Iklan

Pasca Hj Dahliah Tewas Terbunuh, Sejumlah Pria Berpakaian Preman Ambil Rekaman CCTV di SPBU Jalan Ahmad Yani

timurkota.com_official
Rabu, November 15, 2023 | 5:22 AM WIB Last Updated 2023-11-14T22:22:04Z

Warga mendatangi lokasi pembunuhan di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone (Foto: Dok. Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE- Sejumlah pria beradan tegap dan berpakaian preman mendatangi SPBU di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone tepat berhadapan dengan rumah yang menjadi TKP, Hj Dahliah dieksekusi secara sadis.

Beberapa pria tersebut mendatangi pihak SPBU dan meminta rekaman CCTV. Seorang pengendara melihat langsung saat pria tersebut mendatangi lokasi. 

"Ada kemarin sore, Selasa (14/11/23) sejumlah pria kemungkinan dari pihak kepolisian datang ke SPBU minta rekaman CCTV," ungkap seorang warga.

Seorang karyawan SPBU juga membenarkan adanya dari pihak Polda Sulsel bersama Polres Bone mengambil rekaman CCTV.

"Yang datang ambil, dari Polda sama Polres Bone. Berkaitkan dengan kasus pembunuhan," terangnya sambil meminta identitas dirahasiakan.

Dari rekaman CCTV akan mempermudah pihak kepolisian dalam mengungkap kasus pembunuhan sadis terhadap korban.

Empat Saksi Dimintai Keterangan 

Jajaran Kepolisian Resort Bone mulai mendalami dan mencocokan saksi serta bukti lain seperti sidik jari terduga pelaku pembunuhan terhadap Hj Dahliah. 

Sejak kejadian pada Jumat (10/11/23) lalu. Polisi masih terus melakukan upaya untuk mengungkap pelaku pembunuhan. Dari hasil konfirmasi timurkota.com, saat ini sedikitnya empat saksi telah dimintai keterangan.

"Sudah ada empat saksi kita mintai keterangan sehubungan dengan kasus pembunuhan tersebut," ungkap Paur Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muhtar SH saat dikonfirmasi tim timurkota.com, Selasa (14/11/23).

Rayendra melanjutkan, dari hasil pemeriksaan saksi dan bukti lain. Pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku yang sampai saat ini masih dalam pengejaran. 

"Ciri-ciri pelaku sudah ada, saat ini sementara dalam pengejaran," imbuhnya. 

Saksi Melihat Wajah Terduga Pelaku Pasca Kejadian 

Tim gabungan Polres Bone yang diterjunkan masih terus melakukan pengejaran. 

Sejumlah fakta muncul kepublik terkait dengan kasus pembunuhan tersebut. 

Salah satunya, saksi yang melihat terduka pelaku meninggalkan lokasi mengendarai sepeda motor matik tanpa memakai helm. 

Pelaku bahkan terlihat dengan jelas wajahnya saat kabur dari lokasi sambil membawa parang yang masih terhunus. 

"Banyak CCTV di lokasi kalau dibuka pasti kelihatan wajahnya. Pelaku orang putih bersih, gemuk-gemuk, waktu kabur dia memakai baju kaos dan celana pendek," ungkap saksi yang enggan dimediakan identitasnya. 

Menurutnya, ada beberapa orang yang sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku. Namun pelaku berhasil meloloskan diri.

"Saya yakin polisi sudah tahu pelakunya. Hanya saja tidak mungkin mereka ungkap sebelum tertangkap,"tukasnya.

Info terbaru dari Polres Bone, saat ini masih dalam proses pengejaran terhadap pelaku. Polisi berupakan mendeteksi alur pelarian pelaku.

Saksi Mulai Dimintai Keterangan

Sejumlah saksi mulai dimintai keterangan terkait dengan aksi pembunuhan Ibu Rumah Tangga (IRT), Hj Dahliah (54) warga Jl Ahmad Yani, Kota Watampone, Jumat (10/11/23) .

Tim Polres Bone yang turun bersama dengan Polsek Tanete Riattang telah memintai keterangan sejumlah saksi di lapangan. 

Saksi kunci yang juga anak korban, Edar Alias Kendor ikut dimintai keterangan oleh polisi. Pasalnya, ia mengaku berpapasan dan bahkan sempat ikut dikejar pelaku. 

Menurutnya, saat masuk ke dalam rumah orang tuanya. Ia bertemu dengan pelaku yang baru saja usai melancarkan aksinya. 

