![]() |
| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin resmi memulai rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelaksanaan Seminar Awal Program Kerja. |
TIMURKOTA.COM, SIDRAP- Desa Wanio Timoreng, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin resmi memulai rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelaksanaan Seminar Awal Program Kerja.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Panca Lautang, Kepala Desa Wanio Timoreng, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta perwakilan sekolah mitra.
Dalam sambutannya, Camat Panca Lautang, Muhammad Basri R., S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa saat ini terdapat lebih dari 3.000 mahasiswa KKN yang tersebar di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang.
Ia menekankan komitmen Bupati Sidrap untuk terus meningkatkan capaian daerah, salah satunya melalui target masuk lima besar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tingkat provinsi, dengan peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan penurunan angka putus sekolah sebagai fokus utama.
Ia juga menyampaikan apresiasi bahwa Kabupaten Sidrap saat ini mencatatkan angka stunting balita terendah.
Kepada mahasiswa KKN, Camat berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater dan tetap melanjutkan pendidikan setelah program KKN selesai, serta mengingatkan agar program kerja yang disusun tidak membebani dari sisi dana maupun tenaga masyarakat setempat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Wanio Timoreng, Syamsuddin, S.Sos., dalam sambutannya berpesan kepada masyarakat agar tidak salah memahami kehadiran mahasiswa KKN.
Ia menegaskan bahwa para mahasiswa datang untuk berbagi dan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari demi perbaikan kesehatan lingkungan desa.
Kepala Desa turut mengundang sejumlah tokoh pendidik dalam kegiatan ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung serta membantu kelancaran program kerja mahasiswa, dengan catatan program yang diusung tidak memberatkan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Desa (Koordes) KKN-PK Angkatan 69, Imanuel Jespires Tumanan, dalam sambutannya memaparkan bahwa seluruh program kerja yang disusun merupakan hasil observasi awal serta diskusi bersama aparat desa, tenaga kesehatan, dan berbagai pihak terkait, sehingga diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat Desa Wanio Timoreng.
Ia turut menyampaikan kesadaran akan keterbatasan yang dimiliki mahasiswa, sehingga arahan, masukan, dan kritik dari seluruh pihak sangat diharapkan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Koordes juga berharap dapat terjalin kerja sama yang erat antara pemerintah desa, puskesmas, sekolah, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa KKN selama masa pengabdian berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa turut memaparkan rangkaian program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN, meliputi program berbasis pelayanan kesehatan masyarakat (seperti pemeriksaan kesehatan gratis), edukasi gizi dan pencegahan stunting, program kesehatan lansia dan petani, edukasi kesehatan gigi anak sekolah (GISAN), penyuluhan penyakit menular seperti diare, TB, dan rabies, edukasi remaja mengenai NAPZA dan HIV/AIDS, hingga program kesehatan hewan ternak dan pencegahan malaria berbasis pendekatan One Health.
Rangkaian program ini disusun sebagai bentuk kolaborasi lintas profesi kesehatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi.
Pemaparan program kerja tersebut turut dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama masyarakat dan pemangku kepentingan desa, sebagai bagian dari proses penyempurnaan program agar semakin sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.


