timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Bukti Kejelian dan Kemampuan Lobi Munafri Arifuddin, Sosok Fenomenal Resmi Gabung PSM Makassar Awal Musim: Simak Ceritanya...

Baca Juga

Wiwink-Bola, Senin 7 November 16:32 WIB

Munafri Arifuddin saat memantau latihan PSM Makassar beberapa waktu lalu


TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Komisaris Utama PSM Makassar, Munafri Arifuddin tak perlu lagi diragukan dalam hal melobi pemain maupun pelatih asing untuk memperkuat PSM Makassar.


Banyak pemain asing dan lokal yang datang ke PSM Makassar berkat pengaruh dari Appi panggilan akrabnya. 

Hebatnya lagi, sebagian besar rekrutan yang direkemendasikan Appi memberi pengaruh besar terhadap peningkatan prestasi tim.

Dari segi pemain, beberapa nama pernah didatangkan, Ferdinand Sinaga, Zulkifli Syukur, Abd Rahman Sulaiman, Zulham Zamrun, hingga beberapa nama berlabel timnas pernah di daratkan di Makassar.

Kemudian yang terbaru adalah kisah saat Appi merekrut sosok pelatih Bernardo Tavares yang sampai saat ini mampu membawa pengaruh besar terhadap tim PSM Makassar.

Appi menceritakan, seleksi ketat bahkan ia lakukan. Dari 20 nama pelatih yang disodorkan kemudian mempelajari rekam jejak hingga akhirnya pilihan jatuh ke Bernardo Tavares.

"Ada dua puluh pelatih saya pelajari CV nya. Kemudian saya putuskan untuk memilih Bernardo Tavares," tukas dia.

Ternyata pilihannya benar, Bernardo Tavares sampai saat ini telah mampu secara perlahan-lahan mengangkat prestasi timnya.

Musim lalu Pasukan Ramang nyaris degradasi dengan menempati posisi peringkat 14 dengan 38 poin. Keadaan sekarang berbanding terbalik, Pasukan Ramang bertengger di posisi tiga dengan menjadi tim tak pernah tersentuh kekalahan.

Bernardo Tavares merupakan pelatih PSM Makassar yang lahir di Proenca a Nova, Portugal pada 2 Mei 1980 silam.

Dilansir dari Transfermarkt sendiri, kariernya di dunia sepak bola dimulai sebagai pemain. Sayangnya, karier ini tak berjalan lama.

Pasalnya, di usia muda Bernardo Tavares sudah menjadi asisten pelatih tim muda raksasa Portugal, Benfica, pada tahun 2001 atau saat usianya baru 21 tahun.

Perjalanannya sebagai asisten manajaer di tim muda Benfica sendiri hanya berjalan selama satu tahun saja. Setelahnya ia menyeberang ke klub Portugal lainnya, Alcobaca.

Di Alcobaca, Tavares naik tingkat menjadi asisten pelatih tim utama selama kurun waktu tiga tahun, hingga tahun 2005.

Setelah itu, dirinya menjadi pelatih kiper Alcobaca selama tiga tahun, hingga 2008. Jika ditotal, Tavares bertahan di klub tersebut selama enam tahun.

Selepas mengadu nasib di Alcobaca, FC Porto merekrutnya sebagai pencari bakat atau tim Scouting. Perjalanannya sebagai pencari bakat di tim raksasa Portugal itu hanya berlangsung setahun saja.

Setelahnya, Tavares hijrah ke tim raksasa Portugal lainnya, yakni Sporting CP atau Sporting Lisbon sebagai asisten pelatih tim muda.

Itu pun juga tak berlangsung lama, yakni hanya setahun sebelum akhirnya Tavares berpetualang kembali ke tim Portugal lainnya seperti Carregado dan Belenenses.

Di tim terakhir itu, dirinya sempat menjabat sebagai pelatih kepala dalam kurun waktu 2011 hingga 2012 atau setahun saja.

Setelah berpetualang di Portugal selama satu dekade lebih, Tavares mengambil keputusan keluar dari benua biru dan mencari peruntungan di Asia serta Afrika.

Klub luar Eropa yang Bernardo Tavares tukangi adalah klub Bahrain bernama, Al-Hidd. Di sana, dirinya masih menjabat sebagai asisten pelatih dari 2013 hingga 2014.

Pada 2014, Tavares sempat kembali ke Portugal dan menjadi pelatih tim bernama Tirsense. Namun tak sampai setahun kemudian, dirinya kembali ke Asia dengan membesut tim asal Oman, Al Nahda.

Di Al-Nahda, Tavares tak bertahan lama, yakni hanya enam bulan. Lagi-lagi dirinya kembali ke Portugal dan melatih tim bernama Tourizense sejak 2016 hingga 2017.

Barulah pada 2017, Tavares tak pernah kembali ke Portugal usai dirinya direkrut sebagai pelatih tim Makau, New Radiant dan berlanjut ke tim Benfica de Macau pada 2018.

Di tahun 2019 hingga 2020, Tavares berpetualang ke India dengan menukangi Churchill Brothers. Selepasnya, ia direkrut tim Finlandia, Helsinki pada Januari 2022 dan bertahan hingga April 2022 saja dengan menjalani lima pertandingan.

Dalam melatih, Tavares memiliki formasi andalan yakni 3-4-1-2, formasi yang diyakini cocok dengan gaya permainan Indonesia yang mengandalkan lebar lapangan.

Hal ini membuatnya diyakini bisa sukses dengan PSM Makassar, terlebih ada beberapa keuntungan yang bisa diberikan Bernardo Tavares ke Juku Eja. 

Melihat dari perjalanan kariernya dan lisensi yang ia miliki, maka PSM Makassar akan mendapat keuntungan berlipat dari kehadiran Bernardo Tavares.

Pengalamannya sebagai tim pencari bakat FC Porto dan pelatih tim muda di Benfica serta Sporting CP akan memudahkan PSM dalam mengorbitkan bakat muda.

PSM sejatinya pernah memanfaatkan darah muda sepanjang gelaran Piala Menpora. Hadirnya Tavares tentu akan menjadi berkah tersendiri bagi para barisan pemain muda Juku Eja di Liga 1 2022.

Selain itu, Tavares juga memegang lisensi pelatih kiper, yang diyakini akan membantu perkembangan kiper-kiper di PSM kelak.

Apalagi di Liga 1 2021-2022 lalu, PSM punya catatan buruk perihal jumlah kebobolan 41 gol dalam 34 laga, atau rata-rata 1,2 gol per laga.

Selain itu, pengalaman Tavares di Asia akan membantu PSM dalam mengarungi Piala AFC yang akan langsung masuk ke babak grup.

Terlebih, Tavares punya pengalaman membawa timnya menjadi juara seperti gelar Macao Premier League, Maldives Premier League, 2 AFL Cup di Portugal, dan 1 gelar Youth League di Portugal.

Selain gelar, Tavares juga punya resume apik dengan menyelamatkan 11 tim dari jeratan zona degradasi dalam karier kepelatihannya.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close