timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Ungkap Riwayat Perjalanan. Pasien Positif Covid-19 Asal Bone: Saya Harus Kuat


Ilustrasi (dok)
TIMURKOTA.COM,  BONE-
Berbeda dengan pasien pada umumnya yang enggan mempublikasikan identitasnya. Pasien positif ke-13 asal Desa Pattimpa, Kecamatan Ponre,  Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, SR (35) berinisiatif membuat tulisan terkait riwayat perjalanannya.

Meski menjalani isolasi di Hotel Harper Makassar,  dirinya mengaku dalam keadaan sehat.
Berikut tulisan SR yang dikutip timurkota.com :

"Saya Srihadriana Umur 35 Tahun, salah satu Pasien konfirmasi (+) Covid-19 berasal dari Desa Pattimpa Kec. Ponre Kab. Bone.
Sejak Terkonfirmasi (+) Pada Tanggal 30-05-2020, Saya langsung menjalani Isolasi di Hotel Harper Makassar (Gugus Covid Prov. Sul-Sel).

Sedikit bercerita tentang Riwayat Perjalanan Saya, agar Teman-teman, Keluarga dan Seluruh Masyarakat tidak panik namun tetap waspada, tidak menerka nerka dan tidak mendapatkan info hoax. Saya menulis ini bukan saya mencari pembenaran atau apapun itu yang bisa menguntungkan diri saya ataupun keluarga saya, namun saya menulis ini karena sangat banyak argumen atau mungkin kesalahfahaman yang beredar di luar sana yang bisa membuat imun teman-teman semuanya, keluarga semuanya menurun.

1. Saya Bekerja di Jakarta, dan sebelum Pulang Kampung saya telah menjalani WFH (tidak keluar sama sekali dari Kost saya) sejak 18 Maret 2020 sampai dengan tgl 31 Maret 2020.

2. Setelah saya berperang dengan bathin saya, antara bertahan di jakarta dengan kondisi makanan anak kost yang kurang bergizi, orang tua yang tiap hari menelpon dengan perasaan gundahnya karena saya adalah tulang punggungnya dengan kesendirianku di Ibu Kota, akhirnya saya memutuskan untuk pulang dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

3. Tgl 01 April 2020 Pagi saya terbang ke Makassar dan tiba siang, dijemput oleh suami saya (hanya berdua) di bandara dan langsung ke rumah keluarga untuk mandi sebersih mungkin, mengganti semua pakaian yang saya kenakan dari jakarta. Saya mandi di teras rumah karena saya mngkhawatirkan keluarga di rumah tsb.
Siang harinya saya melanjutkan perjalanan langsung ke Rumah Orang tua saya di Desa Pattimpa Kec. Ponre Kab. Bone. Saya tiba di rumah  malam hari tidak ada sambutan, tidak ada pelukan tidak ada salaman dll, saya lalu mandi sebersih mungkin kembali, mengganti pakaian bersama suami saya yang dengan setia menjemput saya dan mengantarkan saya ke rumah, karena dia khawatir jika saya mengendari kendaraan umum.

4. Tgl 02 April 2020 saya melaporkan kedatangan saya kepada Pemerintah Desa dan Puskesmas setempat dan lalu saya melakukan karantina mandiri dengan dipantau oleh pemerintah desa dan Tenaga Kesehatan setempat.

Selama masa karantina, saya tidak berinteraksi dengan siapapun, saya mengikuti semua anjuran, memisahkan piring, sendok, gelas dll..makanpun harus sendiri. Setiap yang saya lakukan dan rasakan saya laporkan ke tenaga medis. Alhamdulillah karantina 14 hari selesai berjalan lancar tanpa keluhan apapun.

5. Tgl 28 April 2020 saya ke RS sinjai karena keluarga inti saya sakit (usus buntu) dan harus operasi. Pada saat itu belum ada pasien konfirmasi (+) di RS Sinjai.  Namun, Tgl 01 Mei 2020 dimana saya berencana untuk kembali ke bone terhalang karena mendapatkan infromasi jika di RS sinjai ada pasien (+) covid. Dan setelah berperang kembali degan bathin saya, akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke bone dan karantina selama 14 hari di rumah di Desa Pattimpa Kec. Ponre dengan tetap menjalani protokol karantina sampai dengan selesai berjalan lancar tanpa keluhan.

6. Tgl 17 Mei  2020, sehari setelah karantina ke 2 saya selesai, suami saya tiba dari makassar. Sebelum ia pulang kami sempat berdebat, karena saya khawatir dia menjadi carrier untuk saya, keluarga dan orang sekitar. Namun karena dia bersedia untuk di karantina, maka dia pun ku ijinkan pulang dengan syarat harus taat dan patuh. Semua ia jalani meskipun terkadang saya merasa menjadi istri yang berdosa.. (maaf sayang...)

Selama masa karantina suami saya, sy tidak pernah melakukan kontak fisik dengannya (banyak yang tidak percaya, saya pun tdk bs memaksakan mereka hrs percaya..heheheh, ada Allah).

Sampai pada akhirnya saya harus tidur sekamar dengannya (tanpa kontak fisik) di malam lebaran karena kebetulan kamar di rumah saya penuh, karena saudara dan ponakan saya kebetulan bermalam di rumah.

Saya tidak berlebaran dan suami saya berlebaran di rumah sendirin. Suami saya Tak ada salim2an dengan siapapun termasuk saya.