Dirinya juga sempat dikejar pelaku. Namun, ia selamat lantaran pelaku terjatuh setelah kakinya tersandung di kardus.

"Saya juga dikejar pelaku, tapi di dalam rumah dia tidak tahu ada pintu baku tembus ke samping. Pas saya lompat di atas kardus, dia jatuh setelah itu saya lari keluar rumah,"terangnya. 

Setelah lari keluar rumah, pelaku langsung bergegas ke sepeda motornya dan berhasil melarikan diri meski motornya sempat tak bisa stater.

Paur Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muhtar SH mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman dan pemeriksaan saksi. 

"Masih proses penyelidikan. Anggota sementara melaksanakan langkah-langkah untuk mengungkap kasus," terangnya.

Sebelumnya, salah seorang saksi pekerja proyek jalan mengaku sempat melihat pelaku berjumlah satu orang lari keluar dari rumah korban sesaat setelah kejadian. 

Menurutnya, pelaku mengendarai sepeda motor matik. Sebelum bergegas meninggalkan lokasi, pelaku sempat mengacungkap parang ke atas yang masih penuh dengan darah. 

"Pelaku mengendari sepeda motor, setelah kejadian dia langsung kabur, sempat mengacungkan parang," terangnya sembari meminta identitasnya dirahasiakan. 

Menurutnya, ciri-ciri pelaku memiliki badan yang agak gemuk. Saat melancarkan aksinya, pelaku mengenakan jaket.

"Dia memakai jaket," terangnya. 

Dia menyebut, pelaku kemungkinan punya niat jahat sebelum datang ke lokasi. 

Pasalnya sepeda motor yang dikendarai diparkir di tempat strategis untuk kabur. 

"Motornya diparkir bukan tepat di depan kios milik korban," tambahnya.

Pihak kepolisian perlahan mulai mengungkap kasus dugaan pembunuhan menewaskan korban Hj Dahliah (54) di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone, Jumat (10/11/23) Pukul 08.00 Wita. 

Pasca kejadian banyak informasi berkembang terkait dengan motif dan pelaku pembunuhan. Namun pihak kepolisian Resort Bone membantah. 

Mereka menyebut bahwa pelaku dalam kasus ini masih berstatus penyelidikan. Pihak Polres Bone juga menyebut bahwa belum ada pelaku yang ditangkap. 

"Yang benar kasus ini sementara ditangani. Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan, dan belum ada pelaku diamankan," tukas Paur Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muhtar SH.

Sementara itu dalam wawancara dilakukan media tim timurkota.com, anak korban, Edar Alias Kendor mengatakan dirinya sempat berpasan dengan pelaku saat hendak masuk ambil air di rumahnya.

"Saya juga sempat mau diserang. Namun pelaku tersangkut, makanya saya berhasil meloloskan diri. Ciri-cirinya, rambut pendek, mengendarai sepeda motor Smash warna hitam," tukasnya.

Ia melanjutkan, setelah pelaku lari keluar. Dia mendengar suara mencurigakan di bagian belakang rumahnya. Ia kemudian langsung masuk ke dalam dan menemukan ibu kandungnya telah tewas. 

"Pas saya dengar itu suara saya langsung berteriak, bilang mamaku meninggal. Setelah saya mendekat kondisinya sudah tersungkur," terangnya. 

Kepolisian Resort Bone masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif pembunuhan di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone, Kabupaten Bone, pada Jumat (10/11/23) Pukul 08.00 Wita.

Korban Dibunuh Pelaku Secara Sadis 

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), Hj Dahliah (54) ditemukan meninggal dunia dengan luka tebasan parang pada bagian leher serta luka di bagian tubuhnya di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada Jumat (10/11/23).

Berdasarkan informasi yang dihimpun korban seharian menjual barang campuran di rumahnya didatangi Orang Tak Dikenal (OTK) kemudian diserang hingga tewas.

"Infonya seperti itu pak, korban meninggal dunia diparangi,"tukas seorang warga.

Peristiwa ini membuat warga disekitar lokasi geger. Mereka kemudian mengerumuni lokasi hingga mengakibatkan macet di Jl Ahmad Yani, Kota Watampone.

Saat ini pihak kepolisian resort Bone sementara melakukan olah TKP. Info sementara selain korban meninggal dunia ada beberapa barang berharga seperti emas diambil pelaku.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pasca Hj Dahliah Tewas Terbunuh, Sejumlah Pria Berpakaian Preman Ambil Rekaman CCTV di SPBU Jalan Ahmad Yani

Jangan lupa ikuti kami di


Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan