![]() |
| Gampus II Universitas Cahaya Prima (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, JAKARTA– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi secara resmi mengumumkan daftar perguruan tinggi swasta yang lolos sebagai penerima Bantuan Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Reguler Tahun Anggaran 2026.
Pengumuman penting tersebut tertuang dalam surat resmi Nomor: 543/DST/B.B3/DT.03.00/2026 tertanggal 20 Juli 2026 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi.
Berdasarkan surat tersebut, penetapan ini dilakukan setelah melalui rangkaian seleksi ketat yang meliputi Evaluasi Administratif, Evaluasi Substantif, hingga Evaluasi Kelayakan.
Salah satu kampus yang berhasil menembus seleksi ketat nasional tersebut adalah Universitas Cahaya Prima (Uncapi).
Keberhasilan ini menempatkan Uncapi sebagai salah satu institusi tinggi swasta unggulan yang dinilai layak menerima dukungan penguatan mutu dari pemerintah pusat.
Merespons kabar baik ini, Rektor Universitas Cahaya Prima (Uncapi), Prof. Dr. Dr. Hj. A. Cahaya, M.Si., tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya.
Saat diwawancarai, ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan nyata dari negara terhadap konsistensi Uncapi dalam menjaga kualitas tata kelola akademis.
"Kami di jajaran civitas akademika Universitas Cahaya Prima sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh Kemendiktisaintek. Lolosnya Uncapi dalam program PP-PTS Reguler Tahun 2026 ini bukan hal yang instan, melainkan buah dari komitmen, kerja keras, dan transparansi seluruh tim yang terlibat dalam menyusun usulan program," ujar Prof. A. Cahaya.
Lebih lanjut, guru besar pertama perempuan dalam ilmu administrasi publik di Kabupaten Bone ini menjelaskan bahwa bantuan PP-PTS ini akan dialokasikan secara strategis untuk mengakselerasi transformasi kampus, terutama dalam peningkatan sarana prasarana penunjang perkuliahan dan laboratorium canggih.
"Fokus utama kami ke depan adalah penguatan mutu lulusan. Dengan adanya bantuan reguler dari pemerintah ini, Uncapi akan memaksimalkannya untuk modernisasi fasilitas pembelajaran yang adaptif terhadap era teknologi. Kami ingin memastikan mahasiswa Uncapi mendapatkan ekosistem belajar terbaik agar siap bersaing di level internasional," tambahnya secara optimistis.
Dalam surat pengumuman Ditjen Dikti, ditegaskan bahwa seluruh penerima bantuan harus melewati tiga fase penyaringan yang sangat kompetitif:
1. Evaluasi Administratif: Menilai keabsahan dokumen, legalitas kelembagaan, serta kepatuhan pelaporan pangkalan data pendidikan tinggi.
2. Evaluasi Substantif: Menelaah arah dan substansi proposal program penguatan yang diajukan oleh masing-masing perguruan tinggi swasta.
3. Evaluasi Kelayakan: Memverifikasi kesiapan sarana, kebutuhan riil, serta dampak jangka panjang program terhadap mutu mahasiswa.
Keberhasilan Universitas Cahaya Prima melewati ketiga tahapan di atas menunjukkan bahwa tata kelola internal Uncapi berada pada performa yang sangat sehat dan akuntabel di mata kementerian.
Di akhir pengumuman tersebut, Dirjen Dikti Khairul Munadi menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh perguruan tinggi yang telah berpartisipasi aktif dan mendukung keberlangsungan program PP-PTS Reguler 2026 ini demi pemerataan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Tembusan surat ini juga telah diteruskan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta jajaran inspektorat terkait guna memastikan pelaksanaan bantuan berjalan transparan dan tepat sasaran. (*)