7. Tgl 24 Mei 2020 saya memberanikan diri untuk bersilaturahim dengan keluarga besar, mereka ke rumah saya dan saya ke rumah mereka..karena mereka merasa saya aman karena saya sdh hampir 2 bulan di rumah dan pun saya tdk pernah kontak fisik dengan suami saya, jadi sayapun bersalim salim dengan mereka karena merasa saya akan segera pulang ke jakarta untuk bergabung bersama teman-teman saya di sana. Suami saya tak kontak dengan siapapun.

8. Tgl 25 Mei 2020 saya dan suami ke Desa Bellu Kec. Salomekko untuk tujuan silaturahim dan berpamitan, karena sy sdh harus kembali bekerja. Suami saya tak ada kontak fisik dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Sekali lagi karena saya merasa sudah lama dan tdk kontak dengan suami, sayapun memberanikan diri kontak fisik sama keluarga di sana.

9. Tgl 26 Mei 2020, Saya dan suami kembali ke rumah, mandi, berganti pakaian,  dan kemudian ke kota bone untuk bersilaturrahim dengan keluarga di Pallengoreng, Jl. Biru dan Jl Langsat dan lalu kemudian memenuhi janji untuk makan bersama/arisan keluarga dan sahabat (sekaligus berpamitan pulang ke jkt) karena saya sebelumnya 8 bulan baru kembali ke bone dan bisa berjumpa dengan mereka. Dan kembali lagi karena saya dan mereka merasa bahwa saya aman dan sehat.

Saya bermalam di rumah saudara saya (sahabat tapi saya benci jika harus menyebutnya sebagai sahabat karena dia adalah saudara untuk saya) bersama suami dan 1 orang sahabat yang kebetulan jarak tempuh ke tempatnya jauh dan sudah larut malam.

10. Tgl 27 Mei 2020, saya ke rumah tante saya di Jln Flores untuk berpamitan karena sebelumnya kami sudah pernah bertemu di hari lebaran, kebetulan tradisi keluarga kami (mungkin disemua keluarga juga gitu) yaitu memberi buah tangan (ole-ole).
Lalu kemudian saya pulang ke rumah dengan singgah berpamitan di rumah tante saya, saudara2 saya serta di Rumah Bpk Kepala Desa Pattimpa untuk berpamitan dan mengurus dokumen kelengkapan untuk terbang ke Jakarta.

11. Tgl 28 Mei 2020 sekitar pukul 04.30 wita saya tinggalkan rumah tujuan ke makassar untuk melakukan swab test secara mandiri sebagai persayaratan saya untuk terbang ke jakarta selain SIKM. Saya hanya singgah 1x di salah satu rumah makan untuk BAK (hanya BAK, dan saya tetap menggunakan masker dan selalu membawa HS). Tiba di makassar (Lab Kes) untuk test Swab Pukul 08.07 wita dan lalu langsung mendaftarkan diri dan mendapatkan urutan pertama di sekitaran pukul 09.30 wita. 

Saya sempat menunggu bersama beberapa orang yang dari percakapan dan sebutannya terdengar oleh saya adalah dokter-dokter dan beberapa orang yang kemungkinannya adalah rujukan untuk pemeriksaan swab.
Selesai Swab sayapun lalu bergegas pulang ke kost suami saya dan lalu mandi dan berganti pakaian sebersih mungkin.

12. Tgl 29 Mei 2020 saya mendapatkan pesan WA bahwa hasil swab saya abu-abu antara negatif atau positif. Dan saya masih yakin kalau hasil saya negatif karena saya tidak merasakan keluhan apapun dan juga saya tidak merasa kontak dengan siapapun.
13. Tgl 30 mei 2020 pagi hari saya mendapatkan pesan WA kembali bahwa hasil saya Positif dan lalu sayapun berinisiatif untuk menghubungi semua keluarga dan sahabat yang pernah kontak dengan saya untuk isolasi mandiri, jaga imun dan saling mendo’akan agar kami tetap dijauhkan dari wabah penyakit ini.

14. Tgl 30 Mei 2020, suami saya menjalani test swab di lab yang sama dan keluar hasil pada malam hari diinfokan langsung ke saya dan suami saya oleh petugas lab bahwa suami saya alhamdulillah Negatif covid-19.

15. Tgl 30 Mei 2020, saya ke Hotel Harper untuk menjalani isolasi dan arahan2 dari gugus covid-19. Kondisi saya dari awal sampai dengan menulis ini, baik-baik saja..alhamdulillah. tidak ada keluhan sama sekali.

Mohon maaf kepada seluruh masyarakat, kepada seluruh keluarga dan sahabat..

Terima Kasih kepada Pemerintah Pusat sampai Desa dan Bahkan Dusun, Terima Kasih kepada Tim Tenga Kesehatan Setempat, terima Kasih kepada seluruh keluarga tercinta dan sahabat tersayang atas support dan kekuatannya untuk saya.

Mari saling mendo’akan semoga kita semua dijauhkan dari wabah penyakit ini, saling mendukung, saling memberi info positif, saling mencintai dan menyayangi...
Kalian kuat, saya kuat !

Saya menjaga diri, keluarga dan orang sekitar sekuat tenaga saya, namun kembali lagi Allah SWT yang berkehendak..

In syaa Allah ada hikmah dibalik semua ini, yakin bahwa rencana Allah adalah yang terbaik. Karena bahkan daun yang jatuhpun sudah ditakdirkan Allah..
Untuk semua, tetap ikuti anjuran pemerintah dan protokol kesehatan..!
Love U all more more more more........
💞💞💞💞💞💞💞💞


(rill)

Berita Populer

close