timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Cek Fakta: Siswa SMK Nikahi Dua Gadis Sekaligus Lantaran Keduanya Hamil Duluan

Pelajar SMK Nikahi dua wanita sekaligus (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, NTB-



Misteri pernikahan seorang siswa SMK dengan dua wanita sekaligus diungkap, 

Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lombok Barat. 


Dalam keterangan kepala Dinas pasangan ini tidak dapat dipisahkan lantaran diketahui dua istri hamil duluan.


"Karena kedua mempelai sudah hamil, sehingga upaya untuk memisahkan tidak mungkin dilakukan," kata Erni.


Mengenai tindakan yang akan diambil, Erni mengatakan bakal menindak tegas petugas yang dianggap lalai karena membiarkan kasus ini terjadi.


"Ke depannya kepada petugas di bawah baik pemerintah desa dan kelurahan untuk tidak memfasilitasi pernikahan anak di bawah umur tanpa melalui mekanisme yang ada karena bertetangan dengan hukum," tambahnya.


Diberitakan sebelumnya, bermodalkan mahar Rp3,5 juta seorang pria muda, AR (18) menikahi dua wanita sekaligus. Meski berstatus siswa SMK, AR memberanikan diri meminang dua wanita sekaligus.


Dan hebatnya lagi kedua pujaan hatinya menerima. Mereka rela dimadu demi membina rumah tangga bersama, AR.

Yang merupakan warga Dusun Sayong Batu, Desa Cendi Manik, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.


Istri pertama berinsial F yang baru saja lulus dari SMP. Dirinya tak sempat mendaftar ke jenjang SMA sebelum dinikahi. F dinikahi dengan mahar Rp2,5 juta.


Hanya berselang sepekan, AR kembali menikahi istri kedua yang berinisial, M. Istri kedua yang masih kelas dua SMA dipersunting dengan mahar Rp1 juta.


Istri pertama mengaku awalnya tak menyangka bahwa M adalah madunya. Dia mengira M merupakan tamu undangan.


“Saya kira dia itu tamu datang menjenguk, eh ternyata itu (istri kedua).Perasaan pasti kecewa, tapi ya ini sudah terjadi, ya harus mencoba bahagia,” ungkap F, kepada awak media Sabtu (17/10/2020).


Ayah AR mengungkapkan kronologi anaknya menikahi dua gadis sekaligus. Menurutnya pernikahan anaknya secara adat tanpa mendaftar di Kantor Urusan Agama (KUA).


“Pas lagi tidur itu, saya kaget datang keluarga M minta untuk dinikahkan, waktu itu ibunya sempat pingsan. Ya karena disuruh untuk nikah ya kita terima dan harus tanggung jawab," jelas Ayuni.



(*)

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close