timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Ini Wajah Oknum Kades yang Terancam Dipecat Karena Cium Pipi Mahasiswi KKN di Wajo

Abdul Karim
TIMURKOTA.COM, WAJO-


Bupati Wajo, Amran Mahmud berjanji akan menindak tegas Kepala Desa Lempong, Abdul Karim yang diduga terlibat dalam tindak pelecehan seksual terhadap, AP mahasiswi KKN di desanya.

“Kita tunggu dulu proses hukumnya dan kita akan tindak lanjuti sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada,” tegas Bupati Wajo, Amran Mahmud kepada Media, Jumat, (17/07/2020).

Cium pipi mahasiswi tiga kali


Oknum Kepala Desa di Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan dilaporkan ke Kepolisian Resort Wajo setelah diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap mahasiswi yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desanya.

Menurut pengakuan korban berinisial, AP. Insiden pelecehan tersebut terjadi saat dirinya berpamitan dengan pelaku usai melaksanakan KKN pada Minggu (12/07/2020) lalu.

Awalnya pelaku, AK berjabat tangan dengan korban di ruang kerjanya. Namun saat berjabat tangan, AK tiba-tiba menarik korban lalu mencium pipi kiri dan kanan korban.

Saat melakukan aksinya, AK tidak mencium seperti pada umumnya yakni menempel pipi. AK malah menempel bibirnya di pipi mahasiswi itu.

"Saya jelas kaget, karena tiba-tiba pak desa cium pipi padahal selama ini di desa tidak ada seperti itu," kata AP kepada awak media usai membuat laporan.

Aksi kedua pelaku terjadi dengan alasan merupakan ucapan terimakasih atas kinerja mahasiswi KKN di kampungnya.

Ciuman ketiga kalinya dilakukan pelaku dengan modus ingin mengambil stempel. Saat itu stempel didekat AP, sehingga pelaku pura-pura ambil stempel lalu mencium pipi AP

"Ciuman yang ketiga sangat kurang ajar, kelihatan modusnya. Dia (kades) pura-pura ambil stempel, dan saat itu hanya kami berdua di dalam kantor desa," jelas korban menambahkan.

Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Muhammad Warfa membenarkan adanya laporan korban.

"Sudah ada laporan kami terima," katanya menegaskan.

Kepala Desa Lempong, AK tak membantah aksi yang dia lakukan. Namun menurutnya apa yang dilakukan ke mahasiswa KKN itu lebih kepada bentuk ucapan terima kasih.

"Betul saya cipika cipiki, tapi kami rasa itu hanyalah hal biasa sebagai ucapan bentuk terimakasih. Namun pihak keluarga korban tak terima dan saya dilaporkan," ujarnya menjelaskan.

(rill/as)




Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close