawan Ketika Ibu Kandungnya Diperkosa Tetangga Ditemukan Terapung di Sungai

  

Pelaku pemerkosaan digiring polisi (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, ACEH TIMUR-


Mayat Rangga (9) bocah yang dibunuh lantaran melawan saat ibu kandungnya hendak diperkosa pria tetangga akhirnya ditemukan.

Mayat Rangga ditemukan warga terapung di Sungai Desa Alue Gadeng, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. 

“Bocah sudah ditemukan terapung di sungai” kataKapolsek Bireum Bayeun, Polres Langsa, Iptu Eko Hadianto kepada wartawan.

Meski masih belia namun RG (9) telah membela dan melakukan perlawanan saat ibu kandungnya RN (28) hendak diperkosa pelaku, Samsul.

Namun miris, RG kalah tenaga hingga dirinya gugur dalam mempertahankan kehormatan ibu kandungnya.

Bahkan pelaku, Samsul masih sempat melekukan pemerkosaan terhadap RN meski dalam keadaan tak berdaya usai terkena sabetan parang, alur sungai di kawasan Gampong Alue Gadeng Kampung, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Kini mayat RG yang diduga dibuang pelaku belum ditemukan. Diduga telah hanyut.

Sementara Samsul saat ini telah diringkus pihak, kepolisian Langsa, Aceh pada Minggu (11/10/2020).

SA (36) Pria yang melakukan tindak pidana pemerkosaan ibu muda, kemudian membunuh anaknya akhirnya diringkus polisi. Dia bahkan sempat dikepung ratusan warga di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, Minggu (11/10/2020).

Kapolres Langsa, AKBP Giyarto SH SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Sukmo, membenarkan informasi bahwa tersangka pembunuhan anak dan pemerkosaan itu telah ditangkap.

"Benar tersangka sudah ditangkap dan saat ini masih kita periksa," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, SA (36) melakukan aksi yang terbilang sadis, bagaimana tidak warga Kecamatan Bireum Bayeun, Aceh Timur itu menghabisi anak berusia 9 tahun lantaran berteriak setelah melihat pelaku melakukan tindak pemerkosaan terhadap ibu kandungnya, DI (28).

Berdasarkan informasi, pelaku awalnya masuk ke dalam rumah korban melalui jendela. Namun aksinya itu ketahuan hingga korban bersama sang anak berteriak meminta tolong.

Hanya saja, jarak rumah korban dari pemukiman warga cukup jauh hingga teriakannya tak terdengar. Takut aksinya ketahuan, pelaku kemudian bertindak dengan cara memasukkan RA ke dalam goni.

Kapolsek Bireum Bayeun, Ipda Eko Hadianto membenarkan adanya kasus pembunuhan tersebut. Dia menerangkan anggotanya saat ini sementara melakukan olah TKP.

"Saat korban berteriak pelaku membacok beberapa kali. DI mengalami luka sementara jasad anaknya masih dalam pencarian," tegas, Eko kepada wartawan, Minggu (11/10/2020)

Pelaku sempat membawa korban ke pinggir sungai kemudian di sana kembali dilakukan tindak pemerkosaan. Sementara sang anak diduga hanyut.

"Setelah melancarkan aksinya pelaku kemudian melarikan diri," katanya lagi.


(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close