timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Pelaku Pembunuhan Anggota BPD di Sinjai Diduga Memiliki Ilmu Kebal

Pelaku penikaman diamankan di Mapolres Sinjai, Minggu (24/05/2020)

TIMURKOTA.COM, SINJAI-
Pelaku pembunuhan Anggota Badan Permasyarakatan Desa (BPD) di Dusun Tomantan, Desa Bonto Sinala, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai,  Sulawesi Selatan, Minggu (24/05/2020) sekira pukul 20.00 Wita diyakini memiliki ilmu kebal.

Tebasan parang panjang yang dilayangkan korban, Asdar sempat mengenai tangan pelaku namun tak meninggalkan luka. Hal itu menjadi dasar sebagian orang menganggap kulit, Anwar tak dapat ditembus benda tajam.

"Memang sempat terjadi baku serang. Asdar sebenarnya lebih diuntungkan karena dia gunakan parang panjang. Cuman lawannya (Anwar) kebal makanya dia tidak terluka," ungkap Bakri seorang warga.

Menurut Bakri, meski diyakini punya ilmu kebal. Namun kehidupan sehari-hari, Anwar tak ada yang berbeda dengan warga lain.

"Tidak ada aneh-aneh,  sama seperti kita. Tapi kelebihan begitu (ilmu kebal) memang tidak akan dipertontonkan bahkan sengaja disembunyikan," imbuhnya.

Informasi mengenai, Anwar sempat ditebas parang pada bagian tangan dibenarkan Kapolres Sinjai,  AKBP Iwan Irmawan. Keterangan itu diperoleh dari pengakuan saksi mata yang juga istri pelaku.

"Menurut keterangan istri pelaku (Anwar). Sempat terjadi saling serang menggunakan senjata tajam. Anwar bahkan ditebas parang oleh korban pada bagian tangan namun tak mempan. Sesaat setelah itu korban,  Asdar tersungkur dengan luka tusukan badik pada bagian dada," ujarnya.

Motif Pembunuhan Dipicu Permasalahan Penyaluran BLT

Sebelumnya, Program Bantuan Langsung Tunai (BLT),  sejatinya untuk menjadi solusi bagi warga yang terdampak Covid-19 serta berada di bawah garis kemiskinan.

Bukan malah jadi bahan perdebatan hingga memunculkan permasalahan di tengah masyarakat. Namun,  kenyataan terjadi di lapangan program ini terkadang jadi sumber masalah.

Seperti halnya yang terjadi di Dusun Tomantan, Desa Bonto Sinala, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai,  Sulawesi Selatan, Minggu (24/05/2020) sekira pukul 20.00 Wita.

Pertengkaran yang dipicu permasalahan BLT menyebabkan satu nyawa melayang. Asdar seorang Anggota Badan Permasyarakatan Desa (BPD) tewas seketika usai ditikam warganya sendiri,  Anwar Bin Kadir (45).

Ikhwal permasalahan bermula saat istri, Anwar mendatangi rumah lelaki,  Amir yang tak lain adalah mertua,  Asdar. Kedatangannya guna mempertanyakan BTL yang belum sampai ke tangannya.

Istri pelaku diduga geram lantaran para tetangga telah menerima BLT sementara dirinya belum ada sama sekali.

Kepala Kepolisian Resort Sinjai,  AKBP Iwan Irmawan menjelaskan, sesampai di rumah kepala dusun. Istri pelaku terlibat cekcok dan adu mulut dengan Asdar.

Perdebatan itu makin keras, karena rumah kepala dusun dan pelaku berdekatan, hingga suara mereka terdengar oleh pelaku.

"Istri pelaku ini awalnya hendak bertemu dengan kepala dusun. Namun karena pak kepala dusun sedang tidak ada di rumah, si istri bertemu  lelaki Asdar (korban) hingga akhirnya mereka terlibat cekcok dan kebetulan didengar langsung oleh pelaku," jelas Kapolres.

Kapolres melanjutkan, sebelum tewas,  Asdar sempat melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam jenis parang panjang.

"Menurut kesaksian istri pelaku, saat kejadian suaminya sempat diparangi oleh Asdar yang mengenai bagian lengan. Namun tidak menyebabkan luka. Mendapat serangan,  Anwar berbalik dan menikam,  Asdar menggunakan badik." lanjutnya.

Pasca kejadian Anwar bersama istri langsung meninggalkan lokasi. Sementara, Asdar tewas bersimbah darah di TKP.

"Korban menghembuskan nafas terakhirnya saat hendak dilarikan ke Puskesmas Biji Nangka. Sementara pelaku telah kita amankan," tutupnya.

Usai diamankan kini pelaku,  Anwar sementara menjalani proses penyemeriksaan di penyidik Unit Reserse Umum Polres Sinjai. Anwar terancam dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

(rill/dok)

Berita Populer

close