Iklan

Viral di Sulsel, Oknum Polisi Soppeng Diduga Ancam Nyawa Wartawan

Redaksi-timurkota
Jumat, Januari 02, 2026 | 8:24 AM WIB Last Updated 2026-01-02T01:24:09Z

ANCAM. Inilah detik-detik dimana oknum polisi mengancam akan membunuh wartawan Tribun Timur Azis Alimuddin (baju kemeja) tengah.



TIMURKOTA.COM- Seorang wartawan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mengaku mendapat ancaman serius dari seorang oknum polisi saat menjalankan tugas jurnalistik.

Ancaman tersebut diduga disampaikan secara langsung dan bernada intimidatif, bahkan menyebutkan ancaman pembunuhan. 

Peristiwa ini sontak memicu perhatian publik dan kekhawatiran terhadap kebebasan pers di daerah.

Menurut keterangan korban, insiden bermula saat ia melakukan peliputan terkait isu tertentu yang diduga bersinggungan dengan kepentingan oknum aparat tersebut. 

Dalam situasi yang memanas, oknum polisi itu disebut melontarkan kata-kata kasar disertai ancaman terhadap keselamatan wartawan. 

Korban mengaku tertekan dan merasa keselamatannya terancam akibat peristiwa tersebut.

Kasus dugaan ancaman ini kini menjadi sorotan berbagai kalangan, termasuk komunitas pers dan pegiat kebebasan berekspresi. 

Desakan agar aparat kepolisian bertindak tegas dan profesional terhadap oknum yang diduga terlibat pun menguat. 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ancaman terhadap wartawan tersebut.

Dua wartawan, Azis Alimuddin dari media Tribun Timur dan Jumardin Nurdin, jurnalis Seputar Indonesia dipukul dan diancam akan dibunuh oleh oknum polisi yang diketahui bernama, Andi Sedike di Jl Pemuda, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Rabu 2 Desember.

Pasca pemukulan, Azis kemudian dipanggil Kapolres Soppeng, AKBP Dodied Prasetyo Aji, bersama terduga pelaku.

Azis menyampaikan rencananya untuk melaporkan kejadian pemukulan tersebut ke Polda Sulsel.
Pelaku dengan nada tinggi menantang Azis untuk melaporkan kejadian itu. "Dia bilang silakan," ujarnya.

Oknum polisi tersebut bahkan mengancam akan membunuh Azis dengan menggunakan isyarat tubuh.

"Tidak lama kemudian setelah Kapolres Soppeng menyuruh turun dari mobil Dalmas, polisi itu kemudian mengancam akan membunuh saya baik kata-kata maupun dengan cara memperagakan dengan cara tangannya menggorok lehernya," ujar Azis.

Azis bersama Jumardin Nurdin, jurnalis Seputar Indonesia, digebuki oknum polisi, di Jl Pemuda. Saat kejadian Azis sedang mengambil gambar video suasana kampanye kandidat Calon Bupati Soppeng Luthfi Halide di atas trotoar di kawasan itu.

Tiba-tiba oknum polisi tersebut datang dan menyuruhnya turun ke Lapangan Gasis yang menjadi lokasi kampanye kandidat.

"Dia lalu mendorong saya untuk turun katanya tidak boleh ambil gambar di situ," kata Azis

"Setelah saya kasih lihatkan identitas saya dan bilang saya ini dari Tribun Timur oknum polisi ini bilang kenapa memang kalau wartawan," jelas Azis menambahkan.

Oknum polisi yang marah kemudian kembali mendorong Azis dan melayangkan pukulan sebanyak dua kali yang mengenai punggung korban.

"Kemudian saya dipukul polisi tersebut. Punggunggu na pukul dua kali," jelas Azis yang mengaku sudah dalam kondisi baik pascakejadian tersebut.

sumber: net
editor: herman kurniawan

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Viral di Sulsel, Oknum Polisi Soppeng Diduga Ancam Nyawa Wartawan
« Prev Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }