timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Peringati Milad Satu Dekade, GAM Suarakan kebebasan, Keadilan dan Persaudaraan

Baca Juga

Wiwink-Daerah, Sabtu 31 Desember 04:31 WIB

Gerakan Aktivitas Mahasiswa (GAM) Rayakan Milad Ke-10 Tahun 

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Gerakan Aktivitas Mahasiswa (GAM) Rayakan Milad Ke-10 Tahun bertemakan "Kebebasan, Keadilan dan Persaudaraan" bertempat di Aula MAN 2 Kota Makassar. Jum'at, (30/12/22).


Rangkaian acara Milad diawali dengan opening ceremony, pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars GAM, laporan Ketua Panitia, sambutan-sambutan, pemotongan tumpeng, pembacaan doa, pemutaran video dokumenter GAM, musikalisasi puisi, tarian 4 etnis dan penampilan terakhir solo musik dari kader-kader GAM.

Dalam sambutannya, Dr. M.yusuf Alfian Rendra Anggoro, M.M selaku Dewan Pembina GAM memberikan tanggapannya terkait profesi aktivis "Saya yakin orang-orang yang berprofesi sebagai aktivis, kenapa saya katakan aktivis adalah profesi karena itu adalah pekerjaan sosial yang harus dituntaskan tidak boleh sarjana, sebelum kemenangan mendampingi serta semua kasus itu selesai. demonstrasi adalah bukti bahwa ada permasalahan. Kalau kami punya semboyan atau kata-kata mutiara bahwa 'Diskusi adalah Tradisi, Demonstrasi adalah Budaya."

Selanjutnya Muhammad Aswan selaku Panglima Besar berpendapat tentang Milad Ke-10 Tahun GAM, Beliau mengatakan bahwa Hari ini tepat 30 Desember tahun 2022, Gerakan Aktivis Mahasiswa berumur 10 Tahun suatu pencapaian yang patut kami banggakan sebagai Kader Gerakan Aktivis Mahasiswa sebab kami masih bisa bertahan sebagai lembaga gerak kemahasiswaan, lembaga eksternal kampus. 

Seluruh kader aktivis mahasiswa perlu tahu cikal bakal lahirnya organisasi ini tentunya Gerakan Aktivis Mahasiswa tidak lahir di atas gunung yang sejuk, di pantai yang indah ataupun di ruangan ber AC.

Tapi organisasi ini lahir dari rumah tahanan, tempat transit favorit para aktivis jalanan. 

"Gerakan Aktivis Mahasiswa ini digagas dibalik jeruji besi, Kami seluruh kader aktivis Mahasiswa terkhususnya saya pribadi tentunya bangga berproses dari tempat organisasi ini selain daripada kami di didik untuk menjadi pembangkang bagi penguasa-penguasa yang dzolim di Gerakan Aktivis Mahasiswa kami di didik untuk bagaimana senantiasa untuk kreatif dalam menjalankan yang namanya setiap roda organisasi."ungkapnya.

Kemudian sambutan pendiri GAM Rahmat Ardiansyah menjelaskan tentang mengenai fungsi Mahasiswa yang sebenarnya, 

"Fungsi dari kita sebagai Mahasiswa itu mesti kita jaga, kita ini Agent of Control. Kita harus posisikan diri kita sebagai pengontrol, kalau orang di DPR diisi oleh orang-orang yang ini saya minta maaf kalau ada keluarganya gen politisi karna biasa kalau bapaknya politisi ikut-ikut ki anaknya jadi politisi, padahal pondasinya tidak jelas dan dia tidak pernah di kader di Lembaga manapun." tukasnya.

Akhirnya masuk dalam parlemen, esensinya lepas sebagai refresentatif keresahan rakyat yang dia bahas proyek akhirnya masyarakat yang dirugikan. Yang mestinya mengisi didalam Pemerintahan itu adalah orang-orang gerakan, mantan-mantan ketua lembaga, mantan ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan), itu yang seharusnya isi didalam.


Terakhir, Ardiansyah juga Menyampaikan kepada kader-kader GAM bahwa "GAM harus kembali menjadi motor penggerak agenda konsolidasi akbar organisasi lintas kampus karena GAM terdiri dari lintas kampus. Maksud saya adalah bagaimana kemudian GAM menjadi moto penggerak kembalinya Makassar sebagai kiprah gerak di Indonesia Timur.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close