Iklan

Usai Tampilkan Karnaval Sepeda Tua, Stand BONESTA di Gau Maraja Kembali Banjir Pengunjung

Redaksi-timurkota
Selasa, September 29, 2026 | 9:18 AM WIB Last Updated 2026-09-29T02:18:09Z

Stand BONESTA yang berada di kawasan Bone Riolo ramai dikunjungi masyarakat (Foto: Dok. Istimewa)


TIMURKOTA.COM, BONE — Setelah sukses memberikan tontonan menarik melalui karnaval sepeda tua dalam rangkaian kegiatan Gau Maraja, komunitas BONESTA (Bone Sepeda Tua) kembali mencuri perhatian masyarakat.

Kali ini, bukan hanya karnaval sepeda tua yang menjadi daya tarik. Stand BONESTA yang berada di kawasan Bone Riolo ramai dikunjungi masyarakat yang ingin mengabadikan momen dengan berfoto bersama berbagai benda antik dan perlengkapan tempo dulu.

Memasuki malam ketiga pelaksanaan Gau Maraja, antrean pengunjung untuk berfoto di stand BONESTA masih terlihat. Pengunjung berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Konsep tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena berbeda dengan sejumlah tenan lainnya yang menyajikan makanan tradisional atau beppa tau riolo.

Di stand BONESTA, pengunjung justru diajak bernostalgia melalui berbagai benda antik, termasuk dokumentasi Tanah Bangkalae tahun 1934, sepeda tua, alat komunikasi tempo dulu, serta sejumlah pajangan antik lainnya.

Ketua BONESTA, Faizal Nur, mengatakan kehadiran komunitasnya dalam Gau Maraja tidak hanya untuk terlibat dalam karnaval sepeda tua, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat.

“BONESTA hadir bukan hanya untuk mengikuti dan menyukseskan karnaval sepeda tua. Kami juga ingin memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengenal kembali benda-benda tempo dulu yang memiliki nilai sejarah, sekaligus menjadikannya sebagai tempat berfoto dan bernostalgia,” kata Faizal Nur.

Menurutnya, konsep stand BONESTA sengaja dibuat agar dapat dinikmati berbagai kalangan, terutama generasi muda yang mungkin tidak lagi menemukan secara langsung berbagai benda yang pernah digunakan masyarakat pada masa lalu.

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya melihat benda antik sebagai barang lama, tetapi juga memahami bahwa di balik benda-benda tersebut ada cerita dan perjalanan sejarah. Karena itu kami mencoba mengemasnya dalam suasana yang menarik dan bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Faizal menambahkan, tingginya antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa benda-benda bersejarah masih memiliki daya tarik ketika dikemas secara kreatif.

“Antusiasme masyarakat cukup luar biasa. Yang datang bukan hanya orang tua, tetapi juga anak-anak. Ini menunjukkan bahwa sejarah dan barang-barang tempo dulu tetap menarik ketika disajikan dengan konsep yang dekat dengan masyarakat,” tambahnya.

Hadirkan Konsep Bone Riolo

Salah satu hal yang membuat stand BONESTA berbeda adalah konsep Bone Riolo yang dihadirkan dalam kawasan Gau Maraja.

Para pengunjung tidak hanya dapat melihat koleksi benda antik, tetapi juga berfoto dengan latar suasana yang menggambarkan kehidupan masa lalu.

Pendiri BONESTA sekaligus pemilik sejumlah koleksi barang antik, Ansar Mulkin, mengatakan keterlibatan BONESTA dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali berbagai benda dan dokumentasi masa lalu kepada masyarakat.

“BONESTA kali ini bukan hanya menjadi pelaksana karnaval di Gau Maraja, tetapi juga memberikan tempat untuk foto-foto dengan barang antik. Kami ingin masyarakat bisa melihat kembali suasana Bone tempo dulu melalui benda-benda yang kami tampilkan,” kata Ansar.

Ia menjelaskan, salah satu koleksi yang menjadi perhatian pengunjung adalah foto Tanah Bangkalae pada 1934 yang dipadukan dengan sepeda tua, alat komunikasi tempo dulu dan berbagai benda antik lainnya.

Kehadiran koleksi tersebut membuat stand BONESTA tidak sekadar menjadi lokasi berfoto, tetapi juga menjadi ruang kecil untuk mengenalkan sejarah lokal kepada pengunjung.

Pengunjung Antre untuk Berfoto

Penanggung jawab stand BONESTA, Akmal Kimal, mengatakan sejak pembukaan kawasan Bone Riolo hingga malam ketiga, pengunjung terus berdatangan.

Menurutnya, antusiasme tidak hanya berasal dari masyarakat dewasa, tetapi juga anak-anak.

“Mulai pembukaan Bone Riolo sampai malam ketiga, kami dibanjiri pengunjung. Bukan hanya dari kalangan orang tua, tetapi anak-anak umur tujuh tahun juga ikut berfoto. Mereka semua berlomba-lomba mencari spot yang menarik,” kata Akmal.

Akmal mengatakan, pihaknya menyiapkan sejumlah ikon yang menjadi spot favorit pengunjung.

“Kami menyiapkan dua ikon yang sangat diminati pengunjung, yaitu Menara BONESTA dengan konsep Gau Maraja dan Bone Riolo. Selain itu, kami juga menghadirkan suasana ruang tamu ala tempo dulu,” jelasnya.

Konsep tersebut membuat pengunjung memiliki sejumlah pilihan untuk mengabadikan momen, baik dengan latar benda antik maupun suasana ruang tamu yang dibuat menyerupai kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Tidak Sekadar Tempat Foto

Ketua BONESTA Faizal Nur menegaskan bahwa konsep yang dihadirkan komunitasnya bukan semata-mata untuk membuat spot foto.

Menurut dia, setiap benda yang dipajang memiliki cerita dan nilai historis yang dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda.

“Kami berharap stand ini tidak hanya menjadi tempat orang datang untuk berfoto, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk bertanya, melihat dan mengenal benda-benda yang mungkin sudah tidak mereka temui dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Faizal.

Ia mengatakan BONESTA akan terus berupaya mengembangkan kegiatan komunitas yang memadukan pelestarian sepeda tua, benda antik, sejarah lokal dan ruang interaksi masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah Bone dengan cara yang sederhana, menarik dan bisa diterima semua generasi. BONESTA ingin ikut menjaga ingatan tentang Bone melalui sepeda tua dan benda-benda bersejarah yang masih kami miliki,” pungkasnya.

Kehadiran stand BONESTA di kawasan Bone Riolo pun menjadi salah satu warna tersendiri dalam pelaksanaan Gau Maraja. Selain menikmati jajanan tradisional dari berbagai tenan, masyarakat memiliki alternatif untuk menikmati suasana tempo dulu sekaligus mengabadikan momen bersama koleksi benda antik. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Usai Tampilkan Karnaval Sepeda Tua, Stand BONESTA di Gau Maraja Kembali Banjir Pengunjung
Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }