Iklan

5 Penemuan Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap di Bone, Polisi Hanya Mampu Ungkap Satu Kasus

herman kurniawan~timurkotacom
Jumat, Agustus 11, 2023 | 1:49 PM WIB Last Updated 2023-08-11T06:55:14Z

Salah satu kasus penemuan bayi yang hingga saat ini belum terungkap di Kabupaten Bone (Foto: Dok. Istimewa)


TIMURKOTA.COM, BONE-
Angka kasus penemuan bayi yang diduga hasil hubungan gelap terbilang cukup tinggi di Kabupaten Bone.

Dalam kurung waktu tiga tahun belakangan, sedikitnya sudah ada lima kasus penemuan bayi yang gegerkan warga. 

Tiga bayi yang ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sementara dua lainnya, berhasil diselamatkan dan saat ini telah diadopsi. 

Kasus penemuan terbaru yakni mayat bayi perempuan di Desa Awo, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone. 

Bayi yang tali pusarnya masih menempel ditemukan tergeletak di lahan kosong dalam keadaan tak bernyawa. Warga kemudian mengadukan ke pemerintah setempat dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Cina. 

Kapolsek Cina, Iptu Muhammad Kiblat mengatakan, tim dari Unit Reskrim telah diterjunkan melakukan penyelidikan dan olah TKP. 

"Pak kanit reskrim yang sementara melakukan penanganan, bisa koordinasi dengan dia," ungkap kepada timurkota.com, Selasa (01/08/23).

Sementara seorang warga, Irdan (23) mengatakan, pelaku kemungkinan berasal dari luar desa. 

"Kalau dilihat posisi bayi kemungkinan ini orang melintas membuang, karena tak jauh dari jalan poros," ungkap mahasiswa dari salah satu kampus di Kabupaten Bone ini. 

Irdan mengatakan, penemuan bayi tersebut membuat warga di sekitar lokasi geger. 

"Pasti kaget semua, namun kami yakin pelakunya bukan orang dari kampung. Tapi tetap kita dukung polisi ungkap pelakunya, siapa pun itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tukas dia.

Kemudian penemuan kedua terjadi pada Senin (13/12/21) Pukul 08.00 Wita. Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan warga di Jalan Agussalim, Kota Watampone. Bayi tersebut di teras rumah salah seorang warga.

"Kondisi bayinya masih dalam keadaan sehat. Sudah dilarikan ke puskesmas," ujar, Akbar seorang warga.

Kapolsek Tanete Riattang, AKP Andi Ikbal membenarkan penemuan bayi tersebut.

"Anggota sementara pengumpulan data," tegasnya.

Kasus ketiga masih di tahun yang sama, 
Warga menemukan bayi yang sudah membusuk di Pinggir Sungai Teppoe, Bone, Sulsel pada Kamis (27/5/2021). 

Berdasarkan hasil otopsi bayi tersebut diduga dibuang dalam keadaan hidup.

Bayi laki-laki itu ditemukan oleh seorang warga, Yallo, ketika mau pergi memancing. Sontak penemuan mayat bayi yang sudah membusuk bikin geger warga setempat

Kasatreskrim Polres Bone, AKP ardy yusuf, telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi dalam mengusut kasus pembuangan bayi ini. Namun masih butuh waktu untuk memastikan siapa tersangkanya.

"Kami melakukan pengejaran saksi-saksi, dan olah TKP," ujar Ardy.

Kemudian kasus terakhir yang juga belum terungkap hingga saat ini yakni penemuan bayi laki-laki, di Dusun Corawali, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

Seorang anak bernama Hajar berusia 8 tahun menemukan bayi terbungkus kantong plastik pada Kamis (5/7/2019).

Saat ditemukan bayi dalam keadaan meninggal dunia. Pelaku diduga meletakkan bayi di pinggir jalan pada saat dini hari. 

Kasus yang Berhasil Diungkap Polisi 

Dari lima kasus yang ada pihak kepolisian baru mengungkap satu kasus yakni penemuan bayi tergeletak di halaman Masjid Toufiqurahman, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis (10/03/22).

Warga kemudian menyampaikan kepada kepala lingkungan yang selanjutnya melaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Tanete Riattang.

Bayi berjenis kelamin perempuan yang berhasil diselamatkan itu diperkirakan telah lahir lebih dari dua hari. Orang tuanya kemudian membuang di masjid dengan dasar mudah ditemukan warga.

"Awalnya kami sangka kucing, setelah didekati rupanya bayi perempuan. Selanjutnya diaporkan ke pihak Polsek," kata, Mutawakkal.

Ia melanjutkan, usai ditemakan bayi langsung dilarikan ke rumah sakit karena kedinginan.

"Sudah ditangani pihak kepolisian, semoga pelaku segera ditangkap," katanya lagi.

Kapolsek Tanete Riattang, Kompol Andi Ikbal mengatakan, kasusnya sementara dalam penanganan.

"Anggota telah melakukan olah TKP. Dan kita memburu pelaku pembungan serta pihak orang tua bayi," tegas dia.

Belakangan pihak kepolisian sepasang kekasih, LJ (45) seorang pria bekerja sebagai petani dengan wanita berinisi, RS (29).

Keduanya yang diketahui masih ada hubungan keluarga dekat yakni bapak dan anak tiri diamankan unit Reskrim Polsek Tanete Riattang di kediamannya di Akae Desa Pallawarukka, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kapolsek Tanete Riattang, AKP Andi Ikbal SH mengatakan, alasan pelaku membuang bayinya karena mereka tak diikat dengan perkawinan.

"Kedua pelaku telah kita amankan dan saat ini sementara ditahan di Mapolsek Tanete Riattang," katanya menjelaskan.

Daftar Penemuan Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap di Bone: 

  1. Penemuan mayat bayi perempuan di Desa Awo, Kecamatan Cina (Pelaku Belum Terungkap);
  2. Penemuan bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan warga di Jalan Agussalim, Kota Watampone, (Pelaku Belum Terungkap);
  3. Warga menemukan bayi yang sudah membusuk di Pinggir Sungai Teppoe, (Pelaku Belum Terungkap);
  4. Penemuan bayi laki-laki, di Dusun Corawali, Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, (Pelaku Bekum Terungkap);
  5. Penemuan bayi tergeletak di halaman Masjid Toufiqurahman, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, (Pelaku Terungkap).

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 5 Penemuan Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap di Bone, Polisi Hanya Mampu Ungkap Satu Kasus

Jangan lupa ikuti kami di


Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }