![]() |
| Terduga pelaku penganiayaan diringkus (dok) |
TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Pelaku penganiayaan terhadap petugas pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Makassar akhirnya berhasil diamankan polisi.
Penangkapan dilakukan tak lama setelah insiden terjadi, bahkan pelaku disebut belum sempat mengganti pakaian yang dikenakannya saat melakukan aksi kekerasan tersebut.
Langkah cepat aparat ini mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Insiden penganiayaan itu sebelumnya terjadi saat petugas Damkar tengah menjalankan tugas menangani laporan darurat.
Diduga dipicu oleh emosi warga yang menganggap petugas datang terlambat, situasi di lokasi berubah ricuh hingga berujung pada tindakan kekerasan terhadap petugas.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis.
Saat ini, pelaku telah dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak kepolisian menegaskan proses hukum akan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Aparat juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis serta menghormati petugas yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan.
Hanya berselang beberapa saat setelah melakukan pemukulan terhadap petugas Damkar di Lokasi Kebakaran Jalan Kerung-kerung, Kota Makassar diringkus oleh pihak kepolisian.
Dua orang pelaku langsung digelandang petugas guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Diberitakan sebelumnya, Warga melapiaskan kekesalannya dengan melakukan tindak penganiayaan terhadap salah seorang petuga Damkar di Jalan Kerung-kerung, Kota Makassar Minggu (28/06/2020)
Insiden tersebut diduga kuat dipicu ketidak puasa warga atas kinerja Petugas Damkar yang terlambat tiba di lokasi.
"Ada insiden pemukulan. Bagi saya harusnya tidak terjadi kasihan petugas di kasih begitu. Padahal mereka sudah bekerja maksimal," ungkap seorang kerabat korban kebakaran.
Dirinya menilai apa yang dilakukan pelaku itu sudah masuk tindak kejahatan dan harus diserahkan ke penegak hukum.
"Itu sudah salah, harus diambil kasusnya oleh polisi. Takutnya ada dendam, apalagi pelaku dan korban kayaknya saling kenal," tambahnya menjelaskan.
.
Sementara itu, Komandan Kompi C Damkar Makassar, Rustam Jufri mengatakan selain pemukulan. Ada warga yang mencoba menghalang-halangi petugas saat menjalankan tugasnya.
"Banyak insiden, dan puncaknya anggota kami yang datang pertama dipukul dan kaca mobilnya pecah," ungkapnya membeberkan.
"Mungkin mereka pelaku kesal karena petugas terlambat. Padahal kita dari sini dekat, cuman dari awal datang kita diintimidasi," jelasnya.
(rill/as)


