Iklan

Proyek Pembangunan Jalan Lappamacenning Diduga Sarat Permainan, APH Diminta Turun Tangan: Telan Anggaran Rp283 Juta

Redaksi-timurkota
Rabu, Februari 11, 2026 | 11:41 AM WIB Last Updated 2026-02-11T04:41:13Z

Kondisi jalan yang mengalami kerusakan meski baru dilakukan pengerjaan (Foto: Dok. Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE – Warga Desa Buareng, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menyoroti kondisi Jalan Dusun Lappamacenning yang disebut cepat mengalami kerusakan meski baru dikerjakan pada tahun anggaran 2024. 

Proyek tersebut diketahui menggunakan Dana Desa sebesar Rp283.716.000 dan kini menjadi perbincangan di tengah masyarakat.

Sejumlah warga mempertanyakan kualitas pekerjaan jalan tersebut karena dinilai belum mampu bertahan dalam waktu yang lama. 

Mereka menilai anggaran yang digunakan tergolong besar sehingga seharusnya hasil pembangunan dapat lebih maksimal dan tahan lama.

“Anggarannya cukup lumayan banyak, tapi pekerjaannya tidak maksimal dan cepat rusak. Ini perlu dipertanyakan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (11/2/2026).

Kondisi jalan yang mengalami kerusakan dinilai berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas setiap hari. 

Jalan tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Dusun Lappamacenning dan sekitarnya, termasuk jalur distribusi hasil pertanian warga.

Sorotan terhadap proyek infrastruktur desa ini juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan spesifikasi teknis pekerjaan. 

Warga berharap ada transparansi lebih lanjut terkait perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek yang menggunakan Dana Desa tersebut agar tidak menimbulkan polemik di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala Desa Buareng, Imran Mappiare, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pekerjaan Jalan Dusun Lappamacenning pada tahun 2024 dengan anggaran sebesar Rp283.716.000. 

Ia menjelaskan bahwa kerusakan jalan dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas di area tersebut.

Menurut Imran, aktivitas mobil lalu lalang yang berkaitan dengan tambang galian C di sekitar wilayah tersebut menjadi salah satu faktor utama penyebab jalan cepat rusak. 

Beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan dinilai mempengaruhi ketahanan konstruksi yang telah dibangun.

Meski demikian, masyarakat berharap ada langkah evaluasi dan solusi konkret agar akses jalan desa tetap terjaga kualitasnya. 

Infrastruktur yang baik dinilai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi desa, termasuk kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas usaha warga.

Warga Desa Buareng pun meminta adanya perhatian dari pihak terkait untuk melakukan peninjauan ulang terhadap kondisi jalan tersebut, baik melalui perbaikan, peningkatan kualitas konstruksi, maupun pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas, sehingga penggunaan Dana Desa benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Proyek Pembangunan Jalan Lappamacenning Diduga Sarat Permainan, APH Diminta Turun Tangan: Telan Anggaran Rp283 Juta
« Prev Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }