![]() |
| Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd saat membuka kegiatan (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE- Dalam upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar, Rumah Baca RUMI sukses menggelar pelatihan jurnalistik dasar yang diikuti puluhan siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Bone.
Kegiatan ini berlangsung di aula Rumah Baca RUMI dengan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi media dan pendidik.
Program tersebut bertujuan membangun kemampuan menulis, berpikir kritis, serta memahami etika publikasi di era digital.
Pelatihan jurnalistik ini menjadi wadah bagi pelajar untuk belajar langsung mengenai proses penulisan berita, teknik wawancara, dan cara menyajikan informasi yang akurat.
Para peserta juga diajak memahami peran media dalam membentuk opini publik serta pentingnya tanggung jawab sosial dalam menyebarkan informasi.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan karya tulis yang dihasilkan selama sesi praktik.
Koordinator Rumah Baca RUMI, Andi Rahmatullah, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan literasi yang telah dijalankan sejak awal tahun.
Menurutnya, pelajar perlu dibekali kemampuan menulis agar mampu mengelola informasi dengan bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu.
Ia berharap pelatihan jurnalistik ini menjadi langkah awal lahirnya generasi pelajar yang cerdas bermedia dan aktif dalam kegiatan literasi.
Ke depan, Rumah Baca RUMI berencana memperluas program serupa ke berbagai sekolah di Kabupaten Bone.
Selain pelatihan jurnalistik, lembaga ini juga menyiapkan kegiatan lanjutan berupa kelas penulisan kreatif dan pengelolaan media sekolah.
Diharapkan, inisiatif tersebut dapat memperkuat ekosistem literasi di daerah serta menumbuhkan minat baca dan tulis di kalangan generasi muda.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi masyarakat, Rumah Baca RUMI kembali sukses melaksanakan Pelatihan Jurnalistik Pelajar di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Bone pada Rabu, 23 Oktober 2024.
Dengan tema “Kritis di Era Disinformasi: Menyiapkan Jurnalis Muda Masa Depan,” acara ini menghadirkan berbagai narasumber dan peserta dari beberapa sekolah di Bone, dengan tujuan membekali pelajar keterampilan dasar jurnalistik yang relevan di era digital saat ini.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone, Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd., yang hadir sebagai perwakilan dan Kasi SMA, membuka acara dengan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ini.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan pelajar di era informasi yang serba cepat.
Menurutnya, keterampilan jurnalistik tidak hanya penting untuk memahami cara kerja media massa, tetapi juga sangat esensial dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
"Kegiatan ini perlu didukung penuh karena memberikan kesempatan kepada pelajar untuk belajar dan memahami jurnalisme sejak dini. Jurnalisme bukan hanya soal menulis berita, tetapi juga kemampuan menyaring informasi dan menyampaikan berita yang objektif serta akurat," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa jurnalisme yang baik dapat membantu menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bebas dari hoaks, terutama di platform digital yang sering kali menjadi sumber disinformasi.
Muh. Asmar Hidayat, Ketua Panitia, juga menegaskan pentingnya pelatihan jurnalistik ini bagi para pelajar.
Menurutnya, Pelatihan Jurnalistik Pelajar ini adalah rangkaian kelima dari berbagai kegiatan literasi yang digelar Rumah Baca RUMI.
"Kami sengaja mengundang pelajar sebagai peserta agar mereka mendapatkan pemahaman mendalam tentang dunia jurnalistik," jelasnya.
Asmar menambahkan, di tengah derasnya arus informasi, kemampuan untuk menulis dan melaporkan berita secara objektif dan akurat sangat dibutuhkan.
"Dengan mempelajari jurnalistik sejak dini, para pelajar akan lebih siap dalam berkontribusi menciptakan opini publik yang kritis dan bertanggung jawab, serta menghindarkan diri dari jebakan disinformasi dan hoaks yang marak di dunia digital," katanya.
Andi Geerhand, Ketua Komunitas Rumah Baca RUMI, menyoroti pentingnya literasi dalam membangun masyarakat yang lebih kritis dan sadar akan arus informasi.
Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan untuk berpikir kritis dan menyaring informasi yang relevan dan akurat.
"Saat ini, literasi harus dijadikan sebagai kekuatan. Meski tidak mudah, kami percaya bahwa melalui kegiatan seperti ini, kami dapat menebar semangat literasi kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda," ujar Andi Geerhand.
Ia menambahkan bahwa di era informasi digital ini, penting bagi masyarakat, terutama pelajar, untuk memahami bahwa tidak semua informasi yang tersebar dapat dipercaya.
Literasi kritis menjadi kunci dalam melawan hoaks dan mempromosikan keterbukaan serta toleransi dalam berkomunikasi.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Herman Kurniawan, seorang Jurnalis Media TimurKota.com yang membawakan materi tentang “Teknik Dasar Penulisan Berita dan Wawancara,” Agung Kurniawan, Peneliti di Cita Tana Mahardika yang menyampaikan “Catatan Kritis Sebelum Menjadi Seorang Jurnalis,” serta Fatma Utami Jauharoh, Penyuluh Agama Kemenag Bone, yang mengupas “Pedoman Peliputan Media Toleran.”
Pelatihan diikuti oleh pelajar dari beberapa sekolah di Kabupaten Bone, termasuk UPT SMA Negeri 1 Bone, UPT SMA Negeri 3 Bone, UPT SMA Negeri 13 Bone, SMK 1 Bone, SMK 2 Bone, MAN 1 Bone, dan MAN 2 Bone.
Selain mendapatkan pemahaman teoretis mengenai jurnalistik, peserta juga dilatih secara langsung untuk menulis berita dan diberikan buku panduan tentang jurnalisme profesional.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan keterampilan yang mereka pelajari dalam berbagai konteks, baik di sekolah maupun di luar lingkungan pendidikan.
Rumah Baca RUMI berharap, pelajar yang mengikuti pelatihan ini akan menjadi agen literasi yang mampu menyaring dan menyampaikan informasi dengan bertanggung jawab, serta turut berperan dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus disinformasi.



