Iklan

Viral. Dua Kali Ditolak, Ini Kisah Tukang Pijat 44 Tahun Nikahi Anak Berusia 12 Tahun

tim redaksi timurkotacom
Senin, Juli 06, 2020 | 5:07 PM WIB Last Updated 2020-07-06T10:08:34Z

Pengantin beda usia Baharuddin (44) dan NS (12)
TIMURKOTA.COM, PINRANG-

Jodoh hanya tuhan yang tahu. Tak dapat diprediksi, bahkan kedatangannya terkadang diluar prediksi. Seperti itu kira-kira gambaran jodoh, Baharuddin pria yang kini genap berusia 44 tahun.

Bagaimana tidak, Baharuddin yang bekerja sebagai tukang pijat menikahi gadis berusia 12 tahun yang hanya sekali ditemui secara langsung.

Awal pertemuan dengan wanita yang kini resmi jadi istri sahnya bermula saat, Baharuddin bertandang ke Desa Watang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Tujuan, Baharuddin ke Desa Watang Pulu awalnya untuk menghadiri pesta pernikahan kerabatnya. Sesampai di sana, Baharuddin bertemu dan jatuh hati pada NS.

Setelah bertemu keduanya aktif berhubungan melalui sambungan telepon selular. Baharuddin selanjutnya memberanikan diri melamar pujaan hatinya itu.

Lamaran pertama langsung ditolak mentah-mentah orang tua NS dengan alasan anaknya masih di bawah umur.

"Lamaran kedua juga kami tolak," ungkap,  ayah tiri NS bernama,  Sappe.

Namun, sebagai pria sejati. Baharuddin memberanikan diri melamar ke tiga kalinya yang membuat orang tua NS tak kuasa lagi menolak.

"Kami terima karena anak saya, NS mengancam kabur dari rumah kalau tidak diterima. Jadi apa boleh buat dari pada menimbulkan masalah mending terima saja," tukasnya menjelaskan.

(rill/as)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Viral. Dua Kali Ditolak, Ini Kisah Tukang Pijat 44 Tahun Nikahi Anak Berusia 12 Tahun

Jangan lupa ikuti kami di


Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }