Iklan

Klub Liga 1 Patut Berterimakasih ke Bernardo Tavares, Protesnya ke Wasit Terbukti Benar, Ketegasan Komite Wasit Dinanti

timurkotacom~herman kurniawan
Minggu, Juli 16, 2023 | 2:44 AM WIB Last Updated 2023-07-15T19:44:27Z

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares (Foto: Dok. PSM Makassar)

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Klub peserta Liga 1 disebut pantas berterimakasih kepada Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares.

Pasalnya, protes yang selama ini gencar dilakukan atas keputusan kontroversial wasit membuahkan hasil.

Bahkan Komdis PSSI sendiri yang membuktikan kebenaran dari protes, Bernardo. Setelah keputusan wasit terbutki keliru dan mempengaruhi jalannya pertandingan. 

Maka paling dinantikan adalah bagaimana ketegasan dari pihak, Komite Wasit yang diketaui langsung Erick Thohir.

Sebelumnya, Wasit Liga 1, Ryan Nanda Saputra terbukti melakukan keputusan keliru saat PSM Makassar melawan Dewa United pekan  lalu. 

Wasit Kelahiran Bandung, Jawa Barat itu tidak memberi kartu merah kepada pemain Dewa United, Kolovos yang terbukti menendang Yance Sayuri saat dalam keadaan terjatuh.

Berselang beberapa menit kemudian, Kolovos justru melakukan provokasi hingga mengakibatkan Erwin Gutawa dikartu merah. 

Terkait keputusan keliru dari Ryan Nanda Saputra, Komusi Disiplin (Komdis) PSSI turun tangan. 

Komdis melakukan sidang mendadak lalu memutuskan menjatuhi hukuman kepada Kolovos berupa larang bermain sebanyak tiga kali plus denda Rp10 juta.

"Kami menerima pesan empat jam sebelum lawan Persib Bandung, bahwa Kolovos mendapat sanksi larangan bertanding dari Komdis PSSI akibat insiden saat melawan PSM Makassar," beber, Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink.

Insiden Kolovos menendang Yance Sayuri berawal dari Sliding tackle yang dilakukan bek Timnas Indonesia itu. 

Setelah sukses menghalau bola, tiba-tiba Kolovos datang menentang bagian belakang Yance.

Kejadian di depan wasit itu hanya dianggap sebagai pelanggaran ringan dan Kolovos dikartu kuning. 

Jika merujuk pada Kode Disiplin PSSI tahun 2018, aksi yang dilakukan Kolovos masuk dalam pelanggaran terbilang berat. 

Sesuai dengan aturan pada Pasal 49 Kode Disiplin PSSI perihal 'Tingkah laku buruk terhadap pemain lawan dan orang-orang selain dari perangkat pertandingan'.

Termasuk dalam insiden Kolovos lebih rinci diatur pada pasal satu, disebutkan, sanksi skors secara otomatis yang timbul sebagaimana dimaksudkan Pasal 15 ayat (4) Kode Disiplin PSSI.

Dan sanksi tersebut dibarengi dengan kartu merah langsung diterima pemain  dalam keadaan-keadaan tertentu.

Hanya saja dalam pelaksanaan di lapangan, Wasit Ryan Nanda Saputra tak mengeluarkan kartu merah atas pelanggaran keras tersebut.

Olehnya, sejumlah pihak kemudian meminta kepada Komdis PSSI untuk berkoodinasi dengan Komite Wasit untuk melakukan evaluasi terhadap, Ryan Nanda Saputra.

"Wasit yang terbukti melakukan tindakan merugikan pemain dan klub, tidak selayaknya dikasih ruang di Liga 1," ungkap, Akbar penggemar sepak bola.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan dari Komite Wasit terkait dengan hukuman yang akan dijatuhkan kepada wasit, Ryan Nanda Saputra

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Klub Liga 1 Patut Berterimakasih ke Bernardo Tavares, Protesnya ke Wasit Terbukti Benar, Ketegasan Komite Wasit Dinanti

Jangan lupa ikuti kami di


Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }