![]() |
| Massa PMII Cabang Bone menggelar aksi demonstrasi di Kantor PDAM Wae Manurung, Kabupaten Bone (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone menggelar aksi demonstrasi di Kantor PDAM Wae Manurung, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (1/10/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh keluhan masyarakat terkait pelayanan dan pembayaran air bersih yang dinilai tidak sebanding. Mahasiswa menyoroti adanya warga yang disebut mengalami lonjakan tagihan hingga empat kali lipat, meski distribusi air ke sejumlah pelanggan dinilai masih menjadi persoalan.
Salah satu tuntutan utama ialah meminta manajemen PDAM membuka informasi secara transparan mengenai mekanisme penetapan dan perubahan tarif pembayaran air.
Massa juga mendesak agar Direktur Utama PDAM Wae Manurung’e, Muh. Bachtiar Sairing, menemui langsung demonstran untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan yang dipersoalkan masyarakat.
Ketua PMII Cabang Bone, Zulkifli, mengatakan persoalan tersebut tidak semata-mata menyangkut besaran tagihan, tetapi juga menyangkut hak pelanggan untuk memperoleh pelayanan yang sesuai dengan kewajiban pembayaran.
"Masyarakat dituntut taat membayar, tetapi air yang dibayar tidak pernah mengalir. Bahkan, beberapa warga membayar hingga empat kali lipat" Ungkap Zulkifli dalam orasinya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapatkan penjelasan terbuka dari pihak PDAM agar masyarakat mengetahui dasar perhitungan tagihan serta kebijakan yang menyebabkan terjadinya kenaikan pembayaran.
Dalam aksi tersebut, Zulkifli juga melontarkan kritik keras terhadap Direktur Utama PDAM Wae Manurung’e yang dinilai tidak hadir menemui massa untuk berdialog.
"Pak Bachtiar itu pengecut. Kinerjanya sebagai Direktur PDAM juga dipertanyakan. Apa dia direktur atau ajudan bupati? Kalau memang tidak bisa mengemban tugas sebagai Direktur PDAM, lebih baik mundur dan menjadi ADC saja" Katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli sebagai bentuk kekecewaan massa karena tuntutan untuk bertemu dan berdialog dengan pimpinan PDAM belum terpenuhi.
Situasi kemudian memanas setelah massa tidak kunjung mendapatkan respons langsung dari Direktur PDAM. Sejumlah mahasiswa masuk ke area kantor untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna melihat kondisi pelayanan di internal kantor.
Setelah melakukan sidak, massa akhirnya menarik diri dari lokasi. Namun, aksi tersebut belum dinyatakan berakhir.
PMII Cabang Bone menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan respons yang dianggap memadai dari manajemen PDAM Wae Manurung’e.
Bahkan, massa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan menduduki kantor PDAM dan bermalam di lokasi sebagai bentuk desakan agar persoalan tarif, pelayanan, serta keluhan pelanggan segera mendapatkan penjelasan dan penyelesaian. (*)


